
Avan yang selesai dari meetingnya pun membuka handphone nya. Banyak sekali notifikasi tentang belanjaan yang dibeli Faza. Namun bukan itu yang membuat Avan mengernyitkan dahinya.
"Kenapa hanya segini? Belanjaannya banyak tapi harganya sangat murah!" Gumam Avan menggelengkan kepalanya.
"Dia benar benar!" Kekeh Avan.
...🍀🍀🍀...
"Huh, capek banget!" Keluh Faza saat dirinya selesai berbelanja.
Lola menggelengkan kepalanya. Faza belanja barang dan makanan sangat banyak sedangkan dirinya hanya membawa satu tas berisi tiga pakaian entah apa pakaian itu, itu saja Faza yang membelinya.
Lola bahkan tidak boleh membukanya dan hanya menggunakannya saat nanti pulang ke mansion.
"Apa segini masih kurang?" Tanya Lola.
"Masih, Aku masih belum beli yang kayak Lala yang kipas angin kecil itu tadi di kelas. Aku juga belum beli baju kupu kupu!" Gerutu Faza membuat Lola menggeleng tak percaya.
"Ini udah banyak banget!" Seru Lola.
"Belom. Tunggu kita taruh ini di taksi. Suruh supirnya bawa masuk semua barangku. Kau masuk saja di mobil dulu aku akan beli baju kupu kupu dulu!" Seru Faza.
...🍀🍀🍀...
"Bagaimana? banyak sekali bukan? Apa kartu ini sudah habis?" Tanya Faza dengan polosnya.
Ia pun menyodorkan black cardnya ke arah Avan.
"Belanjaanmu itu kurang banyak. Lihatlah totalnya hanya segini!" Sahut Avan tanpa menerima black card itu.
"Ini sudah banyak masih dibilang kurang banyak. Sudahlah keluargamu memang kaya raya sejagad raya yang tidak akan pernah habis. Aku kewalahan! Kau ambil saja ini jangan tunjukkan padaku. Bisa bisa aku stres melihat kartu ini!" Gerutu Faza yang mulai mengeluarkan barangnya satu persatu.
"Kau bilang kau sanggup!" Ejek Avan.
"Diamlah atau kurontokkan gigimu!" Geram Faza.
Avan terkejut mendengarnya. Berani sekali istri kecilnya mengancamnya dengan kalimat yang sering ia gunakan untuk mengancam orang lain.
"Aku capek sekali!" Keluh Faza
__ADS_1
"Suamiku, kau mau apa?" Tanya Faza menyelidik saat Avan mulai membuka pakaiannya.
"Aku sudah capek jadi jangan sekarang!" Gumam Faza.
"Kau itu pikiranmu mesum Faza! Aku ini mau mandi tetapi kau malah membahas hal mesum!" Ejek Avan.
"Hish kau itu membuatku malu!" Pekik Faza membuat Avan terkekeh.
...🍀🍀🍀...
"Apa ya ini?" Gumam Lola saat tangannya menenteng paper bag pemberian Faza.
Disaat Lola ingin membukanya tiba tiba Aven datang membuat Lola mengurungkan niatnya. Aven pun menautkan alisnya melihat Lola yang tengah membawa paper bag itu.
Aven pun mengangkat bahunya dan mulai melonggarkan dasinya.
"Hei lolipop!" Panggil Aven.
"Saya Lola tuan!" Ujar Lola yang merasa kesal dirinya dipanggil dengan sebutan lolipop.
Lola pun menganggukkan kepalanya dan berjalan mendekat ke arah Aven. Mulai melepaskan dasi yang melilit di leher Aven.
"Kenapa kau tidak menggunakan kartu yang kuberikan?" Selidik Aven.
"Saya tidak berhak tuan!" Jawab Lola.
"Apanya yang tidak berhak. Huh kau itu selain jelek ternyata juga tidak bisa berpikir dengan tepat! Kau itu istriku dan pasti berhak!" Geram Aven.
"Saya...saya--"
"Sudahlah, Aku ingin menemui pacarku. Ambilkan aku pakaian yang keren!" Seru Aven dan berlalu ke kamar mandi.
Lola terkejut dan menatap intens kearah Aven yang tengah berjalan itu. Menghela nafas dan akhirnya mengambilkan apa yang diminta suaminya.
"Dia bahkan sudah punya pacar!" Gumam Lola yang telah selesai menyiapkan pakaian untuk suaminya.
...🍀🍀🍀...
"Kenapa kau membeli ini," Heran Avan saat melihat baju berwarna pink dengan sayap dibelakangnya.
__ADS_1
seperti anak kecil saja!
"Itu baju kau tidak lihat!" Kesal Faza.
"Iya maksudnya kenapa kau beli baju yang" Avan tidak meneruskan kata katanya dan hanya menggelengkan kepalanya.
"Tunggu sebentar!" Faza pun mengambil baju kupu kupunya dan berlari kekamar mandi untuk memakainya.
"Bagaimana suamiku? Cantik tidak?" Tanya Faza sambil.memutar mutar tubuhnya.
"Kau itu norak!" Gumam Avan.
"Hish aku tadi itu nonton bioskop sama Lola. Bagusss banget terus nonton filmnya itu yang tentang kupu kupu. Terkejar tapi nggak tergapai gitu. Ish pokoknya aku ingin baju kupu kupu!" Jelas Faza panjang kali lebar.
Avan menggeleng mendengarkannya. Istri kecilnya memang benar benar beda dari yang lain. Disaat yang lain ingin baju.dan tas branded namun Faza malah ingin baju kupu kupu yang seperti anak anak.
"Suamiku!! Sayapnya bisa menyala!" Teriak Faza kegirangan saat sayap di bajunya itu menyala karena lampu.
Avan memijat keningnya. Istri kecilnya sungguh membuatnya tidak bisa berpikir lagi. Namun dibalik semuanya terbitlah senyuman kecil di bibirnya.
Avan yang melihat Faza berputar sembari merentangkan tangannya merasa senang seperti anak kecil yang baru dibelikan mainan hanya bisa menggelengkan kepalanya.
"Lalu apa fungsi baju jelekmu itu!" Seru Avan.
"Ish ini itu bukan baju jelek. Lihatlah cantik kan. Aku sangat cantik!" Bangga Faza.
"Lupakanlah. Lalu dimana gaun yang kau beli untuk nanti malam?" Tanya Avan.
Plok.
Faza menepuk keningnya. Ia lupa untuk membeli gaun. Avan yang melihatnya hanya bisa menghela nafas.
"Oh iya Lupa!" Cengenges Faza.
"Suamiku bagaimana jika nanti aku pakai baju kupu kupu ini saja!" Tawar Faza.
"Kau itu benar benar harus dihukum biar kapok!" Kesal Avan.
"Aaaa!!!!"
...Follow ig:@Fatmass.s...
__ADS_1