Missing You : David

Missing You : David
17 Master


__ADS_3

Hari berlalu begitu cepat. Tiba saatnya perlombaan Memanah, Zea datang bersama David. Perlombaan di adakan di alun alun kota.


Banyak orang berkumpul untuk menyaksikan di pinggir alun alun. Bapak dan ibu Zea juga janji untuk datang menyaksikan Zea bertanding.


"Kamu kenapa Ze? Gugup?"


"Iya kak, aku nervous banget ini," ucap ze sambil menggoyangkan wajah ke arah muka David.


"Dah diam dulu," pinta David mengehentikan gerak tubuh Zea.


David mengambil sesuatu dari dalam saku celana miliknya. Sebuah permen cokelat keluar dari sana.


"Suka yang manis?"


"Suka."


"Makan permen cokelat, terus bayangin yang baik baik tarik nafas panjang hembuskan perlahan lewat mulut. Ayo coba!" pinta David.


"Siap kak."


Zea menurut untuk melakukan apa yang diucapkan oleh David. Dia mengambil permen.


Memakannya langsung "ummm," manis batin zea sambil tersenyum seperti anak kecil.


Zea kemudian memejamkan mata, membayangkan semua hal baik yang datang ke hidupnya. Bapak dan ibu yang sehat sedang makan malam bersama dengan dirinya beserta kedua kakaknya dan seseorang tambahan yang duduk di sampingnya. David, benar benar khayalan yang manis seperti permen cokelat ini.


Zea menarik nafas dan menghembuskan kembali perlahan. Sedikit demi sedikit.


Zea mengambil mengulangi hal yang sama menarik nafas dan menghembuskan kembali. Siapa sangka ide David berbuah manis. Zea tidak lagi merasa nervous. Justru dia seperti merasa terisi kembali oleh semangat seluruh alam semesta yang berpihak kepadanya. (ckckck alay kali kau Thor hihi).


Zea membuka mata dan tersenyum manis sekali kepada David.


"Bagiamana?" tanya David.


"Terimakasih kak, ini sangat ampuh."


"Syukurlah jika kamu sudah membaik. Sekarang semangat, lakukan yang terbaik maka hasil yang akan mengikuti," ucap David memberinya semangat.


Benar benar terdengar seperti kakaknya. Fadlan sering memberi Zea semangat untuk tidak begitu memperdulikan hasil. Berfokus kepada usaha merupakan upaya terbaik untuk hasil yang memuaskan. Zea merasa seperti menemukan sosok yang lebih dewasa dari lelaki yang hanya terpaut satu tahun darinya itu.


"Siap bang jago," ucap Zea menggebu dengan tangan kanan hormat di kepala.


"Halah Ze, kamu bisa saja membuat ku gemas," ucap David langsung tanpa perantara.


David memang sudah mulai terbuka dalam mengungkapkan perasaan yang dimiliki kepada Zea. Tanpa rasa malu, justru David memperlakukan Zea seperti anak kecil di mana pun tanpa memperdulikan sekitar. Zea pun merasa sangat menikmati hari hari dimanjakan ala princess oleh David. Bukan karena David kaya, tapi karena David selalu bisa membuatnya merasa berharga dengan hal hal kecil seperti tadi. Mengelus rambut, tiba tiba membawakan minum, mengambilkan buku di rak yang tinggi, menemaninya belajar di perpus dan masih banyak hal lainnya.


"Kok bengong?" tanya David membuyarkan lamunan Zea tentang David.

__ADS_1


"Tidak!" ucap Zea tegas sekaligus menggeleng cepat.


"Oh ya sudah, ayo kita berjuang."


"Ayo kak, semangat berjuang."


Ketika Zea sudah bersiap, dari kejauhan terlihat bapak dan ibu tengah berdiri di pinggiran alun alun. Ibu melambai lambai ke arah Zea.


Semangat 45 terus membuncah di dalam diri Zea.


"Aku harus menang, setidaknya aku harus berusaha untuk menang. Semangat," gumamnya untuk diri sendiri.


Area memanah pria dan wanita berbeda. Ketika Zea sedang bertanding di sisi lain di lapangan alun alun, David juga sedang bertanding.


Waktu berlalu cepat dan pengumuman pemenang di bacakan di lapangan.


Untuk kategori putra posisi pertama kembali diperoleh oleh David. Sedangkan posisi kedua oleh Eka dan ketiga oleh Martin dari SMA Catielo.


"Selamat," ucap peserta lainnya kepada David.


Beberapa anak perempuan datang membawa bunga dan hadiah diberikan kepada David.


David menolak menerima hadiah hadiah tersebut tapi beberapa dari mereka terus memaksa. Hingga akhirnya dia memilih untuk pergi meninggalkan kerumunan anak perempuan yang mengganggunya. David tidak ingin membuat Zea salah paham jika menerima hadiah tersebut.


Sedangkan di sisi lain, Zea sedang berdebar menunggu pembacaan hasil rekapitulasi juri siapa juara pertama.


Zea bersujud syukur mendapatkan juara 1. Hasil dari kerja kerasnya selama ini. Ibu dan bapak kemudian berlari masuk ke area alun alun menghampiri Zea.


Zea tersenyum ketika maju ke depan menerima hadiah ke arah ibu dan bapak. Entah siapa yang menaruh bawang di bawah mata Zea tapi terasa pedas dan membuat cairan bening mengalir disana.


Juara dua didapatkan oleh Marissa dari SMA Catielo, dan posisi ketiga diperoleh oleh Sasya dari SMA 45.


"Setelah proses penerimaan hadiah selesai. Zea turun menghampiri ibu dan bapak.


"Selamat ya nak," ucap bapak.


"Terimakasih pak," jawab Zea sekaligus mencium tangan bapak.


"Selamat anak ibu yang cantik," ucap ibu memeluk Zea.


Zea sangat suka berada di pelukan ibu. Hangat dan nyaman. Entah mengapa ibu justru menitikkan air mata.


"Selamat ya Ze," ucap David.


Kedatangan David menghentikan adegan bau bawang antara Zea dan ibunya. Zea malu karena penuh ingus dan air mata di depan David.


"Makasih kak hiks," jawabnya sambil menutup wajahnya malu.

__ADS_1


"Gapapa kok, nangis kan manusiawi iya kan pak?" tanya David kepada bapak.


"Tentu saja nak David."


Zea kemudian membuka tangan yang menutupi wajahnya. David dengan segera mengambil sapu tangan dari sakunya untuk menyeka air mata Zea.


"Nah sisanya hapus sendiri," ucap David sambil menyodorkan sapu tangan.


"Terimakasih kak."


Bapak dan David berbincang sampai akhirnya mengajak Zea makan malam. Tapi David menolak dengan sopan karena ayahnya menyuruhnya pulang.


"Mari mampir ke gubuk kami nak David. Ibu tadi membuat semur daging dan sup rumput laut."


"Wah pasti enak sekali pak, tapi mohon maaf saya harus segera pulang. Ayah ingin saya segera pulang, mungkin lain kali saya akan berkunjung."


"Oh baiklah kalau begitu. Mari nak David," ajak bapak.


"Ibu tunggu di sana ya Ze," ucap ibu memberikan waktu Zea untuk berbincang dengan David terlebih dahulu.


"Ze, maaf ada sesuatu yang belum aku beritahu kepada mu."


"Apa kak? Kenapa muka kak David serius gitu to?"


"Ini bukan hal yang penting banget tapi lumayan penting. Intinya nanti kamu juga tahu."


"Yaudah deh ngikut. Hati hati ya kak."


"Iya kamu juga ya."


Zea sudah berjalan beberapa langkah kemudian kembali berputar ke arah David.


"Kak David gimana? Juara lagi kan?"


"Heem kok, Alhamdulillah."


"Syukurlah kalau gitu, hati hati dijalan pulang kak."


Ucap Zea sambil berjalan menjauh menuju mobil bapak dan ibu.


Sebenarnya Zea dan David juga berteman melalui game online. Tapi David tidak pernah memberitahukan identitas nya begitu pula Zea. Mereka adalah pasangan di dalam game.


Sebelumnya, seminggu yang lalu Zea memberitahu bahwa dia berpasangan dengan seseorang di dalam game online. Kemudian orang itu dan Zea sering menghabiskan waktu bermain bersama. Zea memberitahu kepada David agar David tidak merasa tertipu jika tau di akhir Zea sering bermain dengan lelaki lain di dalam game.


Tetapi siapa sangka jika pengakuan itu seperti pukulan berat bagi David. Karena selama ini David tidak jujur bahwa partner yang Zea maksud itu adalah dirinya.


David sudah mempersiapkan pertemuan untuk mengaku kepada Zea.

__ADS_1


__ADS_2