Miss Heboh VS Mr Arogan

Miss Heboh VS Mr Arogan
part 92 Faza vs Lola atau vs para suami?


__ADS_3

Ricko yang mendengar keluhan dari Avan dan Aven membuat memutuskan untuk Avan dan Aven kembali tinggal di mansion dengan penjagaan yang ketat.


Ricko sendiri juga harus dihadapi dengan masalah putri kembar mereka. Dan sekarang ada lagi yang meneror keluarga mereka. Untuk urusan kali ini Ricko membiarkan Avan dan Aven yang menyelesaikan masalahnya sendiri.


"Faza, kira kira siapa yang berani mengirim itu pada kita?" Tanya Lola kepada Faza.


"Aku tidak tau Lola. Tapi aku takut!" Seru Faza.


"Astaga kau itu penakut! Aku malah ingin bertemu dengannya dan menghajarnya habis habis an!" Ujar Lola sembari memperaktekkan bagaimana caranya untuk bertarung.


huuuuu huuuuu


Faza malah menangis di saat melihat bagaimana Lola mempraktekkan bagaimana bertarung. Sungguh hormon Faza kali ini sangat lah berkebalikan dengan sifatnya.


Avan yang mendengar tangisan istrinya pun segera berlari menuju sumber suara. Begitu juga dengan Aven yang mendekat ke arah Lola.


"Astaga Faza kenapa kau cengeng sekali!" Kesal Lola.


"Kau apakan istriku!" Geram Avan tertuju pada Lola.


"Suamiku, huuu Lola jahat. Dia menakutiku!" Rengek Faza.


Lola pun mendelik ke arah Faza. Ia bingung bagian mana saat saat dirinya menakutinya?


"Kau mau membuat istriku stress?" Tanya Avan pada Lola.


"Hey bro kau itu apa apaan! Istrimu saja yang cengeng!" Timpal Aven tiba tiba.


"Jelas jelas istrimu yang menakuti Faza!" Ketus Avan.


"Tidak, semua hanya karena istrimu yang menangis!" Ujar Aven.


"Dasar gila!" Ketus Avan membuat Aven memukul kakak kembarnya.


Faza yang melihat suaminya dipukul pun akhirnya menghentikan tangisannya.

__ADS_1


"Kenapa kau memukul suamiku!" Teriak Faza.


"Jangan berteriak kepada by ku Faza!" Timpal Lola.


"Kenapa suamimu memukul suamiku?" Tanya Faza dengan tatapan menyeramkan.


"Karena suamimu yang mengatai by ku gila!" Jawab Lola dengan lantang.


"Jika begitu kenapa harus memukul! Mau kumasukkan suamimu ke dalam penjara?" Ancam Faza.


"Karena yang membuat masalah adalah suamimu!" Seru Lola.


"Suamiku hanya bicara tapi suamimu memukul jadi suamimu yang membuat onar!" Timpal Faza dengan lantang.


"Suamimu, Faza!"


"Suamimu, Lola!"


"Suamimu!"


"Suamimu!"


"Suami suami suami suami suami mu!"


"Sayang!"


"by!!"


"Diam!" Bentak Faza dan Lola bersamaan.


Teriakan kedua istri membuat para suami terdiam. Bahkan Avan dan Aven bingung karena seharusnya mereka lah yang marah. Tapi kenapa malah mereka yang terkena marah. Dan kenapa malah Faza dan Lola yang ribut.


"Ini semua salahmu kenapa kau memukul suami Faza!" Kesal Lola kepada Aven.


"Dan kau suamiku kenapa kau mengatai Aven gila?" Geram Faza kepada Avan.

__ADS_1


Sedangkan yang dimarahi hanya diam saja sembari menatap satu sama lain. Karena jika mereka membantah dan menjawab semua omongan maka yang ada masalah akan semakin semakin dan semakin bertambah.


"Kita akan minta maaf!" Seru Aven tiba tiba.


"Baiklah! Ayo Kak Avan minta maaf pada suamiku!" Ujar Lola.


"Kenapa harus suamiku, Lola. Yang minta maaf harusnya Aven dulu karena dia sudah berani memukul Avan!" Tegas Faza.


"Tidak bisa Faza, kak Avan yang mengatai Aven gila! Jadi dia harus minta maaf!" Timpal Lola.


"Yang membuat onar Aven, Lola. Jadi yang minta maaf harus Aven!" Ujar Faza.


"Ayo Aven minta maaf pada suamiku!" Sahut Faza.


"No! Yang minta maaf harus Kak Avan dulu!" Potong Lola.


"Sudahlah kita akan meminta maaf bersamaan!" Usul Aven.


"Benar!" Timpal Avan.


"Tidak!!!!" Bentak Faza dan Lola bersamaan lagi.


huft.


Para suami hanya bisa menghela nafas mereka.


"Suamiku kenapa kau malah mengalah?" Geram Faza.


"Sudahlah kau tidur diluar!" Timpal Faza membuat wajah Avan memucat.


Hahaha.


Ya gelar tawa Aven terdengar keras. Namun seketika tawanya berubah menjadi rintihan karena Lola yang menjewer telinganya.


"Kau juga kenapa memukul suami Faza! Kalau begitu kau juga harus tidur diluar!" Ancam Lola yang juga berlalu meninggalkan Aven yang tengah terbengong.

__ADS_1


"Nasib!" Lirih Avan.


"Ini bukan nasib bro tapi kesialan!" Ujar Aven dengan lemas.


__ADS_2