
Waktu makan malam, Faza terus saja diam. Dia tidak menghiraukan Avan atau Will karena mood nya benar benar buruk. Sesekali dia tidak menghiraukan Avan yang sedang mengajaknya bicara dan hanya ketus saat menjawabnya.
"Apa kau tidak lelah?" Tanya Avan di sela sela makannya.
"Enggak!" Ketus Faza.
"Itu hakku kenapa kau marah? bukannya itu sudah kewajiban seorang istri?" Seru Avan membuat Faza menatapnya tajam.
BRAK.
Faza menggerbrak meja membuat Avan terkejut.
"Kenapa kau seenaknya sendiri! Aku mau menikah karena mamah yang minta. Walaupun aku sebenarnya tidak mau! Aku..aku hiks hiks!" Setelah meluapkan amarahnya Faza tiba tiba menangis.
Avan yang dari tadi mendengar celotehan Faza seketika dibuat terkejut saat Faza menangis. Avan mencoba mendekat namun semakin membuat Faza kesal.
"huuuu kau jahat! aku benci kau!" Teriak Faza yang langsung berlari meninggalkan Avan.
"Dia itu!" Avan menggelengkan kepalanya melihat tingkah istrinya itu.
"Aku lupa jika aku menikahi gadis yang benar benar heboh!" Kekeh Avan.
......🍀🍀🍀......
Keesokan paginya Faza terbangun dan melihat Avan yang tengah ada di sampingnya. Kemarin ia benar benar kesal dengan sifat Avan yang seenaknya. Mengancam mengancam dan mengancam. Itulah yang ada dihidupnya.
Kemarin Faza tidak ingin tidur seranjang dengan Avan namun Avan mengancamnya akan melakukannya. Faza ingin ada guling yang menengahi mereka saat tidur namun Avan malah mengancamnya membuat Faza ingin sekali membunuh pria yang sudah menjadi suaminya itu.
"Dasar pemaksa!" Kesal Faza.
Faza pun bangun dan membersihkan diri bersiap untuk sekolah namun lebih dulu Avan bangun dan menarik lengannya membuat Faza kembali terjerembab di atas tubuh Avan.
"Apa kau masih marah?" Goda Avan.
"Minggir aku mau mandi!" Geram Faza.
"Mandi berdua bagaimana?" Goda Avan lagi yang sembari mengerlingkan salah satu matanya.
"Aku mau sekolah suamiku! Jika kita mandi berdua disekolah aku harus naik kursi roda? Iya?" Tekan Faza yang benar benar kesal dengan tingkah Avan yang seenak jidatnya.
Avan tertawa keras mendengar perkataan Faza. Dan ini kali pertamanya Faza mendengar dan melihat suaminya itu tertawa.
"Kenapa bisa naik kursi roda?" Tanya Avan berpura pura.
"Karena tidak bisa jalan karena sakit ini ku!" Polos Faza menjawab dengan menunjuk bagian intinya.
"Kenapa bisa? Kan hanya mandi!" Lagi lagi Avan membuat Faza mendengus.
"Karena ini masuk kesini!" Polos Faza.
Hahaha. Avan kembali mengeluarkan tawanya melihat kepolosan istri kecilnya.
__ADS_1
"Biar aku coba!" Seru Avan.
"Aku mau sekolah!" Teriak Faza mendorong tubuh Avan dan berlari ke kamar mandi.
"why you so cute!" Gumam Avan tersenyum menatap kepergian Faza.
...🍀🍀🍀...
Seperi biasanya Faza diantar dengan mobil Avan dengan Will yang menyetir.
"Will tanganmu masih utuh?" Heran Faza membuat Will dan Avan heran dengan pertanyaan Faza.
"Memang tangan Will masih utuh" Seru Avan.
"Iya maksudnya kemarin dia push up berapa kali? kenapa bisa biasa aja!" Gumam Faza membuat Avan mengerti arah pembicaraan Faza.
Will hanya bisa diam walau sebenarnya tangannya memang sedikit pegal namun sudah dipijatkan oleh seorang yang disukainya.
Flashback-
Waktu itu setelah dari apartemen Avan dan melakukan push up. Will disuruh oleh Ricko untuk ke mansion utama. Disana ia disuruh untuk mengerjakan tumpukan berkas.
Anggun yang melihatnya sedikit heran karena tangan Will yang gemetaran saat memegang tumpukan berkas.
"Kak Will sakit?" Tanya Anggun dan Will hanya menggeleng.
"Hanya pegal!" Ujar Will.
"Kakakmu menghukum ku push up 300 kali!" Jawab Will.
Anggun yang mendengarnya terkejut. Angka 300 bukanlah angka yang sedikit. Dia saja waktu olahraga push up 5 kali tangannya sudah keram apa lagi 300 kali.
"Tunggu kak!" Ujar Anggun yang langsung berlari mengambil sesuatu.
Will tersenyum menatap ke arah wanita jelek dihadapannya. Walaupun jelek dia sangat mengagumi Anggun. Mulai dari sifatnya, caranya berbicara, tatapannya semua ada di pikiran Will entah sejak kapan.
Anggun pun datang dengan membawa balsem ditangannya. Menyuruh Will agar duduk di sofa dan Anggun disampingnya. Awalnya Anggun ragu untuk menyuruh Will.
"Kakak emm maaf kakak bisa emm.." Anggun menggigit bibirnya karena bingung dan malu.
"Katakan!" Seru Will.
"Bisa tidak kakak itu emm sedikit menaikkan baju lengannya!" Lirih Anggun malu malu membuat Will tersenyum.
Will pun menaikkan lengan bajunya dan membiarkan Anggun ingin melakukan apa.
"Maaf ya kak!" Seru Anggun sembari membenarkan kaca matanya.
Anggun pun mengolesi balsem keseluruh permukaan kulit bagian lengan Will. Wajahnya memerah saat melihat otot otot yang ada di lengan Will. Will yang melihatnya pun tersenyum sangat tipis sehingga tidak terlihat sama sekali senyumannya. Anggun pun dengan telaten memberikan pijatannya ke pada Will. Dia juga sering membaca buku mengenai terapi dan pijatan.
Will masih setia dan terus saja menatap ke arah Anggun yang tengah sibuk memberinya pijatan.
__ADS_1
"Sudah!" Seru Anggun.
"Terima kasih!" Seru Will dan Anggun hanya mengangguk dan segera berlari menuju kamarnya.
Will menggelengkan kepalanya melihat Anggun. Setelah beberapa kalimat diucapkannya pada Will selalu saja setelah itu Anggun akan langsung berlari.
"Lumayan!" Gumam Will saat merasakan enak di tangannya.
...🍀🍀🍀...
"Saya tidak apa apa Nyonya!" Seru Will.
"Kau memang benar benar hebat Will. Jempol dua!" Seloroh Faza mengacungkan kedua jempolnya.
Avan pun menepuk tangan Faza itu membuat Faza kaget. Sedangkan Will hanya diam. Ia tahu pasti Avan tengah dilanda kecemburuan.
"Suamiku!" Sungut Faza.
"Kita sudah sampai Nyonya!" Seru Will tiba tiba.
Faza pun segera keluar dari mobil Avan. Dirinya membuka pintu mobil berniat turun namun lebih dulu Avan mencegahnya.
"Hei istri macam apa kau tidak memberikan suamimu kecupan!" Seru Avan membuat Faza memukul lengan suaminya itu.
"Nyebelin!" Gerutu Faza.
"Ayo cepat cium aku atau kau tidak akan sekolah!" Ancam Avan.
"Kenapa kau suka sekali mengancam!" Kesal Faza.
Faza.pun mendekat ke arah Avan dan mengecup kening dan kedua pipi Avan.Dia lupa bahwa disana masih terdapat Will dan pintu mobil yang terbuka.
Will tidak peduli akan hal itu. Ia harus dan akan selalu melihat adegan itu.
"Hei tunggu!" Teriak Avan.
"Apalagi!" Sungut Faza.
"Sini belum!" Ujar Avan menunjuk bibirnya.
"Apa?" Pekik Faza.
Avan pun tidak menghiraukan dan hanya menunggu Faza mencium bibirnya. Faza mendengus dan mengikuti apa yang disuruh suaminya itu. Namun Avan menahan semuanya sehingga terjadilah tukar menukar saliva. Will mengutuk tuan dan istri tuannya itu karena telah membuat matanya ternodai.
Thomas dan kawan kawan yang melihatnya dari balik pintu membuat mereka diam tercengang menyaksikan adegan dewasa di depan mereka. Avan dan Faza masih tidak menyadari mereka sama sama terhanyut dengan mata yang terpejam.
"Ehem!" Thomas pun membuka suara membuat Faza menghentikan dan menarik tubuhnya.
Faza terkejut dan malu dengan tingkahnya dan suaminya itu.
"Faza aku ingin mencoba melakukan itu tadi denganmu!" Seloroh Thomas membuat Avan bersiap untuk berperang.
__ADS_1
...ig:@Fatmass.s...