
"Ayolah Nas! Mau ya demi keluarga kita!" Pinta Leksa yang membujuk Nasywa dan Wida agar mau memberikan Indira untuk dijodohkan dengan Aven.
"Maaf, Tapi aku tidak ingin anakku harus bersanding dengan" Wida menyahut tiba tiba dan tidak melanjutkan kata katanya.
Leksa menundukkan kepalanya memang anaknya sangat dapat dibilang bejat. Namun bagaimana lagi Leksa ingin yang terbaik. Ricko yang melihatnya sebenarnya juga merasa kasihan. Leksa sudah berjuang namun anaknya sangat bersifat nakal.
"Aku mau!" Timpal Indira tiba tiba.
Wida dan Nasywa yang melihatnya terkejut begitu juga dengan Gavin.
"Indira! Kau--"
"Aku tau kak tapi aku ingin mencoba! Aku yakin kak Aven bisa beru ah!" Seru Indira membuat Leksa dan Ricko tersenyum.
Wida dan Nasywa hanya bisa menghela nafas. Sebenarnya ia setuju saja jika Indira akan dijodohkan dengan anak sahabatnya. Tapi mengingat bagaimana sifat Aven membuat Wida dan Nasywa sedikit ragu.
"Aku menurut dengan anakku saja!" Seru Nasywa.
Indira tersenyum. Wida juga menyutujuinya membuat Leksa senang mendengarnya.
"Tapi kita harus menggunakan rencana!" Seringai Leksa.
"Rencana?"
"Iya untuk menjebak Aven agar mau menikah denganmu tanpa ada penolakan!" Timpal Leksa.
...🍀🍀🍀...
Avan yang sudah bangun dari tidurnya mengambil posisi menyamping untuk melihat istri kecilnya yang tengah tertidur pulas dengan tubuh yang masih polos dan kusut berantakan.
Avan dan Faza baru tertidur dari kegiatan panas mereka sekitar jam tiga. Membuat Faza saat ini hanya tidur 4 jam.
Faza menggeliat merasakan tubuhnya yang masih mengantuk dan enggan untuk bangun bahkan bergerak pun rasanya sangat malas. Dengan perlahan dirinya membuka matanya karena merasakan nafas yang menyeruak di wajahnya.
__ADS_1
cup
Avan pun mengecup sekilas bibir istrinya dan tersenyum membuat Faza mendengus.
"Sekarang jam berapa?" Tanya Faza yang masih dalam keadaan mode malas.
"Jam tujuh!" Jawab Avan dengan entengnya.
"Oh masih jam tujuh." Faza kembali memejamkan matanya. Avan yang melihatnya terkekeh.
Bagaimana bisa lupa dengan sekolahnya? Astaga serang Avan tadi malam benar membuat Faza lupa ingatan untuk sementara.
Faza mencoba membuka matanya kembali merasakan ada hal yang aneh.
"Tunggu, biasanya aku jam segini ngapain?" Tanya Faza menatap Avan.
"Sekolah!" Sahut Avan.
Faza terbelalak. Benar sekali dirinya harus sekolah. Faza pun mengucek matanya dan benar saja jam sudah menunjukkan pukul 7 lebih dan ia sudah sangat terlambat. Menatap tajam suaminya yang sudah tertawa lepas melihat tingkah bodoh Faza.
Oh tidak Avan menyeringai.
"Apa kita kemarin melakukannya lagi?" Tanya Faza dan dijawab anggukan kepala oleh Avan.
Menghela nafas dan akhirnya merebahkan kembali tubuhnya dengan membelakangi suaminya. Avan pun yang sudah dalam kode on nya mulai menggerakkan tangannya ke daerah terlarang milik istrinya.
"Suamiku!" Pekik Faza.
"Huss kau merasakannya? Dia sudah bangun!" Seringai Avan.
Saat Avan ingin melakukan aksinya tiba tiba dering ponselnya membatalkan semuanya. Avan dan Faza hanya saling tatap namun dengan segera Faza mendorong tubuh Avan dan menghindar sebelum Avan akan menerkamnya lagi.
__ADS_1
"Ayo" Pinta Avan
"Ada telepon!" Dengus Faza dan beralih mengambil pakaian dasternya.
"Yah sudah robek!" Seru Faza memelas karena daster batik coklatnya sudah rusak.
Avan terkekeh dan berjalan mengambil ponselnya tanpa pakaian sama sekali membuat Faza menutup matanya dengan tangannya.
benar benar mesum, gila dan tidak punya malu.
Avan pun mengangkat ponselnya tertera nama mamahnya. Ya Leksa saat ini sedang menelepon. Menautkan alisnya kenapa mamahnya pagi ini sudah menelepon.
"Halo!" Seru Avan.
"Avan. Bilang pada istrimu nanti pulang sekolah suruh dia menuju mansion!" Ujar Leksa dibalik telepon.
"Suamiku!! Celana dalamku mana?" Teriak Faza membuat Avan meneguk ludahnya berharap mamahnya tidak mendengarnya.
"Loh itu suara Faza. Dia tidak sekolah. Dan celana dalamm? Avan jangan bilang kamu--"
"Sebenarnya mamah mau bicara apa?" Avan mencoba mengalihkan pembicaraannya sembari tangannya menunjuk bawah kasur agar istrinya itu tidak berteriak.
"Kau itu, Pokoknya suruh Faza--"
"Suamiku celana dalamku robek! Aku sudah kehabisan celana dalamnih karena selalu kau robek bagaimana ini aku harus memakai apa?" Kesal Faza tanpa menoleh ke arah Avan dan hanya memandangi ****** ******** yang robek.
Kau benar benar membuatku malu, istri kecilku.
"Astaga kalian ini benar benar!" Gerutu Leksa dibalik telepon menggelengkan kepalanya dan menutup ponselnya tidak ingin menganggu Avan yang tengah masa hangat dengan Faza.
Avan mendengus dan berjalan mendekat ke arah istrinya. Sungguh kali ini hati Avan ingin berteriak namun melihat wajah Faza rasanya kata itu tidak bisa diungkapkan. Polos? bodoh? tidak tau mau? lucu? menggemaskan? Ah semuanya menjadi satu dalam diri Faza.
Kau benar benar!!
__ADS_1
...ig:@Fatmass.s...