
Zea kini tergeletak di pinggir jalan dengan satu luka tusukan di bagian perut. Di ditinggalkan oleh sopir taksi di pinggir jalan tanpa mempertimbangkan kondisinya sama sekali.
“Harry, bisakah kamu datang,” pinta Zea dalam telepon.
Dia masih sempat mengirimkan lokasi kepada Harry, setelah itu dia berusaha menahan pendarahan di perutnya dengan menekan menggunakan sweater yang dia kenakan, walaupun tidak cukup membantu setidaknya dia berusaha. Sepanjang jalan juga sepi, karena jalan ini adalah jalan alternatif menuju ke pelabuhan. Dimana jarang digunakan oleh mobil-mobil besar dan kontainer besar karena jalannya yang cukup rusak.
Harry yang panik bergegas menelpon polisi terdekat dan membagikan lokasi Zea. Harry langsung mengambil mantel miliknya dan pergi ke parkiran.
"Halo, saya mohon bantuannya ada teman saya yang membutuhkan bantuan di lokasi ini pak," ucap Harry asal dan kacau saking paniknya. Dia juga berkata akan mengirimkan alamatnya kepada kepolisian melalui email. Tapi, pihak kepolisian berusaha menenangkan Harry.
"Baiklah, anda harus tenang. Sampaikan secara jelas ciri korban dan dimana lokasinya."
"Dia perempuan berusia 20 tahun akhir, dengan paras cantik dan kulit putih, menurut lokasi yang dia bagikan dia ada di jalan Jenderal Ming Ya kurang lebih 12 KM dari pelabuhan."
"Baiklah, anda bisa tenang saya akan mengirimkan tim untuk segera memeriksa."
"Terim kasih," jawab Harry.
Dia juga berusaha pergi secepat yang dia bisa lakukan untuk menyusul Zea yang tengah berada di antah berantah dan meminta bantuan.
Harus menempuh waktu kurang lebih 30 menit sampai 45 menit dari rumah Harry menuju ke lokasi. Tapi, tidak lama setelah mendapatkan panggilan dari Harry. Polisi menelpon nomornya dan menyampaikan sudah menemukan korban dan tengah dalam perjalanan menuju rumah sakit.
“Syukurlah,” ucap Harry lega.
__ADS_1
Dia berubah tujuan menjadi menuju ke rumah sakit terdekat seperti yang disampaikan polisi.
**
Setibanya disana, ada 2 polisi berdiri di depan ruang IGD.
“Selamat malam pak, saya Harry yang tadi menghubungi untuk meminta bantuan.”
“Oh begitu, teman anda sedang dalam perawatan.”
“Apa yang terjadi pak? Apakah teman saya terluka.”
“Iya, ada luka di perutnya. Sepertinya tertusuk.”
"Kendaraan nya mobil atau motor sus?" tanya polisi itu.
"Mobil, sedan putih dengan model mobil seperti tipe taksi."
"Baiklah, kalau begitu kami akan mengusut masalah ini," ucap polisi.
Perawat kembali ke ruangan dan kini hanya tinggal 2 polisi dan Harry berdiri di sana.
"Saya akan kembali untuk menyelidiki nomor plat tersebut tuan Harry, anda bisa menunggu di sini dan mengabari saya ketika ada perkembangan," pinta Aldo yang merupakan polisi senior. Aldo juga membagikan nomor miliknya. Demikian Harry bisa menghubungi kondisi terbaru Zea nantinya.
__ADS_1
Harry setuju, dan Aldo bergegas pergi bersama rekannya.
“Apa yang kamu lakukan Zea, hingga ada orang yang ingin mencelakai mu,” gumam Harry khawatir.
Harry lantas duduk menunggu di ruang tunggu, tapi tidak lama setelah itu dia diminta melakukan pengisian identitas dan menjadi wali untuk tanda tangan persetujuan prosedur operasi.
Sehari berlalu, Zea masih dirawat. Namun, kini dia dipindahkan dirawat di rumah sakit tempat Harry kerja.
***
Maya berjalan turun ke ruang makan, dan mendapati suaminya tengah duduk bersama iparnya.
"Tahukah kamu David, Zea tidak masuk karena sakit."
"Sakit apa?" tanya David khawatir.
"Dia ditusuk orang tidak dikenal."
David lantas berdiri, mengambil telepon dan pergi ke kolam.
"Apa yang dia lakukan?" tanya Maya pada suaminya. Keduanya penasaran dengan yang dilakukan David.
"Mungkin menelpon seseorang untuk memastikan beritanya."
__ADS_1
"Bisa jadi."