Miss Heboh VS Mr Arogan

Miss Heboh VS Mr Arogan
part 86 "musim ketiga" sensitifnya Faza


__ADS_3

Mata Avan Rako dan juga Kia membulat besar saat melihat banyaknya pesanan yang ada di meja mereka. Sedangkan Faza masih terdiam. Entah mengapa ia sangat menginginkan makanan yang ada di depannya.


"Faza kau pesan ini semua?" Tanya Avan menginterogasi.


"Maaf suamiku! Tapi aku ingin makan steak banyak!" Rengek Faza memelas.


"Kau boleh makan tapi hanya satu!" Seru Avan yang menjauhkan empat piring yang berisi steak dan empat gelas yang berisi es coklat.


Wajah Faza sudah ingin menangis. Ia benar benar ingin semuanya. Ia bahkan yang tadinya ingin segera melahap makanannya menjadi diam saja sembari menundukkan wajahnya. Rasanya ia ingin menangis.


"Van, Istrimu itu lagi ngidam. Baiknya kau berikan semuanya jika seperti ini imbasnya adalah anakmu!" Seru Kia.


"Tidak! Dia harus menjaga kandungannya!" Ujar Avan.


"Ini wajib Van. Wanita ngidam pasti seperti ini!" Kesal Kia.


Huft. Avan hanya menghela nafas. Ia benar benar tidak tahan saat melihat bagaimana Faza akan menangis. Namun ia juga tidak ingin mengambil resiko.


"Aku pergi dulu!" Seru Avan yang langsung menggenggam tangan Faza dan pergi begitu saja.


Rako hanya menyebikkan bibirnya. Seenaknya saja main pergi dan datang begitu saja.


"Sudah datang terlambat sekarang seenaknya saja pergi!" Sindir Rako.


"Sudahlah! Kita makan saja! Biar mereka menyelesaikan keegoisan Avan?" Kekeh Kia.


"Lalu steak sebanyak ini kita apakan?" Kesal Rako.


"Kita bagikan saja pada pelayan disini!" Ujar Kia.


"Ya baiklah itung itung bersedekah! Ayo kita pulang saja! Aku sudah tidak mood makan sayang! moodku adalah memakanmu!" Seringai Rako.


"Rako aku mau makan dulu!" Rengek Kia.

__ADS_1


"Ya baiklah kau makanlah!" Pasrah Rako menurut i permintaan istrinya.


...🍀🍀🍀...


Selama di mobil Faza masih saja menundukkan kepalanya. Bahkan ia sama sekali tidak mendongakkan kepalanya. Ia hanya mendongakkan kepalanya di saat ia pegal saja setelah itu ia kembali menundukkan kepalanya.


"Aku tidak ingin kau kenapa kenapa! Tapi kenapa kau bawel sekali!" Ujar Avan.


"Huuu maafkan aku! Seharusnya aku tidak seperti itu huuuu!" Faza berucap sembari terisak.


Avan menghela nafasnya saat melihat Faza menangis. Ia pun menepikan mobilnya dan merengkuh tubuh kecil itu. Faza yang sipeluk menjadi semakin histeris tangisannya.


"Sudah jangan menangis! Maafkan aku!" Seru Avan.


"Tapi jujur Avan aku ingin makan itu huuuu!" Timpal Faza.


"Kita kedokter apakah itu semua baik untuk mu!" Ujar Avan yang diangguki kepala oleh Faza.


Namun tetap saja Faza masih saja menitikkan air matanya.


"Tidak tau Avan kenapa air mata ini selalu keluar huuu!" Isak Faza.


"Oke oke aku minta maaf sayang! Jangan menangis! Kita kedokter setelah itu kau bisa bebas makan apa saja oke?" Hibur Avan agar istrinya itu tidak menangis.


"Baiklah!" Lirih Faza mengusap air matanya.


"Avan air matanya terus keluar huuu!" Sahut Faza tiba tiba karena ia masih saja menangis.


Avan pun kembali menepikan mobilnya dan membungkuk mengelus perut Faza.


"Sayang jangan buat mommy mu menangis oke! Maafkan Daddy setelah ini kalian bisa makan apapun!" Seru Avan.


Faza terhenyuh. Ia pun mengusap air matanya.

__ADS_1


"Iya Daddy Ayo kita kedokter!" Ujar Faza menirukan suara yang seperti anak kecil.


Avan pun tersenyum. Faza sudah tidak menangis lagi. Avan pun kembali melajukan mobilnya untuk bertemu Rafkan. Mengecek kondisi kandungan Faza.


"Daddy! Kita mau makan es krim!" Celetuk Faza tiba tiba.


"Es krim?" Heran Avan karena sepanjang perjalanan sama sekali dirinya tidak menemui pedagang es krim.


"Iya daddy! ke supermarket dede bayi pingin rasa coklat!" Timpal Faza.


"Oke setelah kita ke dokter!" Sahut Avan dengan lembut.


"Huaaaa Daddy jahat huu!" Seloroh Faza yang kembali menangis.


"Sayang pliss maafin aku oke kita beli es krim!" Pasrah Avan tiba tiba.


Faza pun segera berbinar.


"Beneran daddy?" Tanya Faza.


"Hahaha kenapa kau sekarang memanggilku daddy?" Kekeh Avan yang merasa senang karena dirinya sebentar lagi akan menjadi daddy.


"Huaa Avan jahat. Nak Avan tidak mau dipanggil Daddy. Maafkan mommy sayang!" Isak Faza kembali.


'Astaga kenapa Faza jadi sensitif seperti ini!' Kesah Avan di dalam hatinya.


"Bukan maksudku seperti itu Faza. Aku senang kalian memanggilku Daddy. Hanya saja aku terkejut. Maaf oke?" Lagi lagi Avan merengek kepada Faza.


"Oke daddy dimaafkan!" Seru Faza tersenyum.


"Oke kita beli ice krim!" Timpal Avan.


"Oke daddy!"

__ADS_1


'Lebih baik aku diam dari pada Faza akan menangis lagi! Astaga kenapa anakku durhaka pada daddynya' Batin Avan.


__ADS_2