
Satu bulan kemudian....
Rako dan Kia semakin hari hubungan mereka semakin harmonis. Mereka sama sekali tidak mendengar tentang keberadaan si Thea.
Hari ini Kia ingin mengajak Rako untuk.bertemu dengan Avan. Sudah satu bulan lamanya pada akhirnya Rako mau untuk dipertemukan dengan Avan.
Avan dan Faza saat ini sedang bersiap siap untuk bertemu dengan Rako dan Kia. Seperti biasa Avan akan selalu mendapatkan permintaan istrinya yang saat ini sudah ia buntingi.
"Suamiku! Kau kesana ingin pakai baju itu?" Tanya Faza saat melihat suaminya mengenakan pakaian formal dimana biasanya Avan gunakan untuk bekerja.
"Iya memang kenapa?" Heran Avan karena menurutnya pakaiannya tidak ada yang salah. Bahkan sangat sopan.
Ya tapi tidak dengan Faza. Ia menganggap suaminya terlalu sopan. Bahkan saat acara bertemu dengan teman saja Avan harus memakai pakaian saat ia akan pergi bekerja.
Memang semua itu harus memakai jas saja. pikir Faza.
"Ayo ganti!" Pekik Faza tiba tiba.
"Aku tidak mau! Memang ada yang salah?" Tanya Avan.
"Ya, kau itu mau bertemu dengan temanmu dan seharusnya kau tidak memakai baju ini! Memang kau akan ke kantor!" Sahut Faza dengan kesal.
"Sudahlah! Tidak ada waktu ayo cepat!" Seru Avan.
"No suamiku kau harus ganti baju!" Ujar Faza yang tetap bersikukuh untuk berniat agar suaminya mengganti pakaiannya.
Avan hanya menghela nafas dan memilih untuk mengalah. Dari pada harga dirinya jatuh hanya dengan beradu mulut dengan Faza. Bagaimana pun julukan Faza masih sama. Rubah dengan beribu macam mulut. Haha singkatnya julukan baru.
"Lalu aku harus pakai yang mana?" Tanya Avan kepada istrinya.
Faza pun memilih untuk mengotak atik lemari. Sedangkan Avan hanya melihat jam nya. Menyebikkan bibirnya karena Faza yang lama sekali memilih pakaian untuknya.
Ini merupakan kesalahan besar dengan meminta Faza untuk memilihkannya pakaian. Ia pun memilih untuk menghubungi Kia dan memberi tau jika dirinya dan Faza akan terlambat untuk ke tempat dimana mereka bertemu.
"Cepatlah Faza! Jangan membuang waktu!" Kesal Avan.
__ADS_1
Faza pun mengehentikan kegiatannya dan lebih memilih menatap tajam ke arah Avan.
"Apa kau bilang? Coba kau ulangi!" Sungut Faza.
"Tidak jadi! Kau lanjutkan saja!" Ujar Avan.
Kenapa jadi aku yang takut. Bukannya harusnya dia yang takut padaku! Jika saja ia tidak menjadi istriku mungkin saja ia sudah kumasukkan penjara.Dan bukan karena ia hamil anakku mungkin aku akan menghajarnya!"" Gumam Avan sembari menatap kesal ke arah punggung Faza yang tengah mencari pakaian untuknya.
...🍀🍀🍀...
"Kenapa lama sekali!" Kesal Rako.
"Ia dia barusan bilang jika ia akan terlambat!" Tukas Kia.
"Huh dia menyebalkan!" Geram Rako membuat Kia terkekeh.
"Istrinya sedang hamil. Mungkin saja karena istrinya!" Jelas Kia.
Rako pun menatap ke arah Kia. Ia tidak menyangka akan mendapatkan wanita yang dulunya juga sangat ia inginkan.
"Iya?" Jawab Kia.
"Aku mencintaimu!" Ujar Rako tiba tiba.
Kia menatap Rako dengan intens. Ia hanya tersenyum mendapati pernyataan cinta dari sahabat sekaligus suaminya.
"Kenapa kau tiba tiba bicara seperti itu!" Heran Kia.
"Ya karena aku tidak menyangka bisa kembali memilikimu setelah sekian lama!" Ujar Rako.
"Jika bukan karena aku dulu memasukimu mungkin kau tidak akan mau menikah denganku!" Timpal Rako.
"Rako!!!" Kesal Kia.
...🍀🍀🍀...
__ADS_1
"Lola hentikan perutmu akan sakit!" Pekik Aven.
Lola menggeleng. Ia masih saja sibuk memakan makanan yang menurut Aven aneh. Lola memakan rujak namun buahnya masih sangat sangat kecut tidak pada umumnya rujak dibuat.
Ditambah lagi Lola yang belum makan nasi membuat Aven semakin khawatir. Ia heran karena tiba tiba Lola meminta makanan aneh dan akan menangis jika tidak dituruti.
Dan Aven hanya bisa menuruti istrinya itu.
"Tidak by! Ini enak sekali?" Seru Lola sembari memakan rujaknya.
"Setelah ini kau makan nasi! Dan kita kedokter agar perutmu itu tidak bermasalah!" Ujar Aven dengan tegas.
"Aku tidak mau! Aku mau kekamar saja!" Sungut Lola.
Aven pun hanya menghela nafas dan memilih untuk meminum kopinya.
"Oh iya aku juga mau uwuw uwuw dengan suamiku!" Timpal Lola tiba tiba.
Byurrrrr.
Sembrutan kopi yang tadi diminum Aven sekarang sudah habis. Bukan diminum melainkan disemburkannya mendengar permintaan istrinya.
"Uwuw uwuw?" Heran Aven meyakinkan kembali bahwa yang didengarnya adalah salah.
"Iya sayangku! Ayo!! Atau kita melakukannya disini saja?" Goda Lola membuat Aven tercekat.
Ya mereka sudah tidak tinggal lagi di mansion. Avan memilih tinggal di rumah yang baru saja ia beli sebagai hadiah resepsi pernikahannya dengan Faza satu bulan lalu. Sedangkan Aven kembali menempati apartemennya yang dulu.
"Kau sakit?" Tanya Aven lagi lagi untuk memastikan bahwa saat ini Lola bukanlah Lola istrinya.
"Iya aku sakit ini! Aku sakit karena menahan suamiku yang tidak mau melayaniku!" Gerutu Lola.
"Kau bukan Lola! Kau pasti disantet! Benarkan? Kau pasti hantu! Aaaa tolong hantu!! Istriku disantet Tolong!" Teriak Aven histeris meminta pertolongan dan berlari keluar apartemen.
Lola sampai mengerutkan keningnya.
__ADS_1
"Sekarang siapa yang sakit coba!" Gumam Lola