
Avan dan Faza memilih untuk berjalan jalan di wisata kota di Amerika. Faza tidak akan menyia nyiakan waktunya berada di luar negeri hanya untuk berada di ranjang.
"Aku mau ke pantai!" Rengek Faza seolah dirinya adalah anak kecil yang merengek kepada ayahnya sendiri.
Avan hanya bisa menggelengkan kepalanya.
"Ini masih siang!" Ujar Avan.
"Makanya kalo siang enaknya ke pantai!" Gerutu Faza mengerucutkan bibirnya.
Avan hanya terkekeh. Dirinya pada akhirnya mengikuti permintaan istrinya dan melajukan mobilnya menuju pariwisata pantai di negara tersebut. Dengan girangnya Faza bersenandung ria tanpa memperdulikan Avan di sampingnya. Bahkan dirinya sama sekali tidak memiliki rasa jaimnya didepan suaminya.
Avan yang melihatnya di sela sela menyetirnya benar benar merasa terhibur dengan itu semua. Seorang wanita yang dulu pernah membuat dirinya darah tinggi seketika dapat membuat dirinya merasa tebang dan bahagia.
...🍀🍀🍀...
Sesampainya di pantai. Mereka sama sama menikmati keindahan dari bawah pohon yang rindang. Suara ombak menambah kesan tenang untuk mereka.
Sebenarnya Faza ingin sekali menceburkan dirinya ke pantai. Namun dengan saat ini sedang musim ubur ubur membuat pengunjung pantai berhati hati dalam berendam di air pantai. Dan dapat dipastikan oleh Avan bahwa istrinya itu tidak akan menceburkan diri karena khawatir akan Faza yang tersengat ubur ubur. Walaupun dapat diperbolehkan namun tetap berwaspada tetap saja Avan tidak akan pernah memberikan izin.
__ADS_1
"Percuma jika kesini!" Gerutu Faza mengerucutkan bibirnya..
"Kau tidak dengar jika sedang musim ubur ubur!" Kesal Avan.
"Tapi kan kita boleh hanya saja harus berwaspada. Kau itu sangat lebay!" Kesal Faza
"Itu untuk orang yang berhati hati sedangkan dirimu? ck ck ck!" Gumam Avan.
"Apa kau bilang? Kau mau bilang jika aku tidak bisa berhati hati!" Geram Faza menusukkan tatapan tajam nya kepada Avan.
Avan hanya mengangkat bahunya membuat Faza mendengus. Faza yang kesal pun akhirnya memukul Avan berkali kali. Dan terjadilah peristiwa kejar mengejar antara mereka. Faza yang berlarinya tidak secepat Avan membuat dirinya merasa kesal sendiri.
"Hei om stress!" Teriak Faza membuat Avan menghentikan langkahnya dan bergantian menatap tajam ke arah Faza.
"Berani kau mengataiku stress?" Geram Avan.
"Hehe!" Faza pun memilih berlari dan tentu saja Avan mengejarnya.
Mereka bagaikan tom and jerry dengan nuansa romantis. Avan pada akhirnya dapat menangkap Faza.dan membawanya ke dalam gendongannya yang menggendongnya bak karung.
__ADS_1
"Haha!" Tawa Faza lepas saat Avan menggelitiknya.
"Sudah aku tidak kuat!" Seru Faza saat Avan belum berhenti menggelitik tubuhnya.
"Lihat saja kau akan mendapatkan hukumanmu!" Seru Avan yang akhirnya menghentikan gelitikannya.
"hukuman lagi hukuman lagi!" Gerutu Faza yang sudah jengah dengan kata yang selalu terlontar dari mulut Avan.
Apalagi jika bukan menghukum hukum dan menghukum. Faza sendiri sampai bosan mendengarnya. Avan hanya terkekeh melihat Faza yang Tenga menggerutu dan dapat dipastikan jika Faza tengah menggerutuinya.
"Suamiku ayo kesana!" Seru Faza menunjuk salah satu dimana taman yang terdapat ayunan.
"Kenapa kau itu seperti anak kecil!" Gumam Avan menggelengkan kepalanya melihat permintaan istri kecilnya.
"Aku memang anak kecil kenapa? Bukannya kau menikahi anak kecil ha?" Kesal Faza.
"Ya dan kau juga harus membuat anak kecil!" Seloroh Avan.
"Subhanallah! Bagus bagus banget suamiku! Tepuk tangan untukmu!" Seru Faza menggelengkan kepalanya.
__ADS_1
"Subhanallah karena dirimu dengan mudahnya bilang aku harus membuat anak kecil! Sedangkan diriku ini sudah astagfirullah!" Gerutu Faza yang membuat Avan tertawa lepas.
...selamat membaca ...