Miss Heboh VS Mr Arogan

Miss Heboh VS Mr Arogan
part 72 siksaan bumil


__ADS_3

Aven dan Lola memasuki kamarnya. Aven membersihkan dirinya kekamar mandi sedangkan Lola duduk sembari memegang sesuatu. Ia menunggu suaminya selesai untuk mandi.


Beberapa saat kemudian akhirnya Aven selesai acara mandinya. Ia pun duduk di dekat Lola yang hanya bertelanjang dada dengan rambut yang masih basah. Aven mengusap rambutnya seraya berjalan ke arah Lola.


"By!?" Panggil Lola.


"Ada apa by?" Seru Aven yang duduk disebelah Lola.


Lola pun memberikan apa yang dipegangnya kepada Aven. Alangkah betapa terkejutnya Aven selama ini. Ia tidak menyangkan Lola akan berbuat seperti ini.


"Kau!--"


"Tunggu dulu by!" Cegah Lola agar Aven tidak marah.


Lola pun menghela nafasnya sebelum menjelaskannya. Sedangkan Aven sudah bersiap untuk mendengar penjelasan yang diberikan Lola.


"Aku memakainya saat aku pergi dari dirimu! Namun saat ini aku mau jujur! Aku juga ingin memiliki anak. Tapi terkadang aku masih takut kamu akan meninggalkanku!" Lirih Lola menundukkan kepalanya.


Aven pun membuang obat yang ada ditangannya. Ya Lola memakai pencegah kehamilan. Aven memeluk istrinya kedalam pelukannya. Mungkin saatnya ia harus bersikap bijak. Lola memiliki alasan untuk memakai obat tersebut.


"Terimakasih!" Ujar Aven.


Lola pun melepas pelukannya dan mendongak menatap heran ke arah Aven.


"By kamu nggak marah?" Tanya Lola.


"Terima kasih kau sudah mau jujur padaku! Aku bangga memiliki istri sepertimu! Lola ingat kata ini I LOVE YOU!!!" Seru Aven berteriak dibagian kata 'I love you'.

__ADS_1


"You trust me?" Tanya Aven yang dijawab anggukan dan senyuman oleh Lola.


"Kalau begitu kita akan membuat baby!" Seru Aven membuat Lola tersipu. Ia tidak dapat menyembunyikan bahwa ia sudah mulai bucin dengan Aven begitu juga sebaliknya. Bahkan mereka sudah seperti pasangan anak muda dari pada sepasang suami istri.


"I love you my lolipop!" Lirih Aven mengecup kening Lola.


"Me to!" Jawab Lola.


...🍀🍀🍀...


"Sempurna!" Girang Faza bertepuk tangan karena Avan yang sudah sangat cantik seperti bidadari menurutnya.


Avan hanya bisa pasrah. Bahkan wajahnya tidak berekspresi sama sekali. Ia berdoa agar perjalanannya sebagai bidadari selesai. Demi menyenangkan istrinya yang tengah hamil ia harus berjuang memakai baju kupu kupu yang tidak pas di tubuhnya. Untung saja Faza hanya memakaikan sayapnya saja dan memake up nya. Jika tidak mungkin Avan lebih tersiksa dengan memakainya gaun pink itu.


"Faza ini sudah bukan?" Tanya Avan yang tidak sabar untuk terlepas dari siksaan bumil.


"Baiklah istriku tersayang!" Seru Avan memaksakan senyumannya.


"Ikhlas tidak?" Ujar Faza.


"Ikhlas istriku!" Jawab Avan dengan lesu.


Faza pun berlari kecil dan memeluk Avan.


"Sayang deh sama suamiku uluh uluh!" Seru Faza dengan gemoynya.


Rasa kesal dan lelah Avan tiba tiba menyusut dan tergantikan rasa senang saat Faza berinisiatif memeluknya dan mengatakan hal yang sungguh membuatnya melayang. Ternyata rasanya sangat bahagia saat orang yang dicintai juga bahagia.

__ADS_1


"Suamiku bersihkan dulu ya make up nya setelah itu kita make baby!" Gumam Faza.


"Kita sudah punya baby istriku!" Ujar Avan.


"Oh iya lupa! Kalau begitu apa dong! Aku mau main kuda kudaan!" Gerutu Faza.


Avan terkekeh melihatnya. 180°? Lebih tepatnya 260° perubahan yang terjadi pada Faza. Avan benar benar tidak dapat menjelaskan bagaimana perasaannya kali ini. Ternyata rubah kecil 19 tahunnya benar benar dapat membuatnya sesenang ini.


"Tapi suamiku kalau kita melakukan itu bisa tidak babynya tambah lagi?" Tanya Faza dengan polosnya.


"Astaga!" Gumam Avan.


"Kau itu IPA diajarkan apa saja!" Seru Avan menonyor kening Faza.


"Kenapa bahas pelajaran sih! Memang IPA kau tau singkatan apa?" Tanya Faza dengan kesal.


Avan sampai menggelengkan kepalanya. Faza yang tadinya gemoy sekarang menjadi marah.


"Ilmu Pengetahuan Alam!" Jawab Avan.


"Nah! Memang kita itu membahas tentang alam? Kita itu membahas baby!" Geram Faza.


"Tapi cara pembuatan baby itu ada dipelajaran IPA istriku!" Ujar Avan mencoba bersabar.


"Tapi aku tidak pernah ada buku yang menuliskan bagaimana caranya. Bukannya kita melakukan banyak gaya dan dibuku tidak ada satupun bahkan sama sekali tidak tercantum cara bagaimana kita melakukannya!" Gumam Faza.


AKHH! KALAU BEGINI SIAPA YANG BENAR SIAPA YANG SALAH????

__ADS_1


Avan merasa kesal sendiri.


__ADS_2