Miss Heboh VS Mr Arogan

Miss Heboh VS Mr Arogan
part 77 (musim kedua) masa kelam Rako


__ADS_3

"Bagaimanapun aku masih membutuhkan Thea untuk membalaskan dendam ku kepada Avan!" Gumam Rako.


Sesampainya di ruang kerjanya. Terlihatlah di sana bagaimana Thea duduk dengan gaya seksinya membuat Rako tidak dapat memalingkan wajahnya. Ia membutuhkan belaian setelah istrinya meninggal.


Ya dia duda yang ditinggal istrinya. Namun itu semua tidak membuat Rako bersedih. Karena di waktu itu Rako dijodohkan oleh orang tuanya dan disaat itu juga ia masih memiliki rasa dengan Kia.


Flashback


Di tengah taman indah kini pria berwibawa dengan bunga ditangannya sedang bersiap untuk melamar sahabatnya sendiri. Dan yang tak lain adalah Kia.


"Ada apa Rako kau mengajakku? Tumben sekali?" Tanya Kia setelah dia sampai di hadapan Rako.


Setelah hening beberapa saat dan pada akhirnya Rako menghela nafas dan mencoba untuk mengutarakan keinginannya.


"Ki, Mau kah kau menjadi istriku? Pendampingku untuk saat ini dan masa depan?" Tanya Rako dengan sangat tulus.


Kia terkejut. Terlihat dari ekspresi dan raut wajahnya saat Rako mengutarakan semuanya.


"Rako, Bukannya aku tidak mau tapi--"


"Kau menolakku?" Kesah Rako.


"Bukan tapi aku sudah menjadi milik orang lain dan kau kenal siapa dia!" Seru Kia sembari menerima pelan bunga digenggaman Rako.


"Aku terima bunganya sebagai persahabatan kita saja!" Ujar Kia dengan tersenyum.

__ADS_1


Namun tidak dengan Rako. Terlihatlah bagaimana kecewanya Rako saat ternyata wanita yang dicintainya sudah memiliki dan dimiliki oleh orang lain. Rako pun mencoba tersenyum walaupun hatinya sangat sulit untuk tersenyum.


"Tidak apa apa. Memang siapa kekasihmu?" Tanya Rako menahan sakit di hatinya.


"Avan!" Gumam Kia tersenyum membayangkan bagaimana Avan yang menembaknya. Walaupun secara tertutup tidak ada yang tau tapi Kia tau bahwa Avan melakukannya juga ada alasannya. Mengingat Avan juga penerus Mahardika.


Tangan Rako entah sejak kapan jari itu mengepal. Bagaimana bisa yang ia bilang sahabat sekarang malah menyakitkannya.


"Aku pergi dulu ada sesuatu yang harus kuurus!" Seru Rako yang dijawab anggukan oleh Kia.


"Maafkan aku!" Teriak Kia.


"Tidak apa apa!" Sahut Rako


Rako pun dengan tergesa gesa menghampiri Avan. Avan yang masih berada di ruangannya pun mempersilahkan Rako masuk saat Will mengatakan bahwa Rako datang ke perusahaannya.


Tanpa memperdulikan Will yang ada di sana Rako melayangkan satu bogemannya kepada Avan. Avan dan juga Will terkejut saat Rako secara tiba tiba menghajar Avan.


"Apa yang kau lakukan!" Bentak Avan.


"Aku? Dan apa yang kau lakukan padaku ha? Kau sahabat terburuk yang pernah kutemui!" Timpal Rako yang juga berkata dengan nada membentak.


Avan yang tidak paham pada akhirnya menyuruh Will untuk keluar. Awalnya Will sedikit ragu untuk membiarkan tuannya. Namun bagaimanapun ia harus mengikuti perintah tuannya.


"Apa maksudmu?" Seru Avan setelah Will keluar dari ruangan Avan.

__ADS_1


Rako hanya tersenyum kecut.


"Sejak kapan kau bersama Kia?" Tanya Rako.


"Kia? Baru saja! Memang ada yang salah?" Tanya Avan.


"Salah? Kau gila? Aku mencintainya tapi kau malah merebutnya dari ku!" Bentak Rako.


"Aku tidak merebutnya tapi Kia sendiri yang mencintaiku dan sebaliknya!" Ujar Avan.


"Bohong! Aku baru saja melamarnya karena aku mencintainya!" Timpal Rako.


"Lalu dia menerimamu?" Tanya Avan.


Rako terdiam. Ia mengepalkan tangannya kuat kuat. Ternyata inilah seorang Avan yang sebenarnya. Tidak menghargai perasaan sahabatnya sendiri.


"Aku akan membalasmu! Dan ingat aku akan tertawa puas saat ternyata jodohmu bukan Kia. Ingatlah kau bukan lagi sahabatku. Tapi kau bagaikan anjing yang hanya bisa menggonggong tanpa berkata jelas dan yang kau lakukan juga seperti anjing yang hanya berlari dan memakan sesuatu sesuai keinginannya. Brengsek!" Jelas Rako yang langsung keluar dari ruangan Avan.


Avan terkejut mendengarnya. Ia tidak menyangka Rako akan berkata sekasar itu padanya. Namun apa pedulinya. Ia mencintai Kia dan apa urusannya dengan Rako yang jelas jelas Kia lebih memilihnya.


Rako terus berjalan. Ia menahan tangisannya. Ia tidak ingin menangisi seseorang seperti Avan dan juga Kia. Ia kembali ke apartemennya. Ia lagi lagi terkejut saat ternyata dirumah mereka sudah di siapkan matang matang perjodohan antara Rako dan wanita asing.


Rako yang tidak dapat mengendalikan dirinya lebih memilih untuk menerima keadaan. Ia tidak pernah lagi mau mengenal cinta. Pernikahan terjadi dan Rako sama sekali tidak menganggap wanita itu sebagai istrinya.


Lebih parahnya lagi ternyata istrinya juga bukan wanita yang menjaga kehormatannya. Entah kenapa kesialan selalu berpihak pada Rako. Dan pada akhirnya Rako hanya memakai istrinya satu kali. Tak disangka ternyata istrinya meninggal karena penyakitnya yang suka sekali berhubungan dengan banyak pria.

__ADS_1


Flashback end


__ADS_2