Missing You : David

Missing You : David
37 Sugar Rush


__ADS_3

"Nih Ca, buat kamu aja," ucap Zea sambil menyodorkan makanan pemberian Gavin.


"Kenapa? Kamu nggak suka?"


"Iya, kamu nggak lihat tatapan anak anak di kantin ke aku tadi? Mana sempat makan, mending buat kamu aja," jelas Zea.


"Iya juga sih, Gavin anak hits soalnya dia juga ikut Genk motor lhu."


"Oh ya? Emangnya ada Genk motor di sekolah kita?"


"Katanya sih itu Genk motor sedaerah sini."


"Yang bener? Ngeri banget dong," jawab Zea bergidik.


"Ya mau gimana lagi Ze, emang gitu adanya."


"Ngeri ih Ca, coba bayangin tiba tiba ada tawuran terus kamu pas lagi sama Gavin. Pasti ditinggal tawuran kan, ngeri deh."


"Iya juga ya, dah jangan dekat dekat dia kamu kan juga udah ada kak David."


"Iya iya, oh iya kak David."


Zea mengirimkan pesan kepada David untuk tidak menjemputnya pulang karena dia akan pulang bersama Caca.


"Kenapa Ze?"


"Ngabarin kak David, biar nggak jemput aku."


"Emang udah janjian?"


"Tadi dia tanya pulang bareng siapa aku jawab nggak ada mau dijemput tapi kan kita ada acara mau main ke rumah mu."


"Iya juga ya bener."


Drt


πŸ“±"Ya udah nanti aku jemput aku anterin ke rumah Caca." balas David.


Raut muka Zea berubah menjadi kaku dan bingung. Dia bingung harus menjawab apa, tidak enak dengan Caca jika David menimbrung seperti itu.


"Ada apa Ze?"


"Kak David tetep mau nganterin kita boleh?"


"Ya jelas boleh lah, boleh banget malahan."


"Kamu nggak keberatan Ca?" tanya Zea memastikan.


"Sama sekali nggak Ze, justru baik kan kita ada yang jemput dan udah pasti kita kenal nanti aku tinggal kabarin mama."


"Makasih ya Ca."


"Sama sama," jawab Caca.


Zea membalas pesan David setelah berunding dengan Caca.


πŸ“±"Iya, aku tunggu di depan gerbang."


πŸ“±"Sebentar lagi otw, jangan kemana mana ya," jawab David.


"Kenapa Ze?" tanya Caca melihat Zea yang fokus melihat ponselnya.


"Nggak kok, sebentar lagi kak David jemput."


"Owalah ya udah ayo kita duduk di halte aja."


"Nggak papa emang nunggu lama di halte?"


"Nggak papa, daripada disini nggak enak juga banyak yang lihat."


"Ya udah ayo kalau gitu."


*********

__ADS_1


25 menit kemudian David datang menggunakan mobil Yaris putih miliknya. David turun tepat di depan halte bus.


"Maaf, nunggu lama ya?" tanya David yang turun bersama dengan menyodorkan 2 gelas Boba.


"Nggak kok kak," jawab Caca.


"Ini apa?" tanya Zea.


"Minuman sayang."


"Iya terus?"


"Ya buat di minum dong."


"Tapi kan kita bertiga," jawab Zea.


"Iya, punyaku udah di dalam. Ayo masuk," ajak David.


"Oke," jawab Zea.


Zea memberikan satu gelas Boba untuk Caca rasa brown sugar.


"Makasih kak David," ucap Caca.


"Sama sama Ca," jawab Zea.


"Apaan coba," jawab Caca.


"Haha, iya Ca," jawab David sambil terkekeh.


Selama perjalanan berlangsung mereka bertiga mengobrol asik membahas mengenai bagaimana Zea dan David bertemu dan menjadi kekasih. Tanpa malu malu Zea menceritakan kejadian tersebut kepada Caca, tentunya setelah meminta izin David.


David mengizinkan karena baginya keinginan Zea adalah perintah sekalipun itu adalah hal yang menyakitkan kecuali hal yang melanggar hukum. Kan lucu kalau David harus melanggar hukum demi Zea dan sangat tidak mungkin Zea meminta hal yang berbahaya.


Sebelum sampai di rumah Caca, David berhenti ke sebuah toko kue. Zea ikut turun sementara Caca malas turun.


"Ngapain kesini?" tanya Zea mengekor di belakang David.


"Beli kue lah cantik."


"Buat Caca sama kamu."


"Lah nggak perlu repot repot gitu," ucap Zea menolak ide David.


"Dah jangan berisik sini bantuin milih," ucap David bersamaan memeluk lengan Zea.


Mereka berjalan ke depan rak dengan deretan kue manis tersusun rapi. Mata Zea tertuju pada sebuah kue dengan tampilan yang menggemaskan.



"Aku mau yang itu," tunjuk Zea seperti anak kecil.


David tersenyum melihat tingkah menggemaskan Zea.


"Boleh sayang," jawabnya sambil mengelus elus rambut Zea.


"Yang ini tolong dibungkus semua ya kak," ucap David kepada pelayan tersebut.


"Ha?" ucap Zea kaget dengan ucapan David yang akan membeli semua kue sejenis yang ditunjuknya.


"Kenapa? Mau yang mana lagi?" tanya David.


"Nggak tapi kenapa harus semua, aku satu aja cukup."


"Biar tambah manis kalau makan yang manis manis," jawab David ngasal.


David kemudian beralih ke arah lain dan memilih sebuah kue berbentuk bulat dengan krim putih serta toping buah untuk Caca.


Setelah membayar, David dan Zea keluar dari toko tersebut menenteng papper bag berisi kue.


"Ini kebanyakan," ucap Zea.


"Nggak tuh, cuma segini."

__ADS_1


"Banyak banget ganteng."


"Ya gapapa toh, nyemil gula biar tambah manis."


"Sugar rush sayang yang ada," jawab Zea malas.


Zea masuk mobil lebih dahulu. Sementara David menaruh kue di kursi tengah di samping Caca.


"Lama banget Ze, ini buat apa kak?" tanya Caca.


"Dimakan," jawab David.


"Iya tahu tapi banyak banget buat apa? Syukuran?"


"Ya bukanlah, buat kalian berdua," jawab David santai.


Zea menghela nafas panjang melihat tingkah aneh David.


"Kenapa sayang?" tanya David kepada Zea karena mendapati ekspresi Zea berubah drastis.


"Kesel sama kamu."


"Lhu aku ngapain? Aku kan nggak ganggu kamu," ucap David.


"Emang nggak, tapi kenapa beli kue sebanyak itu."


"Ya buat kamu lah, biar kamu seneng."


"Astagfirullah, itu pemborosan Dav," ucap Zea.


David yang sedari tadi menyetir langsung meminggirkan mobilnya untuk berbicara.


"Kok Dav? Aku kan nggak bikin salah," ucap David dengan ekspresi bertanya tanya.


"Nggak," jawab Zea dengan ekspresi bersalah.


"Terus kenapa Dav yang?" tanya David sambil memegang satu tangan Zea dengan ekspresi sok imut. Muka David seperti sedih dan kesal bercampur aduk.


"Maaf, nggak sengaja yang," ucap Zea.


"Jangan Dav, sayang aja ya ya," ucap David dengan ekspresi nanar.


"Okedeh," jawab Zea.


"Makasih."


"Iya, ayo lanjut nyetir lagi sayang."


"Siap laksanakan," jawab David.


Caca hanya menggelengkan kepalanya heran dengan tingkah mereka berdua. Bertengkar hanya karena memanggil nama.


Tidak lama kemudian, Zea dan Caca tiba di rumah Caca diantar oleh David.


"Masuk dulu kak," ucap Caca.


"Lain kali aja," ucap David sambil menyodorkan papper bag tadi.


"Ya nggak boleh, tamu harus mampir," ucap seorang wanita dari kejauhan.


Suara tersebut berasal dari suara mama Caca yang datang dari dalam rumah.


"Nah bener Ma," ucap Caca menghampiri mamanya.


"Tante," ucap Zea sambil mencium telapak tangan mama Caca.


"Si cantik mampir, Tante kangen sayang ayo masuk nak David juga."


"Kok Tante tahu," ucap Zea.


"Tadi Caca yang bilang Ze."


"Owalah gitue" ucap Zea.

__ADS_1


"Ya udah ayo masuk, ayo Mak David," ajak mama Caca.


David mengangguk dan mengekor di belakang Zea memasuki rumah Caca.


__ADS_2