
Minggu paginya, Ibu Zea bersama dengan bapak dan Paman Zea pulang ke rumah untuk mandi dan berganti pakaian. Kondisi Kakek sudah membaik bahkan ketika infus yang dipasangkan habis dan tekanan darah Kakek tidak naik, beliau di izinkan pulang.
Zea bangun pagi bersama Fadlan dan Desi untuk melakukan pekerjaan rumah. Memasak menyapu, mengepel dan mencuci pakaian. Aslan bangun terakhir karena semalam begadang menonton pertandingan bola.
"Kak Aslan baru bangun sana cuci muka terus bantuin nyapu rumah sama halaman," titah Zea.
"Iya adik ku bawel," ucap Aslan menurut.
Pada dasarnya keluarga Zea merupakan pribadi yang suka melakukan suatu pekerjaan. Mereka tidak pernah mengeluh.
Setelah pekerjaan selesai mereka mandi dan duduk santai di teras. Datanglah mobil Kijang P*nther milik ayah Desi.
Zea dan Desi menyiapkan makanan untuk sarapan mereka. Ibu tinggal di rumah sementara bapak dan Paman Zea kembali ke rumah sakit.
Sore harinya, kakek Zea sudah diperbolehkan keluar dari rumah sakit. Karena kondisi Kakek yang sudah membaik, Zea bersama keluarga pulang ke kota.
*****
Pukul 6.05
"Ze!!!" panggil ibu sambil menggedor-gedor pintu kamar Zea.
Zea hanya mengeryipkan matanya pelan kemudian tidur kembali. Niatnya tapi siapa sangka ibu Zea datang bersama Aslan membangunkan Zea.
"Dik bangun!!, udah jam 6.15 nanti kamu telat."
"Apa??? Kok ngga dibangunin astaga," jawab Zea berlari ke kamar mandi.
*****
20 Menit kemudian Zea turun ke bawah sudah siap mengenakan seragam. Di ruang makan hanya tinggal ibu dan bapak disana.
"Kakak kakak tampan ku kemana Bu?"
"Sudah berangkat Ze, kamu nanti diantar bapak sampai swalayan samping sekolah mu ya."
"Baik Bu."
Zea berangkat diantar bapak menggunakan mobil pick up. Bapak memang sengaja menghantarkan Zea sekaligus mengirimkan sayuran ke swalayan di dekat sekolah Zea.
Bapak menurunkan Zea di pinggir jalan. Sisanya dia berlari menuju sekolah karena 10 menit lagi gerbang di tutup. Dengan sekuat tenaga Zea berlari mengejar waktu tetapi yah belum rejeki.
Pukul 07.00 pas Zea tiba di depan gerbang. Satpam sekolah tidak mau lagi membukakan gerbang. Ternyata Zea tidak sendiri, dibelakang ada David yang turun dari mobil sedan mewah berjalan menuju gerbang. Setelah berdebat dengan kepala keamanan Sekolah akhirnya gerbang di buka.
"Cepat masuk," pinta pak satpam.
"Terimakasih," ucap Zea sambil tersenyum.
David tersenyum ke arah Zea. Entah perasaan apa tapi terlambat kali ini menyenangkan begitu yang David pikirkan karena dia berada bersama dengan Zea.
"Kamu kenapa senyum Ze? Kita kan telat."
"Karena kita tetap boleh masuk sekolah kak," jawab Zea antusias.
"Tapi tetep di hukum lhu."
"Hei kalian yang terlambat, cepat!" pinta guru pembina kesiswaan.
"Baik pak," jawab David.
__ADS_1
"Kalian berdua lari 2 putaran lapangan sepak bola. Setelah itu, nanti sepulang sekolah bersihkan toilet di lantai satu. Mengerti!"
"Baik pak,"
"Bagus kerjakan."
David dan Zea justru sangat bersemangat mengerjakan hukuman itu bersama. Setelah tidak bertemu selama beberapa hari, akhirnya mereka bertemu bahkan menghabiskan waktu bersama yaa untuk mengerjakan hukuman.
Ketika membersihkan toilet di kamar mandi sebenarnya sudah bersih tapi entah mengapa mereka diminta membersihkan kembali.
"Ini kan sudah bersih, kenapa harus dibersihkan kembali?" tanya Zea kesal.
"Entahlah Ze, ingin bolos?"
"Maksud mu kak?"
"Bolos mengerjakan hukuman ini."
"Mau kak," jawab Zea antusias.
"Ambil tasmu ayo kita pergi ke tempat dengan pemandangan yang indah," ajak David.
Mereka berdua pergi meninggalkan hukuman membersihkan toilet. David mengajak Zea menuju rooftop SMA.
"Bagaimana Ze?"
"Woaaah, indah sekali kak," ucap Zea kagum.
"Masih jauh lebih indah kamu Ze."
"Apa kak?"
Zea terdiam mendengar pernyataan dari David tersebut. Hatinya sangat senang akhirnya David mau mengakui perasaannya ke dalam langkah yang lebih serius. Zea ingin berkata iya tapi lidahnya kelu.
"Kenapa diam? Kamu tidak menyukai ku ya?"
Zea menggelengkan kepalanya.
"Lalu?" tanya David.
"Mau," jawab Zea malu malu.
"Terimakasih, hari ini hari pertama kita ya," ucap David.
Zea mengangguk malu malu.
Hari itu, berkat hukuman atas keterlambatan mereka. David jadi memiliki banyak waktu bersama dengan Zea.
Hari pertama mereka menjadi kekasih adalah pertama kalinya Zea terlambat datang ke sekolah. Momen yang kurang menyenangkan tetapi Tuhan ganti dengan kebahagiaan lainnya.
******
Seminggu berjalan, hari ini David latihan basket. Zea berniat melihat David latihan sekaligus membawakan bekal es buah buatannya sendiri untuk anggota tim basket lainnya.
Ketika sampai di lapangan, Zea mendengar percakapan Kelson dan David yang mengungkapkan sesuatu yang selama ini tidak Zea ketahui.
"Jadi kak David adalah Master?" tanya Zea.
"Zea?" ucap Kelson kaget.
__ADS_1
Ternyata Zea tidak sengaja mendengar percakapan Kelson dan David di lapangan basket.
"Kenapa kak?"
"Kenapa kak David tidak jujur dari awal? Kenapa?"
"Maaf Ze," ucap David pasrah.
Dia tahu bahwasannya dia sudah membohongi Zea selama ini. Tidak mengakui identitasnya. Berpura pura tidak mengenal Zea di dalam game bahkan mereka adalah pasangan di dalam game. Jelas ini adalah sebuah kebohongan.
"Maaf? Aku butuh penjelasan kak bukan kata maaf," jawab Zea tegas.
Zea kemudian pergi meninggalkan David dan Kelson. Bukan David namanya jika dia menyerah begitu saja. David berlari mengejar Zea dari belakang.
Dengan sigap David memegang tangan Zea.
"Tunggu sebentar Ze. Dengarkan aku dulu," pinta David.
"Aku tidak mau mendengarnya sekarang kak."
"Lalu kapan? Aku tidak ingin kehilanganmu Ze. Seminggu yang lalu aku sudah berniat untuk jujur kepada mu tapi aku tidak bisa. Kita belum sempat bertemu Ze."
"Aku tidak ingin mendengarnya sekarang. Kumohon," ucap Zea sembari menoleh ke arah David. Tangan Zea meronta meminta untuk dilepaskan.
David tidak tega, jika dia terus memegangi tangan Zea bisa bisa Zea akan terluka.
"Baiklah, lalu kapan kamu mau mendengarkan ku?" tanya David sambil melepaskan genggaman tangannya.
"Nanti."
******
Seminggu berlalu
Zea juga masih belum mau berhubungan kembali dengan David. Entah mengapa David tidak pernah melihat Zea di sekolah.
"Minggu depan ujian akhir semester ini," jelas Alvin.
"Liburan kali ini mau kemana kita?" Tanya Kelson.
"Hawaii apa Pattaya Thailand?" Jawab Kelson memberikan pilihan.
David terdiam melamun. Pikiran David terbang jauh memikirkan hubungan nya dengan Zea. Sementara itu di satu sisi, mereka baru saja menjadi sepasang kekasih bahkan Zea mulai rutin menanyakan kebiasaan dan mengingatkan hal hal kecil seperti makan dan minum tapi sayang. Satu saja kesalahan membuyarkan semua kenangan indah mereka. Zea merasa seperti di bohongi oleh David selama mereka bersama.
"David!" Panggil Kelson berteriak.
"Apa sih, gue belum budeg," jawab David bersamaan dengan memegang telinganya yang sakit karena Kelson berteriak di dekat telinga David.
"Loe ya ditanya liburan mau kemana malah diam aja."
"Terserah kalian aja gue ikut mau kemana," jawab David malas.
"Masalah Zea ya?" Tanya Alvin.
David mengangguk pelan.
"Sabar Vid, mungkin dia butuh waktu tenang buat mikir. Saran gue jangan terlalu dikejar nanti dia mikir loe ngga ngehargain permintaan. Gue yakin kok Zea juga suka sama lor," upaya Alvin memberikan semangat kepada sahabatnya yang satu itu.
"Gapapa kok, gue bakal usaha biar kita baikan," jawab David optimis.
__ADS_1