Miss Heboh VS Mr Arogan

Miss Heboh VS Mr Arogan
part 27 sewot


__ADS_3

"Mereka itu sangat cocok sekali" Teriak Aven yang masih dengan tawanya


Sedangkan Avan sudah menggendong istrinya menuju kamarnya. Walaupun Faza mendumel tapi tidak menyurutkan keinginan suaminya itu. Meninggalkan Aven yang mengganggunya mulai dari tadi siang sampai malam.


Bagaimana tidak kesal.


"Suamiku aku lapar!" Rengek Faza saat tubuhnya sudah terlempar ke ranjang.


"Itu salahmu. Aku sudah menyuruhmu makan tapi kau malah sibuk bicara!" Kesal Avan yang sudah mulai menindih tubuh istrinya itu.


Faza mengerucutkan bibirnya dan kesal dengan Avan. Namun kekesalannya itu terhenti kala suaminya membuka pakaiannya. Dia lupa jika saat ini sedang di kamar bahkan diranjang dengan posisi yang sangat intim.


"Kau...kau mau apa?" Tanya Faza saat Avan sudah selesai membuka pakaiannya.


"Aku ingin memakanmu!" Bisik Avan.


"Aku tidak mau mati dulu! lepaskan aku kenapa kau jadi pemakan daging manusia!" Pekik Faza meronta untuk melepas dari jeratan Avan.


Avan yang merasa kesal karena istrinya itu masih belum paham akhirnya lebih memilih melancarkan aksinya dengan mencium bibir Faza membuat Faza terdiam.


'Dia mau memakan ku atau ingin? Ah tidak!'


Setelah bergelut dengan pemikirannya akhirnya Faza tersadar dan mulai memberontak dari ciuman itu. Avan tidak bergeming dan hanya ingin satu. Menyatu dengan istrinya saat ini.


Faza yang juga sudah terdiam pasrah juga sudah terlena. Toh dia juga sudah tidak perawan dan yang lebih penting yang didepannya ini adalah suaminya.


Biarkan saja. Lebih baik menerima kenikmatan surga hahaha Seloroh Faza di dalam hati dan mulai membalas setiap perlakuan Avan.


Mengalungkan tangannya dileher suaminya. Namun kegiatan mereka terhenti kala merasakan ada yang sedang menyaksikan mereka. Avan pun melepas pagutannya.


"Suamiku? sepertinya ada yang aneh?" Tanya Faza.


Avan hanya diam. Dia menoleh ke arah pintu dan benar saja ******** kecil itu sedang dengan santainya berdiri menyaksikan adegan intim pasangan suami istri yang sedang bertaut bibir.


"Brengsek!!" Teriak Avan turun dari tubuh Faza dan menghampiri Aven.


Ditariknya saudara kembar yang sedang tersenyum itu untuk keluar dari kamarnya.


"Woy santai aja. Aku sudah pernah melakukan itu bahkan dengan berbagai macam sarang!" Seloroh Aven yang mendapat bogeman dari Avan.


"Hei kenapa kau memukulku!" Teriak Aven tidak terima karena Avan memukulnya dengan sangat keras sehingga warna memarnya mulai terlihat.

__ADS_1


"Berani sekali kau! Pergi dari sini!" Tegas Avan yang langsung menutup pintu dengan keras dan menguncinya meninggalkan Aven yang tengah mengusap bibirnya itu.


Disaat ia akan kembali menuju ranjang ternyata istrinya sudah tertidur pulas membuat Avan menghela nafas.


dasar ******** tengil Umpat Avan.


Avan pun memilih memasuki kamar mandi nya dan menyelesaikan urusannya dengan berat hati dan kembali tidur disamping istrinya.


...🍀🍀🍀...


"Avan benar benar keterlaluan!" Umpat Aven di dalam mobilnya dan menahan sakit di bibirnya.


Aven pun turun dan mulai memasuki apartemennya. Duduk bersandar dan ingin menelepon salah satu wanitanya. Melihat adegan Avan dan Faza membuat dirinya panas dan ingin menyalurkan hasratnya.


Namun sebelum itu Aven mendengar suara deringan mobil dan ia tahu mobil siapa itu. Aven mengernyitkan dahinya melihat mobil milik papahnya yang memasuki wilayah apartemennya.


Ada apa lagi ini


"Pah mah kalian ngapain kesini?" Heran Aven.


"Kau itu! Mamahmu datang kau malah tidak suka!" Kesal Leksa.


"Oke mamah mau bilang kalo mamah mau jodohin kamu sama anaknya om Wida." Seru Leksa to the poin.


Aven terbelalak mendengarnya. Menggeleng cepat tanda tidak ingin dijodohkan. Baginya wanita adalah hal ribet. Sedikit nangis sedikit marah, matre, dan sebagainya membuat Aven sangat enggan untuk berpacaran apalagi menikah.


"Aven nggak mau!" Tegas Aven.


"Aven" Tekan Ricko melayangkan tatapan tajamnya


Aven menghela nafasnya.


"Jika kalian kesini hanya ingin membicarakan perjodohan lebih baik kalian pergi dari sini karena sampai kapanpun aku tidak akan pernah ingin dijodohkan!" Ujar Aven.


"Aven mamah mohon!" Pinta Leksa.


"Maafin Aven mah tapi Aven nggak mau!" Ujar Aven.


Leksa dan Ricko menuruti keinginan anaknya untuk tidak ingin dijodohkan itu. Namun bukan Leksa namanya jika tidak bisa membuat Aven menikah karena Leksa bertekad akan mengatur dan menyusun rencananya.


Leksa dan Ricko hanya berbincang dengan Aven namun bukan perjodohan pastinya. Ricko membicarakan bisnis dengan Aven.

__ADS_1


...🍀🍀🍀...


Tengah malam Avan terbangun dan meraba Faza disampingnya namun tidak ada guling hangat kesukaannya di sana. Avan mengernyitkan dahinya saat melihat jam masih menunjukkan pukul tengah malam


Avan pun beranjak dan mencari keberadaan istri kecilnya dan menemukan Faza yang tengah makan di meja makan. Avan pun tersenyum kecil dan menghampiri istrinya yang tengah makan itu.


"Kau tau makan di malam hari itu tidak baik!" Seru Avan tiba tiba membuat Faza menghentikan makannya dan menatap tajam ke arah suaminya itu.


"Semua gara gara kau. Aku tidak bisa makan malam tadi!" Gerutu Faza mengerucutkan bibirnya.


"Cepat habis kan makananmu dan kita lanjutkan yang terlewat tadi!" Bisik Avan yang mendekatkan kursinya ke Faza.


"Uhuk uhuk!" Faza tersedak dari makanannya dan segera mengambil minumnya.


"Kenapa kau membuat selera makanku hilang. Kau membicarakan hal mesum saat aku masih makan!" Geram Faza yang berdiri dari kursinya dan berjalan meninggalkan Avan.


Avan terkekeh dan mengejar istrinya dan pastinya untuk mengulangi hal yang tertunda gara gara Aven tadi.


"Aaa!" Teriak Faza saat tiba tiba tubuhnya melayang dan dapat dipastikan Avan yang tengah menggendongnya itu.


"Jalanmu lambat sekali" Timpal Avan


"Aku yang punya kaki kenapa situ yang sewot!" Sinis Faza.


Cup


"Diamlah!" Ucap Avan.


"Lepaskan aku. Aku itu sangat mengantuk. Besok aku harus sekolah suamiku ini sudah tengah malam. Mau tidur jam berapa aku nanti!" Gerutu Faza merengek pada Avan.


"Semua salahmu jika saja tadi kau tidak tertidur maka saat ini mungkin sudah selesai" Jawab Avan dan melemparkan tubuh kecil itu ke ranjang.


'Dasar suami berhasrat tinggi' Gumam Faza


"Aku memang laki laki memiliki hasrat tinggi apalagi aku sudah memiliki istri!" Jawab Avan dengan entengnya.


Gila! Sangat gila. dia bisa membaca pikiranku. Dan apa tadi dia bilang? jadi sebelum menikah dia juga berhasrat dengan wanita lain? oh tidak aku membencimu.


Mereka pun melakukan penyatuannya di tengah malam tanpa memperdulikan rasa kantuk dan lelah yang ada pada diri Faza. Karena memang Faza juga menikmati kehangatannya bersama Avan.


...ig:@Fatmass.s...

__ADS_1


__ADS_2