
"Gimana dengan istriku!" Ujar Avan yang tidak sabaran.
Rafkan yang ada di sana hanya bisa menggelengkan kepalanya. Dari awal Rafkan memeriksanya selalu saja deretan pertanyaan keluar dari mulut Avan. Dan ini pertama kalinya ia melihat Avan begitu khawatir.
"Suamiku diamlah, Biar dokter yang bicara. Jika kau bicara telingaku sakit!" Kesal Faza.
Avan pun pada akhirnya mengalah dan memilih diam. Rafkan yang melihatnya begitu takjub dengan Faza di depannya. Dengan kalimat ejekan bahkan Avan tidak dapat berkata lagi.
"Oke aku ingin bertanya. Bukankah hari ini kau menstruasi bukan?" Tanya Rafkan.
Faza mulai mengingat sesuatu. Dan benar saja ia mungkin saat ini sedang haid.
"Suster sudah membantumu tadi!" Seru Rafkan.
"Rasa sakit di perutmu terjadi karena hal wajar. Namun yang membuatnya lebih sakit dan nyeri adalah banyaknya sel ****** yang ada di perutmu!" Seru Rafkan dengan menyindir orang yang berada di depannya.
"Maksudnya aku yang terlalu banyak mengeluarkannya di dalam?" Tanya Avan dengan tidak ada malunya.
"Hish! Malu sekali diriku ini!" Gerutu Faza.
"Tentu. Dan kau harus banyak meminum air putih. Kau adalah sekian dari banyaknya orang yang mengalami nyeri haid paling parah. Mungkin terjadi karena--"
"Dok kau jangan bicara hal mesum atau ku rontokkan gigimu!" Geram Faza yang membuat Rafkan terkejut.
Ia tidak menyangka istri dari sahabat Daddynya sangat ganas. Beraninya ia mengancam sedangkan Avan hanya diam saja mendengarkan perdebatan antara dokter dan istrinya itu.
__ADS_1
"Kapan ia selesai?" Tanya Avan tiba tiba.
"Aku tidak tau karena itu tergantung. Jangan bilang kau ingin segera--"
BUGH
"Aduh!" Pekik Rafkan saat tangannya dipukul oleh Faza dengan sangat keras.
"Kenapa kau memukulku!" Kesal Rafkan sembari mengelus tangannya.
"Karena kau sama mesumnya dengan suamiku!" Gumam Faza.
...🍀🍀🍀...
Di sisi lain. Lola lebih dulu sadar dari pingsannya. Ia merasa pandangannya kabur dan merasa sakit di sekujur tubuhnya. Ia pun mencoba mengembalikan serpihan serpihan ingatannya.
Memang Lola tipe orang yang polos namun dia juga tau akan hal ini. Ia pernah mengikuti olimpiade sains mengenai sel telur dan sel ******. Yang ia takutkan saat ini bagaimana jika ada malaikat kecil di perutnya.
Lola pun akhirnya memindahkan tangan Aven dan membalut tubuh polosnya dengan selimut tidak memperdulikan Aven yang tengah polos juga. Ia pun dengan tertatih tatih menuju kamar mandi dan menjalankan mandi junub agar tubuhnya suci kembali.
"Aku tidak akan mau di sentuh olehnya lagi!" Isak Lola di dalam kamar mandi.
Ia pun keluar dari kamar dan bingung ingin berbuat apa. Ini sudah jam pulang sekolah. Pastinya ia akan langsung tertidur sedangkan Faza pasti sedang bersama suaminya. Kenapa kehidupannya begitu kejam menurutnya. Ia yang ingin merawat suaminya malah sekarang suaminya membuat dirinya takut.
Tringgggg Tringgggg
__ADS_1
Sampai dering ponsel mengejutkannya. Lola mengeluarkan ponselnya dan menatap nama yang sangat dikenalnya.
"Gion." Lirih Lola saat melihat nama di ponselnya.
Lola pun dengan perlahan mengangkat telfon Gion.
"Hei Lola kenapa kau tidak masuk? Apa karena Faza?" Tanya Gion membuat Lola terkekeh kecil.
Apa aku harus mengatakan yang sebenarnya?
"Gion bisakah kita bertemu?" Tanya Lola dengan suara yang sangat lirih namun dapat di dengar oleh Gion.
Gion menautkan alisnya. Tumben sekali Lola mengajak dirinya bertemu. Biasanya juga Gion yang lebih dulu mengajak Lola dan itupun pasti berhubungan dengan pelajaran.
"Kenapa?" Tanya Gion.
"Aku hanya ingin curhat denganmu hiks hiks!" Ujar Lola yang akhirnya menangis di balik teleponnya.
"eh, kau menangis?" Heran Gion.
"Kau jangan menangis Lola, Ayo kita bertemu. Sebelum itu kau harus tersenyum dan mengirim fotonya kepadaku atau aku tidak akan bertemu!" Ancam Gion.
"Kau ada ada saja!" Kekeh Lola membuat Gion dibalik sana tersenyum.
Lola pun melakukan selfi dan mengirimnya kepada Gion. Gion di sana tersenyum melihat Lola tersenyum. Namun yang membuatnya heran adalah wallpaper dibaliknya.
__ADS_1
Di rumah siapa itu? Aku yakin itu bukan rumah Lola!
...Follow ig:@Fatmass.s...