Miss Heboh VS Mr Arogan

Miss Heboh VS Mr Arogan
part 71 baju kupu kupu lagi


__ADS_3

"Aku? Ya!" Jawab Avan.


Faza menyipitkan matanya heran dengan jawaban yang diberikan oleh suaminya.


"Ya untuk apa?" Sahut Faza kembali.


"Ya itu!" Ujar Avan.


Faza menepuk keningnya. Entah iya harus senang atau tidak mendengar pernyataan Avan. Ralat hanya jawaban ya dari Avan. Tapi rasanya sangat kurang puas jika Avan tidak berkata 'I love you' atau semacamnya.


"Ya nya itu untuk apa?" Kesal Faza yang tetap ngotot ingin mendapatkan permintaan pernyataan cinta.


"Huh!" Avan memijat keningnya.


Keringatnya bahkan sudah terlihat saking gugupnya dirinya. Kenapa mengatakan kata cinta itu sulit sekali. Tapi mau bagaimana lagi. Ia harus mengatakannya atau istrinya tidak akan mau hamil anaknya. Ia juga tidak akan mengubur perasaannya. Ia juga mencintai istri kecilnya.


"Ya aku mencintaimu!" Ucap Avan dengan lantang.


Terdiam sesaat sampai tiba tiba Faza menangis dengan sangat kencang membuat Avan semakin bingung. Bukannya tadi Faza menginginkan pernyataan cintanya tapi kenapa sekarang harus menangis?. Heran Avan.


"Kau kenapa menangis lagi!" Gumam Avan meremas rambutnya.


"Aku menangis karena aku itu senang!" Ujar Faza membuat Avan menggelengkan kepalanya.


Avan hanya tersenyum sembari mengacak acak rambut Faza.

__ADS_1


"Suamiku ayo pulang!" Seru Faza mengelap tangisannya.


Avan lagi lagi hanya bisa menganggukkan kepalanya. Tadi saja menangis histeris. Bahkan tidak mau hamil. Sekarang kenapa dengan mudahnya ia menyuruhnya pulang setelah Avan merasakan kekhawatiran yang mendalam.


"Tunggu!" Cegah Faza membuat Avan bingung.


"Gendong!" Rengek Faza menunjukkan puppy eyes nya.


Avan sampai diam ditempat saking bingungnya. Apa ini karena hormon kehamilan atau efek pernyataan cintanya tadi. Avan hanya bisa menuruti sebelum rubahnya itu menangis lagi.


...🍀🍀🍀 ...


"Jadi kau sudah hamil?" Tanya Lola yang dijawab anggukan kepala oleh Faza.


"Kau tau Lola! Awalnya aku tidak ingin hamil! Tapi semua karena Avan. Dia yang menukar pencegah kehamilanku dengan penyubur. Dan yang lebih heboh dia menghamiliku dua anak sekaligus tapi dia tidak bertanggung jawab!" Gerutu Faza menggerutu dan Lola hanya menggeleng tak percaya.


"Aku ini sudah menikahimu dan apa yang kau maksud tidak bertanggung jawab!" Geram Avan.


"Ya karena kau membuatku hamil anak dua dan kau tidak bertanggung jawab dengan membelikan baju kupu kupu kecil tadi untuk anak anakku!" Ujar Faza membuat Lola disana yang mendengarnya terkekeh.


Avan memijat keningnya Ia benar benar pusing jika sudah seperti ini. Bagaimana hanya dengan tidak membelikan baju kupu kupu dibilang tidak bertanggung jawab? Akh.


"Bukannya aku tidak mau! Tapi kita harus lihat dulu apa kelaminnya. Memang jika kau membelinya sekarang dan anak kita laki laki bagaimana?" Ujar Avan.


"Memang apa masalahnya? Oh iya suamiku coba kau pakai baju kupu kupuku! Nanti kalau kau cocok memakainya nanti kita beli untuk anak kita. Karena jika kau cocok pasti anak kita juga cocok!" Seloroh Faza.

__ADS_1


Avan melotot mendengarnya. Aven yang juga baru datang langsung cekikikan mendengar ocehan Faza. Lola juga terkekeh kecil mendengar permintaan sahabatnya.


"Wah bro kau gol juga! Sebaiknya kau pakai saja baju kupu kupunya!" Ujar Aven tertawa puas.


"No!" Jawab Avan.


"Tapi kak Avan, jika wanita hamil permintaannya harus dituruti atau anakmu yang akan ileran nanti!" Jelas Lola.


Ah iya benar. This is the time for ngidam of nyonya Faza.


"Itu benar brother!" Seloroh Aven menepuk bahu saudaranya.


Avan menggeleng cepat. Namun saat ia melihat Faza yang sedang berwajah sendu itu membuat dirinya menghela nafasnya. Pada alhirnya yang hanya bisa Avan lakukan adalah pasrah.


"Baiklah!" Pasrah Avan.


"Yeay! Ayo suamiku!" Girang Faza menarik tangan Avan untuk memasuki kamar mereka.


"Kau jangan lari!" Tegas Avan menggendong Faza dan dengan senang hati Faza mengalungkan tangannya ke leher suaminya.


"Dasar posesif!" Gumam Aven.


"Ayo!" Timpal Aven.


"Kemana by?" Heran Lola.

__ADS_1


"Kau harus menemani Faza agar tidak hamil sendirian!" Seru Aven dan Lola hanya tersenyum menuruti permintaan suaminya.


__ADS_2