
"Tuan sepertinya nyonya Lola harus dibawa ke rumah sakit. Karena sama seperti istri saya juga suka makan buah buahan yang masih mentah dan dicek kedokter katanya tidak apa apa karena itu adalah keinginan sang bayi" Jelas Pak Pri.
Aven mengerutkan keningnya tanda ia tidak tahu menahu tentang apa yang dibicarakan oleh Pak Pri. Benar saja Aven hanya tau bermain dengan wanita tanpa mengetahui bagaimana perjalanan sebagai seorang wanita.
"Kemungkinan nyonya Lola sedang hamil dan ngidam tuan! Itu maksud saya!" Tukas Pak Pri.
"Benarkah? Istriku hamil?" Girang Aven.
Aven pun tanpa menghiraukan Pak Pri ia langsung berlari menuju kamarnya dan menyusul Lola. Di sana ia langsung menghampiri Lola. Lola terjengkit kaget saat tiba tiba Aven menggendongnya dengan ala bridal.
"By, apa yang kau lakukan!! Turunkan aku!" Pekik Lola berteriak.
Lola sudah berusaha turun dari gendongan suaminya namun tetap saja ia tidak akan bisa menandingi tubuh Aven. Aven pun menggendong Lola dan melewati Pak Pri begitu saja.
Ia lupa karena saking bahagianya. Ia melupakan siapa yang memberinya pengertian. Jika saja bukan karena Pak Pri mungkin Aven tetap akan mengira Lola kesurupan atau sedang di santet. Dan bisa bisa Aven akan membawa Lola ke dukun.
...🍀🍀🍀...
Skip rumah sakit.
Di rumah sakit Aven langsung berlari melewati beberapa pengunjung. Bahkan sesekali ada yang mengejar Aven karena mereka tau bahwa itu adalah Aven Fitroni Mahardika.
Aven lupa jika ia seharusnya memesan dulu dan membooking rumah sakit atau dia yang memanggil dokter untuk ke apartemennya. Ya beginilah jika seseorang yang bodoh akan perasaan wanita dan ternyata dihadapi dengan kebahagiaan mendapatkan seorang buah hati.
"Aven kau gila!" Pekik Rafkan saat tiba tiba Aven menyelonong masuk ke dalam ruangannya. Dengan cepat pun Rafkan mengunci pintu agar para fans Aven tidak masuk ke dalam ruangannya.
"Aven!!!"
"Tuan Aven!!"
"Astaga Avenku!!"
"Ternyata tuan Aven lebih tampan dari pada di berita!!"
Banyak sekali teriakan para fans yang berdiri di depan ruangan Rafkan. Bahkan Aven sendiri lupa untuk membawa pengawal.
"Sial!" Umpat Aven
__ADS_1
"Kau yang salah by! Kenapa kita harus kerumah sakit!" Kesal Lola.
"Aku hanya ingin memastikan sesuatu by!" Ujar Aven mengecup sekilas bibir Lola didepan Rafkan.
"Astaughfirullah kalian benar benar!" Kesal Rafkan.
"Ih by malu maluin ada dokter juga!" Bisik Lola.
"Tenang saja by. Rafkan itu pria dewasa dia tau kalau suami istri harus seperti ini!" Ujar Aven yang dapat di dengar oleh Rafkan.
Rafkan menyebikkan bibirnya. Bisa bisanya dia dibilang seperti itu dan ditunjukkan hal yang intim. Bahkan Rafkan sendiri sama sekali belum memiliki kekasih namun Aven bilang ia pria dewasa yang tau jika hal itu wajar. Dasar seenaknya saja. Geram Rafkan.
"Apa mau mu kesini?" Tanya Rafkan.
"Aku mau mengecek istriku hamil atau tidak!" Ujar Aven membuat Lola membuka matanya lebar lebar.
'Aku? Hamil? Bagaimana bis-- Eh iya aku lupa jika aku sudah melepas kb ku!" Batin Lola.
Lola memutar bola matanya mencoba berpikir benarkah ia sedang hamil. Sementara ia sama sekali tidak mengalami hal seperti wanita hamil pada umunya. Tidak sama seperti di sinetron sinetron yang dilihatnya. Jika wanita hamil ia akan muntah dan pusing.
"By! Bagaimana kau tau jika aku hamil?" Tanya Lola.
"Astaughfirullah!" Gumam Rafkan.
"Cepat periksa istriku!" Pinta Aven.
"Baiklah sebelumnya aku mau tanya kapan terakhir kau haid?" Tanya Rafkan.
"Aku juga lupa! Oh iya aku belum haid dok semenjak satu bulan lebih. Aku kira aku hanya stress mungkin aku sedang hamil!" Seloroh Lola.
"Memang apa hubungannya haid dengan hamil?" Tanya Aven tiba tiba.
Rafkan dan Lola pun menatap ke arah Aven. Mereka sama sama heran dengan pertanyaan yang keluar dari mulut Aven.
"Iyalah by. Jika aku tidak haid kemungkinan aku hamil!" Jelas Lola.
"Memang iya?" Tanya Aven lagi.
__ADS_1
"Astaga ternyata penerus Mahardika sama sekali tidak tau tentang wanita!" Gumam Rafkan.
"Susahlah ayo berbaring disini!" Pinta Rafkan.
Lola pun berbaring dan Rafkan mulai memeriksa denyut nadi Lola. Di lanjut dengan apa yang ia lakukan dulu pada Faza. Namun perbedaannya adalah kini si suami hanya diam karena Aven yang tidak tahu menahu tentang apa pun.
Bahkan Rafkan sendiri menahan tawanya saat melihat bagaimana wajah bingung Aven saat dirinya dan Lola sedang berbicara tentang kehamilan.
"Selamat dugaan kalian benar! Istrimu hamil bro!" Ujar Rafkan.
"Benarkah?" Girang Aven.
Ia pun kembali merengkuh tubuh Lola dan menghujani sang istri dengan bibirnya.
"Tunggu tapi bagaimana kau bisa tau kalau istriku hamil?" Tanya Aven tiba tiba.
"Astaga by kamu itu bodoh banget sih!" Gerutu Lola.
"Jadi ini adalah alat usg atau lebih jelasnya alat dengan fungsi melihat ada apa di dalam serut seseorang seperti janin dan embrio yang menunjukkan bahwa si pasien sedang hamil dan mengandung!" Jelas Rafkan.
"Mana anakku?" Tanya Aven yang ingin melihat ke arah usg.
"Nah ini ada satu!" Seru Rafkan.
"Kenapa bulat lonjong kecil? Kenapa bentuknya tidak seperti manusia? Apa anakku jelmaan kacang tanah?" Heran Aven.
Lola membuka mulutnya lebar lebar saat mendengar penuturan Aven. Tidak hanya Lola melainkan Rafkan sendiri sampai geleng geleng kepala.
"Kehamilan dengan kurung waktu sembilan bulan sepuluh hari Ven. Ini masih dalam bentuk embrio. Semakin hari akan semakin terbentuk. Hanya proses. Kenapa kau bodoh sekali dalam hak ini!" Tukas Rafkan.
"Iya karena saat pelajaran seperti ini aku bolos karena tidak penting. Aku seorang pria jadi buat apa aku tau tentang itu semua!" Ujar Aven dengan santainya.
"Susahlah by intinya aku hamil!" Ucap Lola.
"Kau benar! Aku memang tidak tau tentang kau sebagai wanita sayang! Tapi ingatlah aku yang akan menjaga mu dan hatimu mulai saat ini dan masa depan. Terimakasih sayang kau itu istri tercinta dan sebentar lagi kita akan punya buah hati!" Ucap Aven yang membuat Lola terharu.
"Sama sama by!" Jawab Lola.
__ADS_1
"Dasar!" Gumam Rafkan.
"Yang ini, Aven bucin dan yang satunya lagi, Avan arogan! Fiks mereka cocok menjadi saudara!" Timpal Rafkan.