Miss Heboh VS Mr Arogan

Miss Heboh VS Mr Arogan
part 99 niatan sebenarnya


__ADS_3

"Lepaskan! Apa yang ingin kalian lakukan! Cepat lepaskan!" Teriak seorang yang kini tengah dipegang erat oleh beberapa suruhan Avan.


Who is? Siapa lagi jika bukan seseorang yang telah berniat membunuh faza, Faza yang merupakan wanita dan istri tersayang seorang Avan Mahardika.


Bima kini tengah berada di dalam mobil dengan beberapa orang suruhan Avan.


"Kenapa kalian menculikku!" Kesal Bima.


"Kau bertanya?" Ecoh suruhan Avan dengan nada meremehkan.


"Ku harus bertanggung jawab karena hampir membunuh nyonya kami!" Jelaa salah satu pengawal.


Bima pun membisu ternyata pengawal pengawal ini dan juga tuannya tau dan mengenali siapa dirinya.


Pasalnya ia telah merubah penampilannya dengan melakukan operasi plastik dan mengubah identitas dan informasi apapun tentangnya.


"Apa yang kalian maksud? Aku tidak tau siapa nyonya kalian kenapa menangkapku?" Elak Bima.


"Oh ya? Benarkah bukan kau? Mungkinkah kita salah orang? Tapi, kenapa kau beberapa hari yang lalu pergi untuk mengoperasi wajahmu?" Tanya salah satu pengawal.


"Menurutku wajahmu sudah sangat tampan untuk tidak perlu dioperasi!" Sahut salah satu dari mereka.

__ADS_1


"Dan juga di ktp tertulis nama Ricad sedangkan kau di sana memakai nama Bima?" Heran yang lainnya.


"Sial!" Umpat Bima.


Bima pun berpikir keras untuk dapat bebas dari dalam sana. Namun Mahardika tetaplah Mahardika. Apalagi dia sudah berniat untuk membunuh dan menghabisi salah satu keluarga yang sangat dicintai.


...🍀🍀🍀...


"Bagaimana mungkin Bima melakukannya! Aku tidak menyangka!" Gumam Rafkan.


"Tidak mungkin apanya!" Geram Avan.


"Aku tau siapa dia! Dia itu dokter sama sepertiku! Bahkan ia juga sangat bertanggung jawab pada keluarganya!" Jelas Rafkan yang masih tidak yakin bahwa Bima lah dokter yang ia rekomendasikan melakukan hal keji dengan membunuh Faza.


"Aku tau bro. Bima bahkan tidak mempunyai hubungan dengan dirimu! Tapi aku tidak tau apa motif sebenarnya!" Ujar Rafkan.


Rafkan menafsirkan pemikirannya membuat Avan sedikit bimbang. Pasalnya memang Rafkan tidak mengenal bahkan memiliki masalah dengan yang bernama Bima. Jika pun Bima memiliki masalah dengan Keluarga Mahardika lalu kenapa Faza yang harus mengalami?


"Kau benar!" Gumam Avan tiba tiba.


Ia pun segera mengeluarkan ponselnya dan juga menelepon Will untuk menyampaikan perintah dan keinginannya.

__ADS_1


"Hei bro! Aku ikut!" Pekik Rafkan saar Avan akan melangkahkan dirinya untuk pergi.


...🍀🍀🍀...


Sesampainya di ruang bawah tanah, kini tepat dimana manusia tahanan berada. Kumpulan kumpulan yang membuat masalah dan bermain dengan keluarga Mahardika.


Kini Bima menjadi salah satu alasannya. Kini ia juga tengah berada di antara kumpulan kumpulan yang ditahan.


"Siapa kau? Kenapa berani sekali berbuat hal itu?" Tanya Avan yang kini sudah ada Will mempersilahkan tuannya.


Namun Bima hanya tertawa walau sebenarnya ia tengah ketakutan. Ia juga akan tau ap yang terjdi pada dirinya.


"Kenapa kau melakukannya Bim?" Tanya Rafkan.


"Aku? Aku memang tidak memiliki maslah dengan mu!" Lirih Bima.


Tiba tiba Aven memasuki ruangan karena mendengar bahwa kini Avan telah menangko seseorang yang mencelakai dirinya.


"Tapi aku memiliki dendam denganmu!" Mata Bima memerah saat melihat kehadiran Aven di sana.


Aven sendiri terkejut. Tidak hanya dirinya namun juga yang lainnya. Bahkan Aven sendiri tidak mengenali siapa pria didepannya yang telah menyebutnya.

__ADS_1


"Apa?" Heran Aven mengangkat bahunya saat memang ia tidak tau apapun.


"Apa maksudmu?" Tanya Will.


__ADS_2