
Hari ini Lola ingin sekali untuk jalan jalan di mall. Tidak seperti Lola biasanya. Hormon kehamilan yang pertama ini sangat membuat sisi Lola yang lembut dan mengalah sekarang menjadi lebih agresif dan posesif.
Apalagi dengan Aven, Aven selalu saja dibatasi pergerakannya oleh Lola. Bahkan dengan Faza pun ia menjadi sangat pemarah. Aven juga akan dimarahi jika ia meminta dibuatkan makanan oleh maid. Aven hanya boleh meminta kepada Lola dan Lola lah yang meminta kepada maid tersebut.
"Kau mau beli apa by?" Tanya Aven yang ingin sekali segera pergi dari sana
Tak seperti biasanya Aven yang menemani para wanitanya dulu berbelanja. Dan sekarang demi istri tercintanya ia harus rela berkorban dari hati ke hati untuk menuruti permintaannya.
"Ya udah kita pulang aja yuk by. Aku tidak berminat untuk belanja.
huft
Aven hanya bisa menghela nafasnya lagi lagi dan lagi. Jika sampai ia protes walaupun itu dengan nada yang lembut maka Lola yang akan meluapkan emosi dengan mengomeli Aven.
"Oke kita pulang!" Pasrah Aven.
Dan dengan santainya Lola pun berjalan menuju parkiran dan meninggalkan Aven yang hanya bisa menggelengkan kepalanya.
Di saat perjalanan Aven mengawasi Lola dari belakang tiba tiba ia menoleh dan melihat bahwa ada pria berpakaian serba hitam dengan topi dan juga masker bersiap untuk melempar sesuatu.
Dengan sigap pun Aven berlari dan memeluk istrinya. Dan benar saja, ternyata batu lah yang terlempar dan tepat di punggung Aven yang tengah melindungi istrinya.
__ADS_1
Lola pun juga terkejut. Namun orang yang melemparnya kini sudah menghilang membuat Aven memukul mobilnya sendiri.
"Sial! Siapa dia!" Umpat Aven yang merasa geram karena seseorang telah membahayakan nyawa istrinya dan otomatis membahayakan anaknya.
Pandangan Lola pun beralih dan menatap batu yang tadi terlempar. Terdapat tulisan dari spidol putih meliputi batu itu. Lola pun mengambilnya membuat Aven juga melihatnya.
Anak kalian akan mati
Lola membulatkan matanya saat melihat tulisan di dalam batu itu. Apalagi Aven yang kini matanya tengah memerah. Dengan cepat pun ia membawa istrinya masuk kedalam.mobil dan segera menuju apartemen.
...๐๐๐...
Faza kini sedang berada di dalam kamar dengan Avan. Mereka sedang memadu kasih dengan rasa cinta yang tumbuh di hati mereka masing masing.
"Kenapa pas sekali!" Kekeh Faza yang mengambil ponselnya dan berjalan tanpa benang yang menutupi tubuhnya.
Avan yang melihatnya terkekeh kecil. Dulunya saja Faza masih sangat malu jika seperti ini. Dan sekarang tanpa berdosanya ia malah sangat berani.
"Dia semakin seksi saja jika hamil!" Gumam Avan.
Avan pun mengambil ponselnya. Ia mengangkatnya dan terkejut saat mendengar isi pesan yang disampaikan si penelpon.
__ADS_1
"Anakmu akan mati!"
Pyarrrr!!!!
Avan yang terkejut pun menoleh ke arah Faza. Faza menjatuhkan ponselnya membuat Avan mengerti jika Faza juga mendapatkan dari si penelepon dengan pesan yang sama.
"Avan!" Lirih Faza.
Avan pun berlalu dan merengkuh tubuh istrinya. Dan benar saja beberapa saat Faza pun menangis. Hormon kehamilan Faza ini adalah sangat sangat sering menangis. Tidak seperti Faza pada umumnya yang bar bar dan tidak mudah menangis.
"Tenanglah!" Seru Avan.
"Bagaimana aku bisa tenang. Suamiku! Orang itu bilang anak kita akan mati. Siapa ibu yang rela anaknya meninggal. Ini anak ku dan anakmu!" Isak Faza.
"Anak anak kita tidak akan kenapa kenapa sayang berhentilah menangis!" Ujar Avan menenangkan istrinya.
Saat ini ia tengah marah saat tiba tiba teror datang kepadanya. Namun saat ini bukanlah saat yang tepat. Ia akan menyelesaikan nanti dan sekarang ia harus menenangkan istrinya terlebih dahulu.
"Tidurlah, aku akan menjagamu dan anak anak kita!" Seru Avan.
Faza mengangguk dan membaringkan tubuhnya dibantu oleh Avan, Setelah istrinya tertidur barulah dia membersihkan dan memakai pakaiannya.
__ADS_1
hayooo yuk tebak siapa siapa?๐๐๐
bocoran pasti kalian ngiranya Thea ya???? hayooo tapii bukannnnn๐คฃ๐คฃ