
Tidak Suka
***
Suara gitar pertama kali terdengar setelah gelak tawa penonton berhenti. Alunan yang lembut tapi indah mengawali Zea menyanyikan sebuah lagu. Lagu tentang mencintai diri sendiri sebelum mementingkan orang lain.
Zea menyanyikan lagu dengan sangat baik. Suara yang selama ini dia sembunyikan ternyata amat sangat merdu dan indah. Penonton bertepuk tangan kagum mendengar suara merdua Zea. Tiba pada saat Zeana menyanyi, dia sangat menghayati setiap lirik yang dinyanyikan. Lagu yang membawa pesan tentang mencintai diri sendiri sebelum mencintai orang lain.
Di pojok sana, Jordan terpukau dengan suara Zea entah apa yang dia pikirkan tapi rasanya hatinya berdegup kencang. Tanpa berkedip untuk beberapa saat, Jordan seperti di sihir oleh suara merdu Zeana. Ketika mengambil video pun, dirinya hanya mengambil sepenggal dan tidak fokus langsung mematikan video tersebut.
Setelah selesai menyanyikan lagu, Zea mendapatkan tepuk tangan yang meriah dari para penonton sekalian. Beberapa diantaranya sampai berdiri dari duduk di kursi alun-alun untuk memberikan tepuk tangan kepada Zea.
“God job Ze,” ucap Wendi kepada Zea ketika Zea menoleh kearah Wendi sambil tersenyum manis.
***
Acara berjalan lancar, banyak sekali penonton yang menyumbangkan dana pada acara tersebut yang akan diserahkan pada yayasan kanker anak di kota Yin. Wendi memaksa Zea untuk ikut acara makan malam. Tadinya Zea menolak benar-benar tidak mau bergabung namun dengan muka memelas Wendi berhasil memaksa Zea untuk luluh dan ikut bergabung.
Selama acara makan-makan, beberapa anggota klub musik meminum alkohol dan nyaris mabuk. Beberapa anggota perempuan memilih meminum cola sebagai minuman pendamping daging bakar. Zea juga lebih memilih meminum air putih agar tetap terjaga.
Merasa waktu sudah malam, Zea memilih untuk mencari cara agar bisa pulang. Zea mengirimkan pesan kepada Wendi untuk mengajak Wendi pulang ke asrama, namun Wendi mengatakan untuk menunggu sebentar.
Kevin diam-diam suka kepada Zea sejak Zea membantu menata panggung mencari cara agar bisa dekat dengan Zea. Dia pindah untuk duduk di dekat Zeana. Kevin yang dibawah pengaruh alkohol dengan sengaja menyentuh tangan Zea.
“Kevin, bisa kau lepaskan tanganku,” ucap Zea kesal ketika Kevin memaksa dirinya untuk tidak pergi dengan mengenggam tangannya erat.
“Kenapa memangnya? Kau cupu sekali baru jam 10 lebih sudah mau pulang.”
Zea kesal sedari tadi Kevin bertingkah tidak sopan mulai dari memegang pinggang Zea secara paksa, kemudian memaksa dia meminum bir walaupun akhirnya Zea menolak tapi perlakuan Kevin sudah sangat keterlaluan.
“Kamu benar Kevin, aku memang cupu mana bisa aku dibandingkan dengan gadis lain yang kuat minum. Jadi, kumohon lepaskan aku dan lanjutkan bersenang-senang dengan temanmu saja,” ucap Zeana ketus.
Wendi yang paham Zea mulai mendidih ketika menjawab kalimat ejekan Kevin langsung berdiri menghampiri Zea. Melepaskan gengaman tangan Kevin dan mengajak Zea menepi.
“Maaf Kevin, ayo Ze,” sembari menyeret Zea menepi.
__ADS_1
“Sudah Ze, jangan ditanggapi aku akan mengambil tas dan pulang bersama dengan dirimu.”
“Iya Wendi, maaf menghancurkan acaramu dan kamu tidak perlu pulang bersama dengan diriku.”
“It’s okay, Kevin memang player Ze tidak ada satupun anggota yang tidak hafal dengan tingkah lakunya jadi jangan ditanggapi dan mari pergi saja.”
“Tapi acara makan-makanmu belum selasai.”
“Tidak masalah, kita bisa pulang terlebih dahulu, aku akan izin kepada kak Mateo.”
“Terima kasih Wendi.”
“Sudah seharusnya begitu Zea.”
Wendi kemudian kembali ke meja mereka makan dan meminta izin kepada Mateo untuk pulang lebih dulu.
“Hati-hati ya Wen, sampaikan terima kasih kepada Zea karena sudah membantu kami.”
“Baik kak, aku mohon pamit undur diri ya.”
Wendi pergi meninggalkan pesta makan malam tersebut untuk pulang bersama Zea ke asrama.
“Sudahlah Vin, dia masih anak kecil lagi pula untuk apa kau menganggu gadis ketus seperti Zea tidak seperti dirimu saja,” ucap Mateo menengahi.
“Justru karena itu Teo\, gadis kecil\, manis dan cuek itu sangat menyenangkan untuk dijadikan teman ti***.”
“Jaga mulutmu ya Vin, sekali lagi kamu membuat ulah terlebih menganggu Zea aku akan membuatmu menyesal,” ucap Mateo.
“Kenapa begitu? Zea bukan milikmu kenapa kau ketus sekali dengan ku.”
“Zea memang bukan kekasihku, aku bahkan tidak mengenalnya tapi aku tidak suka jika kamu menganggu wanita baik-baik seperti mereka.”
“Kau suka dengan dia Teo? Seleramu gadis kecil sekarang haaa?” tanya Kevin dengan nada mengejek dan wajah mabuknya.
“Sudah Teo, jangan diurus biarkan saja Kevin,” kata Valerie.
__ADS_1
“Dia sudah kelewatan Val, bagaimana bisa dia memperlakukan perempuan seperti itu.”
“Sudah abaikan saja, dia akan sadar dan malu besuk ketika mengingat kejadian hari ini.”
Zea dan Wendi berjalan menuju asrama. Sepanjang jalan mereka berdua hanya berdiam diri. Wendi ingin meminta maaf tapi Zea hanya diam dengan tatapan kosong.
“Ze, are you okay?”
Zeana menoleh kearah Wendi sambil menganggukan kepala dan tanpa disadari air matanya mengalir deras di pipinya. Perilaku dan perasaan yang bertolak belakang ini adalah respon tubuh dan emosi diri Zea.
Wendi langsung memeluk Zea dan menenangkan Zea. Gadis kecil, iya, Zeana adalah gadis kecil dalam keluarganya. Zea yang biasa dimanja, diperhatikan dan mendapatkan perlakuan baik. Perilaku Kevin adalah hal yang sangat tidak menyenangkan bagi Zea. Namun, demi terlihat baik-baik saja dia menggelengkan kepala. Tapi apa daya hatinya berkata dirinya tidak baik-baik saja maka dari itu air matanya jatuh tidak tertahan.
Jordan melihat dari kejauhan langsung mengirimkan pesan kepada David.
“Zeana memiliki suara yang indah tapi dia cengeng juga ternyata,” tulis Jordan sambil mengirimkan sepenggal video Zea menyanyikan lagu.
David yang melihat langsung menelpon Jordan. Namun, Jordan memilih untuk tidak mengangkat panggilan itu karena asik mengamati Zea dan Wendi hingga tiba di depan gerbang asrama. Setelah kedua gadis itu memasuki asrama, Jordan memilih untuk pergi meninggalkan mereka menuju kediamannya.
Disisi lain, David kesal bukan main karena Jordan tidak mengangkat panggilan miliknya. David kesal dan khawatir kenapa Zea bisa menangis. Padahal esuk pagi adalah babak penyisihan semifinal dari pertandingan ini. Jika, David terpengaruh maka ini bukanlah hal yang baik.
“Ada apa Vid?” tanya Marti.
“Oh bukan apa-apa, kalian sudah makan?”
“Sudah tadi pesan bebek bakar di bawah, kamu turun dan ikut makan Vid. Besuk final kita harus berlatih dan dalam kondisi tubuh yang fit.”
David hanya mengangguk mengiyakan ucapan Martin. Setelah Martin pergi, David berpikir bahwa memang benar dirinya harus memenangkan pertandingan ini. Dengan demikian, dia ada alasan kenapa dirinya tidak menyusul Zea.
David turun untuk makan bebek panggang yang dipesan teman-temannya. Jordan kemudian mengirimkan pesan kepada David.
“Jangan kepo, dia baik-baik saja. Fokus demi pertandingan mu bodoh jangan sampai kalah.”
Tulisnya dalam pesan itu. David belum sempat membuka karena dirinya sedang makan sehingga kedua tangannya kotor.
**
__ADS_1
Bersambung>>>>>