
Lola yang kesal pun akhirnya hendak berlari dan turun dari ranjang namun kecepatannya tak lebih cepat dengan Aven yang telah menahannya. Lola pun terkejut mencoba melepas tangannya dari cekalan Aven. Ia takut Aven akan melakukan hal yang membuatnya takut.
"Tuan lepaskan!" Teriak Lola.
Aven tak menghiraukan. Ia pun menarik Lola dan membawanya ke dalam pelukannya. Ia pun pada akhirnya melakukan keinginannya untuk membawa Lola ke dalam kungkungannya walaupun itu harus dengan paksaan.
Ruangan itu penuh dengan teriakan, tangisan dan erangan satu sama lain.
Yang ia lakukan adalah agar membuat Lola hamil dan berada di sisinya. Entah kali ini Aven benar benar tobat dan ingin menjalani bahtera pernikahan yang sesungguhnya.
Setelah selesai dengan pergumulan panas mereka akhirnya Aven tumbang dan mendekap tubuh Lola yang membelakanginya. Berharap wanitanya tidak akan pergi.
"Tuan jahat!" Lirih Lola dengan terisak
Ia menangis dalam selimutnya. Mencengkeram erat selimut yang dipegangnya. Lola membalikkan badannya tidak ingin berhadapan dengan orang yang telah memperkosanya dua kali itu.
Aven tidak menghiraukan. Ia tetap memeluk Lola dengan erat. Lola masih sesenggukan di sana. Trauma yang di torehkan oleh Aven kembali muncul di otaknya. Pandangannya kosong saat ini. Aven masih tidak menyadari bahwa yang dilakukannya membuat Lola trauma.
"Aku membenci tuan selamanya!" Lirih Lola sebelum dirinya menutup matanya karena pingsan.
"tapi aku tidak membencimu!" Jawab Aven dan akhirnya ia memejamkan matanya menuju alam mimpi. Ia tidak tau bahwa Lola saat ini tengah pingsan akibat trauma nya.
...🍀🍀🍀...
"Akh perutku sakit!" Pekik Faza.
"Kau jangan berpura pura Faza!" Kesal Avan karena sedari tadi Faza terus saja memberikan alasan yang tidak masuk akal.
Faza tidak berkata. Kali ini dirinya benar benar merasa kesakitan pada perutnya. Wajahnya sudah berubah pucat membuat Avan kali ini benar benar khawatir.
Ia pun menghampiri istri kecilnya dan menggendongnya ala bridal. Sebelum itu ia harus menelepon Will. Dan Will pun dengan siap siaga segera datang.
__ADS_1
"Kenapa dengan nyonya Faza tuan?" Heran Will saat melihat Faza tengah kesakitan sembari memegang perutnya.
"Kau jangan banyak bicara cepat!" Bentak Avan.
Avan terlihat sangat khawatir. Faza melihatnya ditengah tengah kesakitan nya. Suaminya itu begitu peduli dengan dirinya. Tapi masalahnya adalah rasa sakit di perutnya. Ia belum pernah sama sekali merasakan sakit seperti ini dan baru ini dirinya mengalami kesakitan.
Apa ia sakit parah atau sekedar gejala biasa. Seharusnya Faza mengingat sesuatu tapi dirinya benar benar tidak dapat berpikir di tengah tengah kesakitan nya.
Di dalam mobil Avan terus saja menggerutu bukan menenangkan Faza yang tengah kesakitan. Dirinya malah menggerutu kepada Faza.
"Ini akibatnya jika kau makan sembarangan!"
"Kau tadi tidak sarapan bukan? Kau itu bodoh sekali!"
"Apa di sekolah kau jajan sembarangan?"
"Setelah ini kau tidak boleh membeli makanan sembarangan!"
"Kau tau es krim itu tidak baik!"
"Akkkhhhh!" kesal Avan.
Banyak sekali gerutuan Avan di dalam mobil. Faza hanya diam. Bukankah berarti Avan yang bodoh saat ini? Kenapa ia malah mengucapkan kalimat yang bahkan tidak ada hubungannya.
Es krim itu sehat karena mengandung susu. Bahkan es krim teksturnya dan rasanya sangat enak. Lalu kenapa menyalahkan es krim. Faza sebelumnya malah rajin mengonsumsinya kenapa Avan sekarang yang jadi heboh.
"Apa kau sudah menjadi Mr heboh?" Geram Faza sembari menahan sakit di perutnya.
"Apa kau bilang!" Pekik Avan.
Will di sana hanya bisa menahan tawanya. Nyonya nya itu benar benar lucu. Di saat dirinya frustasi karena tuannya yang ribut tiada henti membuat konsentrasinya terganggu sekarang menjadi hal lucu karena nyonya nya.
__ADS_1
Memang pasangan yang cocok. Yang satu begitu dan yang satu begitu.
Will menutup mulutnya rapat rapat walaupun ia sebenarnya juga ingin tertawa.
"Bisa tidak kau diam!" Kesal Faza.
"Aku tidak bisa diam karena kau!" Sungut Avan.
"Kau membuat rasa sakit ku bertambah!" Seru Faza.
"Salahkan dirimu yang makan sembarangan!" Jawab Avan.
"Aku tidak jajan sembarangan. Aku itu menjaga kesehatan ku! Apa mungkin karena kau selalu menyerang ku di ranjang?" Tanya Faza
Will yang benar benar tidak dapat menahan tawanya pada akhirnya tawanya pecah.
"Will kurontokkan gigimu!" Seru Avan dan Faza bersamaan.
Will pada akhirnya kembali menutup mulutnya dan menghentikan tawanya.
"Mana ada penyakit seperti itu!" Geram Avan.
"Tentu saja ada karena aku memiliki suami yang mesum seperti dirimu!" Ujar Faza.
"Kau itu sedang sakit tapi mulutmu benar benar cerewet!" Ucap Avan.
"Apa kau bodoh sekarang? Yang sakit itu perutku bukan mulutku!" Geram Faza.
Will sampai tidak dapat lagi duduk dengan benar. Dia bahkan terpingkal pingkal melihat keduanya dari balik spion.
"Terserah kau saja!" Pasrah Avan yang benar benar lelah berdebat dengan Faza.
__ADS_1
Dan perang kedua dimenangkan oleh Nyonya Faza kembali. Gumam Wiill