
Hari sudah hampir tengah malam namun Aven sama sekali belum menunjukkan dirinya membuat Lola benar benar lelah menunggu.
"Aku membenci tuan!" Geram Lola.
Lola pun hendak menuju kamarnya namun sebelum itu akhirnya Aven telah mengejutkannya. Bahkan yang paling mengejutkan adalah tampilannya yang sangat rusuh dengan rambut yang basah membuat Lola sakit melihatnya.
Kini Lola tau mungkin yang dibilang Gion benar jika Aven dan kekasihnya pasti habis pergi ke hotel dan melakukannya. Lola yang mengingat hal itu semakin membuatnya sakit hati.
"Tuan kau dari mana?" Tanya Lola mencoba menahan rasa sakitnya.
"Aku lelah Lola jangan mengajak ku bicara!" Ketus Aven yang langsung memasuki kamarnya.
Lola seakan tidak percaya dengan apa yang di dengarnya. Lola hanya bisa membisu diam ditempatnya. Ia bingung harus bagaimana. Ia tidak kuat jika harus sekamar dengan orang yang telah membuatnya sehari ini menangis.
Sampai tak berselang lama Aven pun kembali dengan pakaian yang sudah sangat rapi. Berjas dan sudah tampil sangat tampan. Lola yang mengernyitkan dahinya.
Bukankah ia bilang lelah lalu ia mau kemana lagi? Mau menemui pacarnya lagi.
"Aku harus mengikutinya dan membuat bukti untuk perceraian ku nanti!" Gumam Lola menepuk dadanya karena tidak kuat menahan rasa sakit hatinya.
"Tuan kau mau kemana lagi?" Tanya Lola.
"Bisa tidak kau diam!" Bentak Aven.
__ADS_1
"Jangan ikuti urusanku!" Tegas Aven yang langsung melangkahkan kakinya pergi dari hadapan Lola.
Lola mendudukkan tubuhnya. Ia benar benar tidak kuat. Ia pun akhirnya memilih untuk membawa ponsel dan membuntuti Aven untuk mendapatkan bukti bahwa suaminya itu pantas untuk digugat cerai olehnya.
...🍀🍀🍀...
"Hotel?" Lirih Lola saat ternyata suaminya itu tengah menuju hotel.
Dengan menghela nafas berat akhirnya Lola mengikuti Aven dan berjalan ke sebuah kamar. Ia pun akhirnya memilih untuk menunggu diluar dan bersembunyi namun Aven sama sekali tidak keluar.
Sampai matanya menoleh ternyata pintu itu sama sekali tidak terkunci. Dengan memberanikan diri, akhirnya Lola memilih untuk masuk ke dalam kamar tersebut.
Setibanya Lola sama sekali tidak dapat mendengar apapun bahkan di sana sangat gelap tidak ada cahaya yang menerangi. Sampai Lola memasuki kamar itu dan tiba tiba ia dikejutkan oleh suara pintu yang terkunci.
Alangkah terkejutnya saat ternyata suaminya tengah berdiri diantara tulisan 'Happy b'day my lovely wife'. Lola seakan tidak percaya ia menutup mulutnya. Baru saja ia menangis namun apa yang ditangisinya ternyata salah.
Tiba tiba di sana para keluarga juga keluar dari persembunyiannya. Terdapat kedua orang tua Lola dan Aven. Jangan lupakan miss heboh dan mr arogan yang terpaksa harus pulang dari honeymoon mereka. Dan disana juga terdapat Gion dan Thomas.
Aven pun mendekati istrinya dan memeluknya. Lola menangis di dalam pelukan suaminya. Bahkan sesekali dirinya memukul kecil dada Aven. Sedangkan Aven hanya bisa diam tersenyum melihat istrinya yang tengah marah itu.
"Tuan jahat!" Lirih Lola.
"Sekarang kau memanggilku tuan ha?" Goda Aven membuat Lola memerah karena malu.
__ADS_1
"By makasih!" Seru Lola yang malah mempererat pelukannya kepada Aven.
"Bisa tidak acara berpelukan nya ditunda ha? Aku ingin istirahat jadi cepatlah!" Ketus Avan tiba tiba membuat kedua sejoli yang tengah di mabuk asmara itu harus menghentikan keromantisannya.
Faza yang merasa kesal pun akhirnya memukul keras lengan Avan namun itu sama sekali tidak berpengaruh untuk Avan sehingga Faza sendiri hanya bisa mengerucutkan bibirnya.
Will, Gavin, Aska, Rafkan dan Twin A juga ada di sana. Jangan lupakan juga pasangan Aldi Aisa dan Irsyad Alena. Di sana orang tua Lola sangat senang dan bangga dengan menantunya yang ternyata dapat membuat anaknya merasa kebahagiaan.
"Selamat ulang tahun by!" Seru Aven mengedipkan salah satu matanya.
"Jahat banget! Kamu jahat by!" Ujar Lola.
"Manggilnya kamu nih!" Goda Aven dan mendapatkan pukulan dari Lola.
Lola pun kembali memeluk erat suaminya yang membuat hatinya saat ini merasakan bahagia.
"Suamiku kenapa kau tidak memberiku kejutan seperti saudaramu?" Tanya Faza.
"Apa kau lupa ulang tahunmu bahkan masih lama!" Geram Avan yang merasa kesal sendiri dengan Faza yang sama sekali tidak dapat berpikir benar dalam sejenak.
"Oh iya lupa!" Cenges Faza membuat Avan mendengus.
......Selamat membaca......
__ADS_1