
Keesokan harinya.
Waktu sudah menunjukkan pukul 9 namun Avan dan Faza masih saja belum beranjak dari ranjang mereka. Mereka masih tertidur pulas padahal diluar sana matahari sudah sangat terik.
Maklumi saja mereka sedang menjalani honeymoon mereka. Avan yang segera ingin memiliki keturunan dengan teratur dirinya membuat cetakan itu agar jadi. Dirinya yang bekerja namun tetap saja Faza yang merasa lelah.
"Ugh!" Faza sudah menggeliat dari tidurnya namun matanya benar benar sangat sulit untuk dibuka.
Pada akhirnya Faza pun membuka matanya dan mencoba untuk mengumpulkan nyawanya. Menatap kesamping Avan yang tengah memeluknya bak guling dengan nyamannya.
"Apa aku ini perusak hubungan suamiku dengan kak Thea? Tapi bukankah Avan dan kak Thea sudah berpisah sebelum Avan menikah denganku? Jadi aku ini bukan selingkuhan hih kesal sekali aku mengingat berita itu!" Gerutu Faza yang tidak sengaja tangannya meremas kuat wajah Avan membuat Avan terbangun dan meringis karena wajahnya yang dicengkeram oleh Faza.
"Akh!" Keluh Avan memegang tangan Faza.
Faza pun yang sadar menatap ke arah suaminya yang tengah menatapnya tajam. Melihat nya membuat Faza ngeri sendiri. Apalagi tangannya sudah berada di genggaman Avan.
"Hehehe!" Cengengesan Faza membuat Avan mendengus.
"Kau mau dihukum!" Geram Avan membuat Faza meneguk ludahnya.
Dengan cepat pun Faza menarik tangannya dan berlari sempoyongan menuju kamar mandi. Tak lupa juga tangannya yang tengah memegang pinggangnya karena encok dibagian pinggangnya akibat ulah Avan yang sering menghukumnya.
__ADS_1
"Pinggangku sudah encok begini dia dengan mudahnya bilang hukum hukum. Lebih baik dihukum dipenjara daripada dihukum membuat tubuhku remuk dan patah semua!" Gerutu Faza selama perjalanan di kamar mandi yang masih dapat di dengar Avan.
Avan hanya terkekeh. Ia juga tidak mungkin akan melakukannya lagi. Dirinya juga sudah lelah. Apalagi Faza yang mungkin lebih lelah dari dirinya. Bahkan pinggangnya sendiri sudah encok.
...🍀🍀🍀...
Aven dan Lola memilih untuk sarapan diluar. Aven meluangkan waktunya beberapa hari untuk refreshing dirumah dengan Lola. Mereka sedang makan di restoran yang mewah namun tetap berada di antara orang orang.
Lola tidak mau jika mereka dikhususkan atau memesan seluruh ruangan hanya untuk makan. Lagipula lebih nyaman dan enak jika makan dengan banyak orang.
"Bagaimana enak?" Tanya Aven dan hanya diangguki oleh Lola.
Lola tidak menyadari jika Aven sedari tadi hanya menatapnya yang sedang lahap makan. Aven tersenyum sendiri melihat bagaimana lolipopnya lebih cantik dari perkiraannya.
"Hai sayang!" Seru Delia yang tanpa permisi menyelonong ikut bergabung diantara Aven dan Lola.
Aven terkejut dengan kedatangan Delia begitu juga dengan Lola.
"Sayang apa ini istrimu? Ternyata memang jelek seperti yang kau bilang!" Seru Delia membuat Aven was was. Ia benar benar mencoba menahan amarahnya untuk menghadapi Delia. Ia tidak mau orang orang di sana melihat bagaimana nama baik keluarga Mahardika akan tercemar dengan berita murahan.
"Delia pergilah!" Seru Aven.
__ADS_1
"Sayang!" Rengek Delia yang malah bergelayut manja kepada Aven.
Lola yang melihatnya hanya bisa menundukkan kepalanya. Pemikirannya benar. Tidak mungkin jika Aven akan benar benar menyukai Lola dengan waktu secepat ini? Bukankah sulit untuk dipercaya?.
Lola menghentikan makanannya dan hanya bisa diam ditempatnya. Sedangkan Delia masih sibuk dengan bergelayut kepada Aven.
"Delia!" Geram Aven dengan suara tertahannya.
"Sayang aku menunggumu di apartemen oke? Muach!" Seru Delia mengecup bibir Aven.
Dan kejadian itu tidak luput dari pandangan Lola.Lola hanya bisa menahan air matanya agar tidak jatuh. Sungguh pemandangan yang sangat menyekatnya. Suaminya sendiri bersikap romantis di depan istrinya sendiri.
"By aku--"
"Aku mau pulang!" Lirih Lola yang langsung beranjak dari sana meninggalkan Aven yang menatap sendu ke arahnya.
Lola menangis dalam hatinya. Ia bahkan sudah berada diparkiran menunggu Aven di sana. Dan tak berselang lama Aven pun datang dengan kata maafnya.
"By maafkan aku!" Seru Aven.
"Tidak ada yang salah. Aku memang bukan siapa siapa untuk tuan! Maaf tapi aku ingin pulang!" Ujar Lola yang sama sekali tidak menatap ke arah Aven.
__ADS_1
"By!" Lirih Aven yang sama sekali tidak dihiraukan oleh Lola.
......Selamat membaca......