Missing You : David

Missing You : David
16 Ala Ala Princess Gitu


__ADS_3

Setelah latihan hari itu, David dan Zea semakin dekat. Terkadang sepulang sekolah mereka pergi makan bersama atau hanya sekedar main ke mall atau berjalan jalan sore.


Berangkat bersama ketempat latihan bahkan terkadang David mengantarkan Zea pulang ke rumah. Keluarga Zea sudah mulai dekat dengan David. Semenjak hari pertama kedatangan David ke rumah mereka, bapak dan ibu Zea sudah menyukai David. Ditambah David sering mengantarkan Zea pulang. Sifat David yang sopan dan lembut membuat orang tua Zea luluh tapi tidak dengan Fadlan.


Entah mengapa kakak pertama Zea tidak begitu yakin dengan David, karena latar belakang David yang merupakan anak konglomerat. Fahsan merasa jika bisa saja David memang menyukai adiknya tapi belum tentu keluarganya akan terima.


Mungkin Fadlan terlalu jauh berpikir jika Zea dan David akan menjadi lebih dari seorang teman bahkan hingga mempertemukan keluarga. Tapi tidak ada salahnya memikirkan masa depan. Dia hanya tidak ingin adiknya terluka jika jatuh terlalu dalam dengan orang yang sama.


Seperti sore ini, Zea pamit kepada bapak dan Ibu untuk pergi bersama David. Semula semua anggota keluarga memperbolehkan tapi Fahsan kemudian meminta agar David menjemput dan mengantar Zea jika ingin pergi bersama.


"Bapak, ibu hari ini Zea mau main sama kak David."


"Mau main kemana dik?" tanya Aslan.


"Mau ke teman G kak, ada festival di sana."


"Oh yaudah hati hati."


"Bagaimana pak, buk?"


"Boleh nak yang penting jangan pulang terlalu malam ya."


"Baik pak terimakasih."


"Sama sama nak."


"Tidak boleh, bolehnya jika David datang kesini untuk menjemput dan mengantar mu pulang kembali."


"Harus banget kak?" tanya Zea dengan muka memelas.


"Harus banget, no nego."


"Ya udah kak, sebentar."


Zea kemudian kembali ke rumah untuk mengambil ponsel menghubungi David.


Message....


Anda:" Maaf kak Zea boleh keluar asalkan kakak datang buat jemput Zea. Gimana kak?"


Kak David :"Ngga masalah Ze, nanti aku jemput kerumah ya."


Anda :"Ukeydeh kak ditunggu πŸ˜‚"


Kak David :"Heem Zeze cantik 😎."


Zea kemudian berlari ke arah kamar mandi untuk menggosok gigi dan mencuci muka. Membuka lemari baju miliknya untuk memporak porandakan seisi pakaian di kamarnya untuk memilih baju yang akan dipakainya nanti.


Setelah berganti selama beberapa kali akhirnya Zea kembali memakai pakaian yang dia pilih pertama kali. Merias tipis wajahnya agar tidak terlihat terlalu mencolok. Setelah selesai, Zea segera turun ke bawah.


Siapa sangka jika David sudah duduk di ruang keluarga bersama dengan bapak dan ibu.


"Kurang lama Ze dandanya," goda ibu.

__ADS_1


"Apaan sih Bu," potong Zea malu malu.


"Ya sudah sana hati hati," ucap bapak.


"Siap pak bos," jawab Zea bersemangat.


Setelah berpamitan dengan bapak dan ibu. Zea dan David pergi berangkat. Sebenarnya Zea sedikit penasaran pasalnya tadi ada kedua kakaknya, namun saat dia turun kakaknya sudah tidak ada. Dimana kira kira perginya kedua kakak Zea.


Zea memilih diam dan duduk tenang di kursi samping David. David menyetir dengan kecepatan sedang.


Sesampainya di sana, Zea turun setelah David membukakan pintu.


"Ayo Ze," ucap David ketika membuka pintu dan menyuruh Ze turun.


Zea diperlakukan lembut seperti seorang putri raja.


"Ala ala princess gitu ya kak hehe," sambil tersenyum sok imut ke arah David.


David tersenyum malu mendengar ucapan Zea yang bahwa perlakuan khusus yang dilakukan David seperti memperlakukan seorang putri.


"Masa aku sopir Ze kalau ala ala princess," ucap David bersamaan dengan menutup pintu mobil.


"Of course no kak, lebih tepatnya kaya pangeran yang melakukannya untuk tuan putri idaman hatinya kaya film Disney gitu kak."


"Ya bolehlah penting kamu suka."


"Hmm aku suka kok kak."


Mereka berjalan berdampingan sebelum akhirnya Zea berjalan lebih dulu karena melihat kerumunan orang di depan sebuah penjual makanan.


Zea sepertinya tertarik ingin membeli tapi dia tidak suka mengantri lama. Zea kemudian memiliki ide untuk meminta David mengantri untuk dirinya.


"Kak David," panggil Zea kepada David yang berdiri di belakangnya.



Tanpa sadar Zea terpukau dengan ketampanan David. Benar benar seperti lukisan yang sempurna.


"Wow, ganteng banget," ucap Zea keceplosan.


"Apa? Kamu barusan bilang apa Ze?"


Zea menggelengkan kepalanya malu karena sudah keceplosan memuji David.


"Ya sudah kalau tidak mau jujur. Ku tinggal kamu disini nanti," goda David memalingkan wajahnya.


"Kak David ganteng banget dibawah cahaya, kaya punya sinar yang terpancar dari tubuh kakak. Kaya silau gitu di mata," sambil memeragakan menutup wajahnya sedikit seolah olah sedang melihat cahaya yang menyilaukan.


"Hahaha bisa saja ya kamu memuji begitu," jawab David mencubit pipi Zea yang tipis putih mulus.


"Kenapa tadi manggil Ze?"


"Oh itu, balik lagi deh ke topik. Btw kak, Zea mau makan itu tapi ngga mau antri sendiri bisa temenin ngga?"

__ADS_1


"Boleh sini biar aku yang antri kamu duduk aja."


"Ya jangan kak. Maunya tu antri berdua biar kaya couple gitu kak hihi."


"Ya udah ayo antri," pinta David.


Mereka berdua antri di antara barisan manusia pencinta kuliner lainnya. Tiba tiba seseorang menabrak Zea dengan tanpa sengaja hingga Zea merasa sakit karena sedikit terpental. Untung David dengan sigap memegangi Zea agar tidak jatuh ke tanah.


"Jalan hati hati dong," ucap David kepada seseorang yang menabrak Zea.


"Lain kali juga jangan di jalan dong," ucap yang menabrak Zea justru seperti tidak terima.


Pengunjung lainnya merasa tidak nyaman dengan lelaki yang menabrak justru marah marah.


Zea berbisik ke arah David.


"Kak sepertinya dia mabuk," ucap Zea berbisik.


"Biarkan saja, kamu tidak apa apa."


"Tidak masalah kok kak, aku baik baik saja."


"Syukurlah, jangan jauh jauh dariku," pinta David sambil menggenggam tangan Zea erat.


Dua orang laki laki dengan jas hitam datang dari kejauhan menyeret lelaki yang membuat keributan itu. Entah dari mana mereka datang tapi mereka terlihat sangat gagah.


"Mohon jangan membuat keributan. Mari ikut kami."


"Kalian siapa? Jangan mengganggu ku."


"Lebih baik anda ikut kami dengan berjalan sendiri," ucap pria yang satunya.


"Atau perlu kami yang membawa Anda?" ucapnya dingin.


"Ba.. baiklah."


Zea saja kagum melihat postur yang tinggi besar berbadan tegap itu.


"Wah mereka seperti Spiderman ya kak," ucap Zea.


"Hm."


David seperti tidak senang dengan kehadiran dua orang tersebut. Tanpa sadar Zea merasa sudah berbuat kesalahan.


"Pasti kak David tidak suka aku memuji pria lain," batin Zea dalam hati.


"Maafkan aku kak," ucapnya sambil menundukkan kepala.


"Oh tidak Ze, kamu tidak berbuat salah. Maafkan aku ya."


"Jangan cemberut ayo kita mengantri lagi," ajak David.


"Ayo kak."

__ADS_1


__ADS_2