Miss Heboh VS Mr Arogan

Miss Heboh VS Mr Arogan
part 33 Huwahhhh Black Cardddd!!!!!


__ADS_3

Malam ini diadakannya pernikahan untuk Aven dan Lola. Hanya keluarga Lola dan Aven saja yang datang karena keinginan Aven dan Lola sendiri. Twin A yang tau Aven menikah bahkan menikah dengan kejadian yang sama seperti saudara kembarnya terkejut.


Lola dengan Twin A sangat akrab apalagi dengan Anggun. Penghulu pun harus dibayar mahal karena pernikahan yang diadakan secara mendadak bahkan di malam hari.


Sorakan kata sah dan amin terdengar mengartikan saat ini Lola telah menyandang status sebagai seorang istri. Aven terlihat santai, bagaimana pun juga ia sama sekali tidak menerima pernikahan ini. Bahkan dalam doanya meminta agar dirinya cepat lepas dengan Lola.


Bu Inah dan Pak Ras pun tak menyangka putrinya yang masih kecil itu sudah menikah. Apalagi mengingat Lola anak satu satunya. Entah seharusnya mereka merasa bahagia dan terharu anaknya menikah namun inilah kebalikannya.


"Mulai sekarang kalian tinggal di sini sama Twin A! Mama sama Papa yang akan pindah!" Seru Leksa dengan mengacungkan jari telunjuknya.


"Terserah!" Ketus Aven yang langsung berlalu menuju kamar dimana sebelumnya ia tiduri.


"Aven!" Tegas Ricko membuat Aven menghentikan langkahnya dan berbalik.


Aven pun menatap papahnya yang tengah menatapnya tajam. Faza pula menatap tajam ke arah adik iparnya. Faza yang ingin menghampiri Aven untuk melakukan aksinya namun lebih dulu dihalau oleh Avan yang menariknya masuk ke dalam kamarnya.


"Bawa istrimu! Ingatlah disini banyak kamera yang akan mengintaimu. Jika kau berani berbuat sesuatu aku sendiri yang akan menghukum mu!" Seru Ricko yang menarik tangan Leksa untuk keluar dan menuju rumah mereka yang baru.


Aven pun menghela nafas dan hanya menatap Lola yang memakai kemeja namun tetap saja tidak ada aura kecantikan. Rambut terkucir dengan kaca mata yang masih menempel di mata nya.


"Sampai kapan kau akan berdiri disitu!" Ketus Aven.


"Kak Aven!" Bentak Anggi.


"Kalian antar dia ke kamarku!" Perintah Aven kepada kedua adiknya.


"Kak Aven mau kemana?" Tanya Anggun.


"Bukan urusan kalian sudah sana!" Kesal Aven.


Anggun dan Anggi pun membawa Lola untuk masuk kedalam kamar. Lola hanya bisa pasrah. Toh ini juga sudah takdirnya.


"Sini kamarnya Kak Aven. Jangan takut jika Kak Aven macam macam tinggal teriak aja kita pasti langsung siap 86 untuk langsung kesini!" Cerocos Anggi membuat Anggun dan Lola terkekeh.


"Terima kasih!" Seru Lola.


Anggun dan Anggi pun pergi meninggalkan Lola. Lola hanya bisa menghela nafas dan masuk kedalam kamar mandi untuk membersihkan diri. Dia hanya ingin segera tidur dan melupakan semua masalahnya.


Aven memilih untuk duduk di sofa ruang tamu dan bersantai disana. Ia tidak ingin masuk ke dalam kamar dimana ia akan berhadapan seorang wanita yang selama ini ia hindari.


Aven pun kembali mengingat bagaimana kisah cintanya dulu yang benar benar membuatnya kesal dan hanya ingin memanfaatkan yang namanya wanita.

__ADS_1


Flashback -


Aven yang ingin memberikan kejutannya kepada sang kekasih pun harus terhenti gerakannya saat melihat kekasihnya itu berjalan memasuki villa dimana ia akan mengadakan kejutan untuk melamar Vania.


Aven kala itu terkejut saat mengetahui keberadaan kekasihnya itu. Ia pikir jika Vania tau kalau dirinya memberi kejutan. Namun ada hal mengejutkan dibalik semua itu.


Ternyata Vania telah memiliki suami. Mereka menikah siri membuat Aven berjanji tidak ingin mengenal wanita untuk dihargai. Ia pasti akan membuat wanita dimanfaatkan.


Flashback end -


"Kak Aven kalau nggak masuk kamar aku aduin ke papah sama mamah liat aja nih!" Ancam Anggi mengeluarkan ponselnya dan mendial no Ricko.


Awalnya Aven biasa aja namun ia mulai resah saat no itu terhubung.


"Halo Pah!" Seru Anggi.


"hmm"


"Aku mau bilang kalau kak--"Suara Anggi terhenti kala Aven yang langsung berlari menuju kamarnya membuat Twin A tersenyum kemenangan.


"Kak apa?" Heran Ricko dibalik telepon menyadarkan Anggun dan Anggi.


"Tidak jadi pah tadi aku hanya mengancam Kak Aven hehe!" Kekeh Anggi yang langsung mematikan ponselnya membuat Ricko disana menghela nafas.


"Suamiku, aku harus membantu sahabatku!" Kesal Faza.


Avan pun tidak menghiraukan dan mengeluarkan black card nya. Melemparkan ke arah Faza. Untung dengan sigap Faza menangkapnya.


"Huwahhhhhh. Black cardddd!!!" Teriak Faza yang merasa terkejut saat ditangannya kini telah terdapat black card yang selama ini ia tonton di drama kesukaannya.


"Pakai itu, besok Pak Hermawan mengundangku untuk menghadiri ulang tahun kakak tirimu!" Seru Avan.


"Lalu? Kau kan yang diajak kenapa harus bilang kepadaku! Bukannya Kak thea adalah kekasihmu!" Jawab Faza tanpa menoleh dan masih menatap ke arah Black card nya.


"Aku mengajakmu!" Kesal Avan.


"Tidak! Aku tidak mau!" Pekik Faza.


"Kau itu istriku kau harus ikut!" Tekan Avan.


"Tapi--"

__ADS_1


"Jika kau menolak kurontokkan gigimu!" Geram Avan.


"Ya ya ya dasar suami pemaksa. Apa kau tidak ada kata lain selain gigi rontok?" Seloroh Faza.


Avan hanya menggelengkan kepalanya.


"Suamiku, apa ini untukku?" Tanya Faza sambil menunjukkan karu black card nya.


"hem!" Jawab Avan.


"Kalo kuhabiskan?"


"Kau tidak akan bisa menghabiskannya!" Ujar Avan.


"Oke, Besok aku akan berbelanja dengan Lola pulang sekolah!" Seru Faza dengan girangnya dan menyimpan kartu black cardnya ke dalam tas sekolahnya.


"Kau sudah memberi jadi jangan salahkan aku jika nanti itu akan habis!" Seru Faza tersenyum.


"Itu tidak akan habis!" Enteng Avan.


"Jika diberi jangan nolak tapi diterima dengan lapang hati. Dan aku lapang hati jika belanja banyak! HaHaHa!" Batin Faza menerawang masa besok akan berbelanja.


"Hei siapa yang menyuruhmu tidur!" Ketus Avan.


"Emang tidak ada! Aku tidur keinginanku sendiri masa iya harus ijin. Suamiku aku tidur dulu ya!" Kesal Faza.


"Hei!" Bentak Avan.


"Apalagi?" Geram Faza.


"Aku sudah memberimu nafkah lahir sekarang batinnya." Pinta Avan.


"Mesum!! Aku mau tidur!" Pekik Faza yang langsung terbaring.


"Aku akan memulainya!" Seringai Avan membuat Faza membalikkan tubuhnya.


"Aku lelah suamiku!" Rengek Faza.


Namun rengekannya tidak dihiraukan oleh Avan dan Avan tetap melanjutkan keinginannya. Untung saja kamera di kamar mereka sudah dilepas sehingga tidak masalah jika mereka melakukannya.


Doraemon!!!!! Bantu aku!!!Aku ingin cepat besok!! Cepat kan waktu!!!!

__ADS_1


...Follow ig:@Fatmass.s...


__ADS_2