Miss Heboh VS Mr Arogan

Miss Heboh VS Mr Arogan
part 69 Hamil?


__ADS_3

Sepulang dari restoran, di perjalanan menuju pulang Faza selalu merasa sakit di perutnya. Mungkin karena kebanyakan makan. Pikir Faza.


"Kenapa rasa sakitnya bertambah!" Rengek Faza.


Avan yang merasa khawatir dengan keadaan istrinya pun membelokkan mobilnya menuju rumah sakit. Ia langsung menggendong Faza setelah sampai dan langsung meminta Rafkan untuk mengatasi istrinya.


"Apa keluhannya?" Tanya Rafkan yang memulai pemeriksaannya dengan menghitung kecepatan detak jantung Faza.


"Kau tidak lihat dia kesakitan di perutnya!" Kesal Avan.


Rafkan dan Faza hanya memutar malas bola matanya. Mereka benar benar akan sulit menjalani pemeriksaan jika Avan ada di tengah tengah mereka.


"Rasanya seperti keram dok!" Seru Faza.


Rafkan hanya tersenyum dan mengangguk sembari dirinya memeriksa bagian tubuh Faza yang lain.


"Kau mau apa?" Bentak Avan saat Rafkan membuka baju Faza dibagian perutnya sehingga terlihatlah perut Faza.


"Aku sedang memeriksanya kau diamlah!" Sahut Rafkan.


Avan yang tidak terima pun langsung menutup perut Faza dengan menarik pakaian yang disingkapkan oleh Rafkan. Rafkan hanya mendengus menggelengkan kepalanya.


Jika seperti ini bagaimana dirinya akan memeriksa jika di atas perut Faza tertutup kain dan sekarang ditambah lagi tangan Avan yang menutupi. Avan seolah tidak membiarkan istrinya disentuh oleh pria lain.

__ADS_1


Dasar posesif! Gerutu Rafkan dibalik hatinya.


"Suamiku yang tampan! Biarkan dokter melakukannya kau tenang saja aku tidak akan menjadikan dokter ini suami keduaku!" Seloroh Faza.


Rafkan hanya terkekeh sedangkan Avan mendengus kesal. Istrinya menyebalkan menurutnya. Bagaimana bisa disaat Rafkan membuka auratnya dirinya malah membahas suami kedua.


Akhirnya Avan mengalah. Ia tidak dapat menahan Faza yang memohonnya dengan sangat menggemaskan dan imut menurutnya. Rafkan pun memulai pemeriksaannya sebelum Avan berubah pikiran dan semakin membuatnya kesal.


"Oke! Sebelumnya apa yang kau makan?" Tanya Rafkan sembari menyiapkan alat alat lebih lanjut untuk pemeriksaan rubah kecil Avan.


"Tadi? Aku makan udang, lobster, nasi, dan masih banyak lagi!" Jelas Faza terkekeh.


Avan dan Rafkan yang melihatnya menjadi ngeri sendiri. Faza ditanya apa yang dimakannya sekarang ia malah tersenyum membuat orang disekitarnya bergidik.


"Aduh Avan!" Pekik Faza saat merasakan sakit dikeningnya karena Avan menyentil keningnya.


"Kau kenapa tersenyum seperti itu!" Heran Avan.


"Aku masih membayangkan ternyata pukulan ku sangat kuat sehingga membuat kintilan itu pingsan!" Seloroh Faza.


"Kintilan?" Heran Rafkan.


"Kia!" Sahut Avan dengan singkat.

__ADS_1


"Kia mantanmu itu?" Tanya Rafkan dengan antusias. Dan Avan hanya mengangguk.


Rafkan pun menatap ke arah Faza dan Avan bergantian. Seolah ia ingin lebih tau bagaimana keadaan pasangan suami istri di depannya setelah didatangi masa lalu Avan.


"Tenang saja dok! Aku tadi sudah menghajarnya sampai giginya rontok" Kekeh Faza.


Rafkan hanya bisa menggelengkan kepalanya.


"Oke oke lanjut kepemeriksaan!" Ujar Rafkan.


Rafkan pun kembali menyingkapkan baju Faza membuat Avan menatapnya tajam. Namun kemarahannya mereda saat Faza bersikap manja di depan Rafkan. Karena tidak biasanya Faza bersikap manja. Pasti jika Avan bersikap posesif Faza pasti akan selalu marah marah dan mengeluarkan kata kata yang tidak dapat siapapun membalasnya. Namun sedangkan kali ini Faza benar benar bersifat manja dan menggemaskan.


Rafkan pun menaruh gel di atas perut Faza dan meletakkan alat yang semakin membuat Faza heran. Terlihatlah Rafkan yang tengah menggerakkan alat itu di seputaran perut Faza sampai ia menemukan titik yang membuat Rafkan tersenyum.


"Selamat kalian sudah mau menjadi orang tua!" Seru Rafkan tersenyum.


"Maksudnya?" Tanya Avan.


"Istrimu hamil!" Ujar Rafkan.


"Aku? Hamil? Bagaimana bisa? Dok aku itu---"


"Memakai kb?" Tanya Avan tiba tiba.

__ADS_1


Deg!


__ADS_2