Miss Heboh VS Mr Arogan

Miss Heboh VS Mr Arogan
part 53 tragedi dapur dan meja makan


__ADS_3

Pagi harinya kini Faza dan Lola sama sama terbaring lemah di atas ranjangnya.


Avan yang sudah selesai dari mandinya pun berjalan menuju dapur. Ia ingin menyiapkan makanan sendiri untuk Faza. Entah dorongan dari mana Avan melakukannya. Padahal ia sama sekali tidak pandai memasak.


Di tengah kegiatannya Aven datang. Mereka saling menakutkan alis saat melihat satu sama lain.


"Apa yang kau lakukan?" Heran Aven.


"Kau tidak bisa lihat kalau aku sedang masak?" Ketus Avan.


Glek.


Kenapa bisa jadi sama. Aven juga ke dapur untuk memasakkan Lola. Namun ternyata Avan juga sama ingin melakukannya untuk istrinya. Astaga bagaimana jika Avan mentertawainya.


"Pergilah wajahmu akan merusak rasa masakanku!" Kesal Avan karena sedari tadi Aven hanya diam di tempat membuat Avan sendiri risih.


"Aku ke sini juga ingin memasak!" Geram Aven keceplosan karena Avan yang mengejeknya.


Avan pun mendelik sebentar kemudian tertawa sama seperti yang di pikirkan Aven. Aven pun tidak menghiraukan Avan yang tertawa dan memilih untuk memulai masaknya di samping Avan.


"Hei kau mau apa? Pergilah!" Kesal Avan karena Aven membuat dirinya risih.


"Bro bagaimana kita bekerja sama?" Tawar Aven.


"Bagaimana jika masaknya itu barengan karena masakanmu rasanya tidak enak pastinya!" Ejek Aven.


"Sial!" Pekik Avan menonyor kepala adik kembarnya.


Namun dipikir pikir benar juga. Mereka sama sama tidak bisa memasak. Mungkin dengan memasak bersama akan lebih cepat bukan? Avan pun pada akhirnya menyetujui penawaran Aven.


Mereka pun akhirnya memasak. Ralat, hanya Avan saja karena yang memasak memang hanya Avan. Sedangkan Aven hanya memerintah dan menyuruh sesuka hati. Avan yang kesal akhirnya memasak keinginannya tanpa menghiraukan Aven yang sama sekali mengomel tiada henti.


"Hei aku bilang ambil bawang bukan memasak air!" Ujar Aven yang sama sekali tidak dihiraukan Avan.


"Jika kau tidak bisa diam pergilah!" Geram Avan.


Akhirnya Avan dan Aven sama sama berkutat di dapur dengan alat yang berbeda beda. Butuh beberapa jam mereka hanya untuk menyiapkan bahan. Sudah hampir satu jam namun masakan mereka sama sekali belum menunjukkan siap sajinya.


"Dimana istrimu? Bukankah istrimu itu pintar memasak?" Heran Aven.

__ADS_1


"Owh aku tau. Jangan bilang kau menyerangnya?" Canda Aven.


"Jika kau tidak bisa diam akan kurontokkan gigimu Ven,. Dan aku harus menculik istrimu agar kau tidak banyak bicara seperti saat kau ditinggal istrimu!" Kesal Avan.


"Kau pikir kau akan melakukannya?" Ujar Aven berkacak pinggang.


Avan tidak menghiraukan dan hanya fokus dengan masakannya. Begitu juga dengan Aven yang melanjutkan kegiatannya.


"Kau tau aku baru tidur jam satu!" Seloroh Aven membuat Avan mendelik.


Bagaimana bisa saudaranya sendiri menceritakan itu semua. Apa Aven sudah gila karena Lola. akh rasanya Avan benar benar ingin kembali ke apartemennya dan tinggal sendiri dengan Faza dari pada harus tinggal dengan saudara kembarnya sendiri.


Namun Leksa sudah memberi aturan jika mereka akan bisa memiliki rumah sendiri juga mereka sama sama membuat istrimu hamil. Dan tugas Avan hanyalah itu. Membuat istrinya hamil.


"Dasar gila!" Ketus Avan.


"Haha bilang saja kau tidak selama diriku!" Ejek Aven.


Avan pun hanya tersenyum smirk.


"cih!" Decih Avan.


Setelah berkutat selama dua jam akhirnya masakan mereka jadi. Dan mereka hanya memasak nasi goreng. Dengan minuman susu. Tapi mereka menghabiskan waktu dua jam.


"Apa yang kalian astaga!" Pekik Faza saat dirimu sudah bangun dari tidurnya setelah beberapa perjuangan.


Mulai dari rasa malas nya, rasa lelahnya, bahkan untuk berjalan ke kamar mandi membutuhkan ekstra tenaga.


"Kalian membuat dapur seperti kapal pecah!" Geram Faza berkacak pinggang.


"Kau jangan marah marah. Biar maid yang membersihkannya. Aku membuatkanmu sarapan.!" Seru Avan.


"Benarkah?" Senang Faza karena dirinya benar benar lapar. Dari semalam ia sama sekali belum makan karena ulah Avan.


"Tunggu! Faza kemarin kau tidur jam berapa?" Tanya Aven tiba tiba membuat Avan menatapnya tajam.


"Subuh aku baru tidur!" Tekan Faza menatap tajam ke arah suaminya.


"Subuh?" Kaget Aven membuat Avan tersenyum puas.

__ADS_1


Lola pun juga sudah sampai di sana. Aven pun segera berlari dan menggandeng tangan Lola membawanya untuk ke meja makan.


"Lola ayo makan!" Seru Faza menarik tangan Lola dari genggaman Aven membuat Aven kesal.


"Ini kau yang masak?" Tanya Lola.


"Bukan tapi suamimu!" Jawab Faza membuat Lola menatap ke Aven yang tersenyum ke arahnya.


Faza dan Lola pun mulai memakan makanan buatan suaminya. Baru satu kunyahan tiba tiba Faza langsung memutahkannya dan menatap ke arah Avan.


"Kau ingin meracuniku?" Kesal Faza.


Sedangkan Lola biasa saja. Ia memakan masakannya tanpa protes.


"Memang kenapa? Heran Avan.


"Rasanya benar benar membuatku tercekik. Asin, asam, pedas kecut kenapa semua bisa ada di sini!" Kesal Faza membuat Aven tertawa.


"Masakanmu tidak enak bro! Bagaimana sayang apakah enak masakanku?" Tanya Aven dan Lola hanya mengangguk membuat Aven tersenyum puas.


Faza pun akhirnya mencoba untuk memakan masakannya Aven. Matanya membulat besar merasakan masakan Aven.


"Kau bilang enak? Ini bahkan lebih parah!" Ujar Faza.


Aven yang heran pun akhirnya juga menyendok nasi goreng di piring Lola. Ia langsung memutahkannya dan melarang Lola untuk kembali memakannya.


"Ini tidak enak kenapa kau memakannya?" Seru Aven.


"Aku hanya menghargai buatanmu!" Seru Lola.


"Sudah jangan dimakan!" Seru Aven dan Lola hanya menurut.


"Bahkan rasanya ada jahenya astaga!" Seru Faza.


"Bahkan masakanmu lebih parah!" Ejek Avan.


"Ayo Lola kita memasak sendiri saja! Kalian tunggulah biar aku dan Lola yang memasak!" Ajak Faza meninggalkan saudara kembar itu.


...selamat membaca...

__ADS_1


__ADS_2