
"Ikutilah rencanaku dan aku tidak akan mengurungmu lagi!" Seru Rako membelai lembut pipi Kia.
Kia hanya diam. Sungguh ia sangat lelah bahkan untuk bergerak. Ingin sekali rasanya Kia segera pergi dari tempat terkutuk itu. Namun apa dayanya. Rako memiliki akses dan lebih berkuasa disini. Ponselnya bahkan di ambil oleh Rako membuat dirinya tidak dapat meminta bantuan siapapun.
"Untuk apa aku melakukannya? Tidak ada gunanya kau melepasku. Kau sudah membuatku hancur Rako!" Teriak Kia diiringi tangisannya yang kembali.
Rako mengusap air mata yang keluar dari mata Kia. Mengecup sekilas dan kembali memeluk tubuh Kia dan tidak dengan mendekap Kia. Ingin sekali rasanya melepaskan diri. Ia benar benar merasa kotor.
"Tidurlah!" Ujar Rako.
"Bagaimana aku bisa tidur setelah apa yang kau lakukan!" Lirih Kia.
Pada akhirnya pun Kia tertidur dalam dekapan Rako. Mengecup sekilas kening Kia dan Rako kembali memejamkan matanya.
...🍀🍀🍀...
"Suamiku! Oh suamiku!" Ujar Faza.
"Ada apa?" Seru Avan dengan dinginnya.
"Tolong ambilkan handukku!" Pinta Faza dengan puppy eyes nya.
Avan menghela nafasnya. Kenapa di saat ia ingin menunjukkan kekesalannya seakan akan Faza tidak peduli dan menganggap kekesalannya hanya angin lewat.
Avan pun mengambil handuk dan memberikan handuknya kepada Faza.
__ADS_1
"Suamiku! oh suamiku!" Panggil Faza lagi membuat Avan mencoba menahan nafasnya.
"Apa lagi?" Ujar Avan.
"Ambilkan jepit rambutku!" Rengek Faza.
"Kau kan bisa ambil sendiri!" Geram Avan.
"Gimana sih!" Gerutu Faza.
"Sepertinya anak kita belum mengenal siapa daddynya makanya ia sering menyiksaku!" Gumam Avan.
"Suamiku apa maksudmu?" Heran Faza.
Avan hanya diam dan malah mendekat ke arah Faza yang tengah berdiri di depan pintu kamar mandi. Faza yang ketakutan oun akhirnya memilih berlari dan menutup pintu. Naas, Avan lebih cepat dari gerakan Faza.
"Menjenguk anakku agar mereka mengenal siapa daddynya!" Seloroh Avan.
"Memang ada seperti itu!" Ujar Faza mengerucutkan bibirnya.
"Ada! Buktinya suamimu ini!" Bangga Avan.
...🍀🍀🍀...
Rako yang telah bangun dari tidurnya lebih dulu. Ia memilih untuk bangun dan membersihkan dirinya. Namun di saat ia berdiri seperti ada yabg mengganjal di hatinya. Kemarin bersama Kia ia merasakan nikmat yabg luar biasa, seperti ia menembus sesuatu.
__ADS_1
Dan benar saja saat Rako menoleh ke arah ranjang dimana Kia tertidur terdapat bercak darah merah dan Rako sangat yakin bahwa itu adalah darah yang menunjukkan Kia yang masih perawan.
"Bagaimana ia masih perawan?" Heran Rako.
Beberapa saat akhirnya Rako tersenyum kecil. Kini Kia telah menyandang status sebagai wanita.
Ya benar. Wanitanya Rako.
Rako pun mengurungkan niatnya dan kembali merebahkan tubuhnya di samping Kia yang tengah tertidur pulas itu. Di usapnya lembut rambut dan wajah Kia bergantian. Ia tidak menyangka seseorang yang ia pikir jahat kini ternyata masih menjaga kehormatannya sebagai wanita.
"Kenapa aku jadi malas jika mengingat Thea!" Gumam Rako.
"Kau itu kenapa masih perawan? Padahal niatku adalah menjadikanmu bed warmer ku saja!" Gerutu Rako.
"Aku memang orang jahat! Tapi aku juga punya hati sebagai seorang pria!" Gumam Rako tersenyum.
Tiba tiba di saat Rako masih sibuk menatap dan bermonolog dengan Kia yang tertidur. Ia dikejutkan oleh telepon yang berbunyi. Ia pun beranjak dan mengambil ponselnya.
"Ada apa?" Tanya Rako.
"Baiklah suruh dia menunggu di ruanganku!" Ujar Rako.
Rako pun menutup panggilannya dan memilih untuk membersihkan diri.
"Kenapa aku jadi malas bertemu Thea!" Gerutu Rako.
__ADS_1
"Kenapa di pikir pikir Thea itu sangat murahan! Bahkan aku bukan yang pertama menyentuhnya. Dia juga yang selalu menghampiriku lebih dulu! Akhh aku gila dan semua ini karena Kia. Kenapa juga dia itu masih perawan!" Geram Rako bermonolog sembari membersihkan tubuhnya di bawah guyuran shower.
Ralat: Buat semua yang memfollow ig ku @Fatmass. Karena kesalahan ada yang membajak akun itu. Jadi buat yang memfollow harap di unfol ya dan follow akun asliku yang @vina_ekaftmwt. Terima kasih