
"Om stress!" Pekik Faza dengan suara keras membuat semua orang terkejut.
"Kak Thea!" Pekik Faza dengan suara lirih namun masih dapat didengar.
Thea yang melihat adanya Faza pun reflek berdiri dan langsung menghampiri Faza dengan menarik rambutnya membuat Leksa marah. Begitu juga dengan Twin A. Sedangkan Ricko hanya diam dengan ekspresi datar dan Avan tidak menyadari jika Thea sampai menjambak rambut Faza karena sibuk menatap Faza entah apa yang dipikirkannya.
"Ngapain kamu kesini Ha!" Bentak Thea manarik rambut Faza membuat Faza meringis.
"Sakit kak!" Ujar Faza.
"Dasar tidak tau diri!" Ujar Thea.
Thea yang merasa kesal karena Faza berada di keluarga Avan pun tangannya menarik baju sekolah Faza sehingga robek dan rusak melihatkan kulit putihnya. Memang Faza saat itu memakai seragam agar tidak terlalu terburu buru. Faza sudah menangis. Twin A dan Ricko pun terkejut melihatnya
"THEA!!!" bentak Leksa membuat Avan tersadar dan terkejut kala kekasihnya sedang menganiaya Faza.
Thea pun terkejut dan melepas cengkeramannya dari tubuh Faza. Avan yang melihat tingkah Thea sedikit heran. Apa begini sifat Thea. batinnya.
"Mah dia ini--"
"Jangan panggil aku mamah. Dan sekali lagi aku tegaskan sampai kapanpun aku tidak akan pernah merestui hubungan kalian. Dan ingat Avan sampai kau berani menikahinya terserah tapi jangan pernah menganggap ku Mamah mu lagi!" Teriak Leksa yang langsung memeluk Faza yang tengah menangis dan membawanya pergi dari meja makan.
Namun sebelum itu Leksa sempat berbalik dan berkata.
__ADS_1
"Jadi ini yang kau bilang calon menantu keluarga Mahardika? Apa seorang model juga seperti itu? huh That's Bullshit!" Seringai Leksa yang membawa Faza yang tengah menangis.
"Mah!" Lirih Avan.
"Huu dasar! Nih" Gerutu Anggi yang melemparkan tahu di meja ke arah Thea.
"Akhh apa ini?" Teriak Thea.
"ANGGI!" Bentak Avan.
Anggi pun langsung berlari dan meninggalkan meja makan.
"Kakak benar benar bodoh! Setidaknya kakak membaca buku mana yang paling kemungkinan benar. Keluarga? Atau orang gila!" Ketus Anggun menatap tajam ke arah Thea dan pergi menyusul adiknya.
"Papah kecewa denganmu!" Dingin Ricko yang langsung pergi dari meja makan membiarkan Avan yang tengah mengusap kasar wajah dan rambutnya.
"Akhh kenapa jadi seperti ini! Kau kenapa bersikap seperti tadi!" Geram Avan.
"Aku...aku tidak sengaja! Dia itu pencuri di rumahku makanya aku langsung menghajarnya tadi!" Ujar Thea.
"Pencuri?" Heran Avan.
"Ya dia itu pernah diangkat oleh kedua orang tuaku. Namun dia malah mencuri di rumahku sehingga ia diusir dari rumah!" Seru Thea mencoba meyakinkan Avan.
__ADS_1
"So thats your sister?" Tanya Avan.
"Not now!" Sahut Thea.
...••••••••••...
"Hey sudah jangan menangis! Kau di buat begitu saja sudah menangis!" Seru Leksa.
"Ayolah Faza jangan menangis lagi!" Seru Anggi.
Faza pun mengelap ingusnya dan menatap ke arah Leksa dan Twin A.
"Aku menangis bukan karena itu. Tapi seragam ku rusak lalu bagaimana aku akan sekolah?" Ujar Faza.
"Masak iya aku bolos. Otakku saja sudah tidak muat untuk menampung pelajaran satu hari apalagi nanti aku harus mengikuti pelajaran dua hari. Ah bisa bisa otakku akan meledak." Gerutu Faza.
Leksa dan Twin A yang mendengarnya hanya menggelengkan kepalanya dan cekikikan melihat tingkah Faza yang benar benar di luar dugaan. Memang sangat lucu namun Leksa tau dibalik semua itu dirinya pasti merasakan kesedihan. Faza memang pintar menutupi kesedihannya.
"Faza kau benar benar membuatku kesal saja!" Kekeh Leksa.
"Kau ada ada saja!" Ujar Anggi yang langsung tertawa diikuti Leksa dan Anggi.
💢Jangan lupa Vote, Like dan komen sebanyak banyaknya💢
__ADS_1
...ig:@Fatmass.s...