Miss Heboh VS Mr Arogan

Miss Heboh VS Mr Arogan
part 52 malam untuk si saudara kembar


__ADS_3

Dengan perjuangan akhirnya Avan pun telah membawa Aven untuk pergi ke restoran dimana istri nya itu memintanya. Walaupun sebenarnya dirinya juga ragu namun apalah dayanya. Penasarannya lebih besar dari pada egonya rupanya.


Seketika matanya membulat besar saat melihat istrinya begitu cantik dengan gaun di bahu yang terbuka. Avan menatap sekeliling dan benar saja banyak pasang mata pria menatap Faza dan juga Lola.


Mereka seakan berkilau dan bersinar di restoran itu. Avan pun mendekat ke arah Faza tidak memperdulikan Aven di belakangan nya. Aven yang juga penasaran pun akhirnya juga mengarahkan matanya ke kakak kembarnya.


Kakinya melemas begitu juga dengan sekujur tubuhnya. Ia tidak percaya dengan yang dilihatnya. Itu bukankah Lola? Ia sangat mirip!" Batin Aven.


Avan pun menatap tajam ke arah Faza yang tengah tertawa ria bersama Lola. Faza yang menyadari keberadaan Avan hanya bisa tersenyum kikuk.


"Kenapa kau menyuruh kesini!" Ketus Avan.


Faza pun mendekatkan dirinya ke telinga Avan. Avan yang tau jika Faza ingin membisikkan sesuatu dirimu pun membungkuk karena Faza sangat kecil.


"Aku mau menyatukan Lola dengan Aven! Bagaimana? Ideku itu brilian bukan?" Bangga Faza.


Avan hanya menghela nafas. Ia menatap Lola sebentar dan mengerutkan keningnya. Namun ia tau pasti semua adalah ulah Faza. Avan pun menarik pergelangan Faza dan pergi dari sana.


"Suamiku! Aku mau makan!" Rengek Faza.


"Kau tidak lihat mereka menatapmu dengan pakaianmu seperti ini!" Kesal Avan.


Faza hanya bisa mengerucutkan bibirnya menanggapi sikap Avan. Ia pun mengikuti langkah suaminya namun dengan sedikit perjuangan karena high heelsnya. Avan yang menyadari pun akhirnya memilih mengangkat tubuh Faza daripada membiarkan istrinya itu tidak beralasan.


"Kau jangan membuatku malu. Turunkan aku!" Pekik Faza.


Avan hanya diam dan berjalan mendekati Aven.


"Kau harus berterimakasih dengan istriku karena mempertemukan mu dengan istrimu!" Ujar Avan sebelum ia pergi dari sana.

__ADS_1


Faza di dalam gendongan Avan hanya bisa tersenyum puas. Bukankah tidak sia sia usahanya?


Aku heran kenapa otakku bisa secerdas ini!. Bangga Faza.


Aven pun membeku di sana. Jadi benar di sana Lola? Lolipop? Istrinya bukan? Lola yang sedari tadi bertatapan dengan Aven pun bingung harus berbuat apa. Disisi lain Aven sama sekali tidak bergerak dari sana.


Dan pada akhirnya Aven pun berjalan mendekat ke Lola. Lola benar benar gugup. Tangannya sudah sangat dingin. Yang ia lakukan hanyalah menundukkan kepalanya. Terkejut saat tiba tiba Aven menarik tangannya dan membawanya ke dalam pelukan hangatnya.


Kenapa jantungnya berdegup kencang


Aven masih sibuk memeluk Lola. Seminggu adalah waktu terlama menurutnya untuk berpisah dengan seorang yang sudah bersemayam di hatinya.


"Aku merindukanmu!" Lirih Aven.


"Tuan!" Lirih Lola yang malah meneteskan air matanya.


Aven pun melepas pelukannya dan menggandeng Lola untuk pergi dari sana. Banyak sekali yang memfoto dan memvideokan mereka. Siapa juga yang tidak kenal dengan Avan dan Aven Fitroni Mahardika. Mereka akan berbondong bondong untuk mendapatkan informasi mengenai mereka.


"Karena tuan melanggar janji tuan!" Lirih Lola dengan isak tangisnya.


"Jangan menangis kumohon! Kau tau kau sudah membuat diriku benar benar nyaman!" Seru Aven membuat Lola mendongak dan menatap ke arah Aven.


"Waktu itu aku tidak tau kenapa aku harus emosi mendengar mu saat kau ingin pisah denganku. Aku melakukannya agar kau bisa hamil dan tidak.bisa jauh dariku!" Jelas Aven.


DEG.


anak? Apa Lola tidak salah dengan? Mengapa Aven menginginkannya secara tiba tiba? Dan anak?


Banyak sekali pertanyaan di dalam otak Lola. Lola pun semakin mengeratkan pelukannya ke Aven.

__ADS_1


"I Love you!" Lirih Aven.


Lola hanya bisa menangis di dalam pelukan suaminya. Kata kata yang diimpikannya menjadi kenyataan. Suaminya mengucapkan kata 'I Love You'


"Kita pulang oke? Aku benar benar rindu denganmu!" Seru Aven dan Lola hanya mengangguk.


...🍀🍀🍀...


Di sisi lain Avan dan Faza sudah sampai di mansion. Avan pun membawa istri kecilnya itu ke kamar. Tujuannya hanya satu yaitu menghukum Faza. Karena dengan menghukum Faza itu sudah mewakili semua.


Dari hasrat yang di tahannya, Faza yang tampil cantik di depan semua orang dan rasa penasarannya. Dan itu harus dihukum dengan satu cara.


"Kau sudah suci bukan?" Tanya Avan dengan seringainya.


OMG


Faza lupa dengan itu. bagaimana dirinya bisa melupakan itu. Sudah habis dirinya akan di lahap oleh suaminya. Faza pun hanya bisa tersenyum kikuk.


Habislah diriku!


Faza pun dengan cepat berlari keluar kamar namun kenyataannya untuk hal ini suaminya lebih pintar darinya. Faza hanya bisa pasrah untuk kali ini.


"Kau mau kemana? ha?" Ujar Avan yang sudah bertelanjang dada di balik Faza dengan berkacak pinggang.


"Mau kabur!" Ketus Faza.


Avan pun hanya terkekeh dan menggiring Faza ke ranjang mereka. Mereka pun menghabiskan malam mereka dengan menikmati surga dunia.


Di sisi lain sama halnya dengan Avan dan Faza. Aven pun juga melepaskan kerinduannya dengan Lola. Saudara kembar itu pun dengan para istrinya pun mengarungi keindahan dunia di atas ranjang.

__ADS_1


...Selamat membaca...


__ADS_2