Miss Heboh VS Mr Arogan

Miss Heboh VS Mr Arogan
part 75 (musim kedua) siksaan untuk Kia


__ADS_3

Kini Kia berjalan pulang menuju apartemennya. Ia memesan taksi dan menuju apartemennya. Saat ia sampai tiba tiba mulutnya disumpal dari belakang membuat ia tidak dapat melihat.


Bius yang digunakan para penculik itu mulai bekerja. Kia pun dengan perlahan menutup matanya. Dengan segera pria itu membawa Kia masuk kedalam mobilnya.


Dan benar saja Thea dan Rako lah dibalik penculikan Kia.


Beberapa saat pada akhirnya Kia telah bangun. Ia terkejut saat mendapati dirinya sedang duduk dikursi dengan tangan dan kaki terikat. Yang lebih mengejutkan lagi adalah saat didepan matanya kini seorang yang pernah menjadi sahabatnya sedang didepannya.


"Rako!" Lirih Kia karena masih merasa pusing.


"Sayang kau saja yang buat penawarannya!" Seru Rako memanggil Thea.


Thea tersenyum dan mengangguk. Ia pun mendekat ke arah Kia.


"Kita mau kau menghancurkan rumah tangga Avan dan juga Faza. Apa kau setuju?" Tanya Thea.


Kia terkejut mendengarnya. Ia mencoba untuk berpikir jernih kembali. Ia tidak ingin membuat kesalahan kedua kalinya untuk merusak kebahagiaan seseorang yang dicintainya.


"Apa kalian gila? Aku tidak mau!" Seru Kia.


Plak.


Thea menampar pipi Kia membuat Kia meringis dan terdiam. Sedangkan Rako disana yang melihatnya hanya diam. Ia sudah tidak peduli lagi dengan Kia bahkan seorang yang telah membuatnya jatuh cinta. Ia ingin membalaskan dendamnya karena pernah dibuat sakit hati.

__ADS_1


tringgg tringgg.


Tiba tiba ponsel milik Thea berdering membuat Thea mengangkatnya.


"Baiklah aku kesana!" Gumam Thea.


"Sayang kau urusi dia. Buat dia mau bekerja sama atau siksa saja dia tapi ingat kau jangan macam macam!" Seru Thea mengecup sekilas bibir Rako dan pergi dari sana.


Kia yang melihatnya hanya bisa memalingkan wajahnya. Ia tidak habis pikir dengan seorang yang telah ia anggap sahabat ternyata dapat berbuat ini. Dendam dan dengki menguasai hati pada diri Rako.


"Rako sadarlah! Kita dan Avan adalah sahabat kau ingat?" Ujar Kia.


"Dan kau lupa jika kau sudah dikhianati olehnya?" Ketus Rako.


"Bukan Avan yang salah tapi diriku! Aku yang membuatnya sakit hati dan berpaling. Tapi aku sudah mengikhlaskannya. Kumohon kau juga berbaiklah!" Seru Kia memohon.


"Rako kau benar benar berubah!" Lirih Kia.


"Dan itu karena kalian! Aku akan membalas Avan nanti tapi untuk sekarang aku yang akan membalasmu!" Ancam Rako membuat Kia terkejut.


Ia takut apa yang akan dilakukan Rako padanya. Apa Rako akan menyiksa dirinya dan memukulinya mencambukinya? Kia benar benar takut membayangkannya.


"Kalian bawa dia kekamarku! Dan jangan bilang pada Thea jika aku menyuruhnya untuk kekamar! "Tegas Rako pada pengawalnya membuat Kia terkejut bukan main.

__ADS_1


"Baik tuan!" Jawab pengawal Rako.


"Apa yang akan kau lakukan! Lepaskan!" Teriak Kia.


...🍀🍀🍀...


"Kau jahat Rako! Aku membencimu!" Isak Kia dibalik selimutnya.


Ia tidak menyangka Rako akan melakukannya. Seorang yang telah ia anggao sebagai sahabat kini telah merebut harta paling berharga dan membuat dirinya menjadi kotor.


Sakit bukan hanya di fisik namun juga di hatinya. Itulah yang dirasakan Kia saat ini. Rako memperlakukannya dengan sangat kasar padahal ini yang pertama baginya. Ia sangat tidak menyangka dulu seorang sahabat duka maupun suka telah mengawali kehancurannya.


Rako tidak membalas ucapan Kia. Ia hanya memejamkan matanya beristirahat dari kegiatan panas mereka. Rako juga sudah mengunci pintu sebelumnya. Bahkan setiap apartemennya kini sudah dipenuhi pengawal.


Kia mencoba bangun walaupun rasanya sangat sakit. Semua usahanya dipenuhi dengan air mata yang terus menetes. Bukankah Rako memiliki kekasih. Kenapa ia harus melakukan ini semua padanya. Batin Kia.


Kia hanya berbalut selimut. Pakaiannya sudah terobek karena kekasaran Rako dan karena dirinya yang banyak menolak dan memberontak. Ia pun mencoba membuka pintu kamar namun nihil hasilnya.


"Tolong aku!" Isak Kia menggedor gedor pintu berulang kali.


"Diamlah! Kau itu menggangguku saja!" Ujar Rako yang menggendong tubuh Kia dan kembali melemparnya di atas ranjang.


"Rako!" Lirih Kia diikuti tangisannya yang semakin terisak.

__ADS_1


"Sakit! Kau menyiksaku!" Ujar Kia mencoba memberontak.


Namun tetap saja Rako masih pada pendiriannya.


__ADS_2