
"Sudah jangan menangis hari ini ulang tahunmu by kenapa kau malah menangis!" Ujar Aven mengelus lembut punggung istrinya.
"Karena kau jahat!" Ucap Lola yang terus memukuli dada Aven.
Aven hanya terkekeh.
"Maafkan aku membuatmu menangis! Setelah ini pegang janjiku aku tidak akan membuatmu menangis!" Seru Aven dengan serius.
Lola yang berada dalam pelukan Aven merasa bahagia. Ia pun mengangguk dan semakin mempererat pelukannya terhadap suaminya. Semua orang yang melihatnya merasa bahagia. Terutama kedua orang tua Lola dan juga Leksa sendiri.
Faza.yang juga melihat sahabatnya mendapatkan rasa cinta dari suaminya juga merasa senang.
Acara terus berlangsung hanya dengan kedatangan keluarga mereka membuat suasana lebih tentram dan bahagia. Berbeda di sisi lain Will yang tengah menatap ke arah Anggun yang terus menyendiri dengan membawa bukunya.
"Dia itu kenapa suka sekali membaca buku yang bahkan sama sekali tidak ada di pelajarannya." Gumam Will menggelengkan kepalanya.
Di saat Will ingin menghampiri Anggun tiba tiba Lola sudah lebih dulu menghampiri Anggun membuat Will menghentikan langkahnya. Ia hanya bisa menatap Anggun dari arah jauh. Entah mengapa satu detik memandang Anggun maka ia ingin selamanya menatap Anggun.
"Ayo kau harus bergabung!" Seru Lola.
"Iya!" Jawab Anggun yang mengikuti langkah kaki Lola untuk bercengkerama dengan para keluarga.
"Astaga kenapa putri mu bisa berbeda!" Heran Alena.
"Aku juga tidak tau. Padahal dulu ngidamnya sama bahkan benih saja sama!" Ujar Leksa.
"Astaga Leksa kau itu masih sama saja!" Gerutu Nasywa.
__ADS_1
"Oh iya Wida itu saat tua begini apa masih--"
"Stop!" Kesal Nasywa karena Leksa selalu membahas hal vugar di depannya. Sedangkan Alena, Aisa dan Leksa hanya bisa terkekeh melihat Nasywa yang tengah merasa kesal itu.
"Kau tidak ingin punya anak lagi?" Tanya Alena tiba tiba kepada Leksa dan Nasywa.
"Kita ini sudah tua dan kau menyuruh kita hamil lagi. Kenapa tidak dirimu saja?" Ujar Leksa.
"Aku satu saja sudah cukup! Kak Aldi tidak ingin aku kesakitan lagi saat melahirkan Aska seperti dulu!" Ujar Aisa.
"Suamimu itu sangat lebay!" Ejek Nasywa.
"Kenapa tidak Mbak Alena saja yang hamil lagi!" Timpal Aisa.
"Haha aku sudah tiga jadi tidak perlu lagi!" Kekeh Alena.
"Aku lupa jika suamimu itu sangat suka sekali membuat dirimu kebobolan!" Ujar Nasywa membuat keempat perempuan rempong itu tertawa bersama.
"Anggun Anggi! Apa kalian sudah memiliki kekasih?" Tanya Faza sembari terus memakan camilannya.
"Kalo aku tidak punya tapi aku punya pujaan!" Seru Anggi.
"Siapa?" Heran Lola.
"Rahasia dong!" Gurau Anggi membuat mereka tertawa.
"Kalo kau Anggun?" Tanya Faza kembali.
__ADS_1
"Aku?" Ujar Anggun yang malah bertanya.
Faza hanya bisa menepuk keningnya.
"Iyalah memang yang namanya Anggun disini ada dua? Yang satu Anggi dan yang satu dirimu Anggun!" Seru Faza.
"Aku tidak ada! Aku hanya fokus untuk menyelesaikan pendidikan ku dulu!" Ujar Anggun.
"Ya begitulah kakakku!" Kekeh Anggi diikuti Faza dan Lola yang juga ikut tertawa.
Sedangkan para lelaki hanya bisa diam sembari menikmati kopi mereka masing masing. Berbeda dengan Aven yang terus saja mengajak bicara namun sama sekali tidak ada yang menyahut dan itupun disahut dengan satu kata yakni 'hem' membuat Aven sangat tidak nyaman dengan para pria.
"Apa kau tidak lelah diam brother!?" Bisik Aven kepada Avan.
"Diamlah atau kurontokkan gigimu!" Ancam Avan yang terus saja menatap ke arah istri kecilnya.
Tidak hanya Avan namun juga Ricko,Wida, Irsyad, Aldi bahkan Will pun juga menatap ke arah wanita yang sangat mereka cintai dan sayangi. Karena tidak ada yang berharga menurut mereka kecuali keluarga.
"Om, Rafkan dimana?" Tanya Avan tiba tiba kepada Irsyad.
Semua pun menatap ke arah Avan.
"Sebentar lagi katanya dia sedang ke kamar mandi!" Jelas Irsyad yang dijawab anggukan kepala oleh Avan.
"Kenapa kau mencari Rafkan?" Heran Ricko.
"Hanya ingin memastikan sesuatu!" Jawab Avan dengan singkat.
__ADS_1
Astaga kenapa aku dikelilingi orang orang yang sangat sedingin es Gumam Aven.
...Selamat membaca...