
Setelah keluar dari kamar mandi, David mendapati panggilan masuk tidak terjawab dari Zea sebanyak 7 kali.
"Ada apa Zea menelpon malam malam?" gumam David.
David pergi ke walk in closet nya untuk berganti pakaian bersamaan dengan menghubungi Zea kembali.
Panggilan pertama tidak ada jawaban dari Zea. Hingga akhirnya David selesai berganti pakaian, Zea belum juga mengangkat telepon darinya.
π"Halo? Assalamualaikum" terdengar suara dari kejauhan yang tidak lain adalah suara milik Zea.
π"Waaalaikumsalam, kenapa telpon yang?" tanya David.
π"Kamu di mana sekarang?"
π"Di rumah."
π"Kenapa nggak angkat telepon ku. Kamu selingkuh ya?" tanya Zea spontan.
π"Nggak yang, aku tadi habis mandi."
π"Bohong."
π"Serius, habis mandi ini baru aja ganti bentar ganti vc aja kalau nggak percaya."
π"Ya udah vc aja."
Zea mematikan telepon dari David dan beralih ke panggilan video.
π±"Nih, lihat yang masih di walk in closet habis ganti."
"Owalah gitu."
"Iya gitu."
π±"Yaudah kalau gitu," jawab Zea.
π±"Maaf sayang," ucap David tulus meminta maaf kepada Zea.
π±"Kenapa? Kamu bikin salah?" tanya Zea.
π±"Maaf nggak boleh?" tanya David.
π±"Ya boleh kalau bikin salah."
π±"Ya udah kalau gitu."
π±"Okedeh," jawab Zea.
π±"Ya udah ayo tidur udah malam."
π±"Iya, ayo."
π±"Selamat tidur cantik."
π±"Selamat tidur kembali," jawab Zea.
Setelah mengucapkan salam, Zea mematikan panggilan tersebut dan pergi ke kasur untuk merebahkan dirinya.
Sejenak dia masih merasa ada yang janggal karena David meminta maaf tiba tiba. Terlihat jelas raut muka David merasa bersalah.
"Apa yang aku tidak ketahui?" tanya Zea kepada dirinya sendiri.
"Kamu banyak berpikir Ze, seperti orang mau ujian tesis dah ayok tidur," ajak tetangga yang tidur di samping Zea.
"Hihi, iya mbak ayo."
Mereka berdua tidur dengan lelap.
*******
Keesokan harinya, David pergi ke bandara menemui Agnes.
Nampak Agnes duduk di kursi tunggu sendiri dengan koper di depannya.
"Agnes," sapa David.
"Iya."
"Kamu mau kemana?"
"Aku mau pulang ke Millan, ada apa Vid?"
"Owalah jadi kamu nggak stay di sini?"
"Iya, aku cuma pulang buat pameran aja. Kenapa? Kamu pengen aku stay disini?"
__ADS_1
"Nggak gitu, aku cuma tanya. Agnes aku mau minta maaf sebelumnya tapi aku harap apa yang terjadi kemarin bukan hal yang harus diteruskan karena itu salah."
"Nggak masalah kok, aku senang bareng sama kamu dan aku juga nggak pengen pacaran aku pengen komitmen aja toh kalaupun itu berlanjut susah karena kita beda negara."
"Syukur kalau kamu paham, aku sayang pacar ku," ucap David.
"Aku paham kok, tenang aja. Aku juga nggak akan ganggu pacarmu."
"Makasih ya pengertiannya."
"Sama sama, makasih juga buat waktunya selama aku disini, kenal sama kamu asik Vid."
"Iya, jaga diri ya Agnes."
"Siap tenang aja."
"Ya udah aku pulang dulu."
"Iya, hati hati ya."
Belum sampai jauh melangkah, terdengar panggilan dari petugas maskapai penerbangan tujuan Milan. David menoleh ke arah Agnes yang mendorong kopernya menuju gerbang.
David berjalan menghampiri Agnes dan membawakan koper milik Agnes.
"Mana," ucap David menarik koper Agnes.
"Lhu balik lagi? Katanya mau pulang?"
"Iya, nanti setelah lihat kamu pergi."
"Cie kasihan."
"Nggak ada kasihan sama kamu biar apa coba," sanggah David.
Mereka berjalan menuju gerbang keberangkatan.
"Hati hati ya," ucap David.
"Makasih ya, kamu juga hati hati."
"Siap."
Agnes spontan memeluk David.
"Iya, udah sana masuk," jawab David.
Setelah melihat Agnes pergi, David menghubungi Zea untuk menjelaskan ini semua.
"
"Dimana?" tanya David.
"Sekolah,"jawab Zea.
"Mau ketemu sama kamu kapan bisa?"
"Kapan aja bisa tapi datang ke rumah soalnya sebentar lagi ujian aku nggak kemana mana."
"Owalah iya ya UAS sebentar lagi."
"Ya udah besuk besuk aja."
"Kenapa emang?"
"Nggak kok, semangat belajarnya sayang."
"Makasih ya," jawab Zea.
Tapi siapa sangka jika Zea akan ada ujian akhir semester. David tidak ingin jika hal ini mempengaruhi pikiran Zea. David mengurungkan niatnya untuk jujur kepada Zea.
David memilih memutar mobilnya menuju rumah barunya untuk berlatih bersama teman temannya.
*******
Di Sekolah
"Kenapa muka mu gitu Ze?" tanya Caca.
"Hm, nggak kok."
"Bohong ada apa Ze?"
"Ngga ada apa apa kok, kenapa emang?"
"Mukanya kaya orang sedih gitu."
__ADS_1
"Ngasal kamu Ca, udah makan belum kantin yuk."
"Hayuk."
Seharian bersama dengan Caca, sejenak Zea melupakan pikirannya mengenai David. Tetapi ketika pulang sekolah dia kembali memikirkan David.
"Ternyata pacaran itu rumit ya," ucap Zea ada dirinya sendiri.
Hari ini Zea pulang naik bus. Dia menunggu di halte depan sekolah untuk pulang ke rumah. Caca pulang lebih dulu dijemput oleh ibu nya.
"Sendiri aja Ze?" tanya Gavin.
"Iya," jawab Zea.
"Kamu nggak pulang aja?"
"Nunggu bus."
"Owalah naik bus to," ucap Gavin.
"Iya."
"Pulang bareng aku aja Ze," ajak Gavin.
"Tidak, Terimakasih."
"Ayo Ze," ajak Gavin memaksa.
Zea tetap menolak dengan menggelengkan kepalanya tetapi tetap saja Gavin mengajak Zea pulang. Zea merasa tidak nyaman dengan ajakan Gavin memilih berdiri dan berpindah kursi ke sebelah selatan.
"Maaf Vin, aku nggak mau."
"Ya udah kalau gitu aku temenin aja ya."
Zea tidak menjawab dan memilih diam saja.
Sebuah mobil sport berwarna hitam berhenti di depan halte. Lelaki tampan turun dari mobil tersebut berjalan ke arah halte.
"Sayang," panggil lelaki tersebut.
Zea menoleh ke arah suara tersebut dan tersenyum manis menjawab sapaan lelaki tersebut yang tidak lain adalah David.
"Iya," jawab Zea sambil tersenyum.
"Kenapa nggak bilang kalau udah pulang?" tanya David.
"Aku nggak pengen ngerepotin kamu aja."
"Nggak repot sama sekali sayangku," jawab David.
"Ayo pulang," ajak David.
"Iya," jawab Zea berjalan mendekat ke arah David.
"Ayo," pinta David mengulurkan tangannya ke Zea yang di sambut uluran tangan Zea.
"Oh iya, aku pulang duluan ya Vin," ucap Zea ke arah Gavin.
"Iya, hati hati ya Ze," jawab Gavin.
"Makasih ya."
Zea dan David meninggalkan Gavin di halte sendirian. Setelah David pergi, Gavin mengumpat karena kedatangan David yang mengacaukan kesempatannya untuk mendekati Zea.
"Dasar bang**d, berani beraninya dia datang di saat aku sedang bersama Zea," ucap Gavin dengan raut wajah emosi.
"Kamu boleh tersenyum senang Vid sekarang,tapi tunggu sampai Zea menjadi milikku akan ku pastikan kamu kehilangan cinta yang paling berharga."
Gavin juga pergi dari halte mengambil mobilnya di parkiran sekolah.
Di Dalam Mobil
Selama perjalanan pulang, Zea terus terusan memperhatikan gerak gerik David. Dia ingin bertanya mengapa David bisa tahu dirinya ada di sana. Tapi Zea takut untuk bertanya terlebih pertanyaan mengenai isi ponsel David dan apa yang dia lakukan selama ini.
"Kenapa? Di muka ku ada apa kok dilihatin dari tadi," ucap David.
"Heh?" ucap Zea kaget reflek memalingkan wajahnya.
David tersenyum melihat wajah malu malu Zea. Setelah melihat jalanan yang lenggang, David menepikan mobilnya untuk berbicara dengan Zea.
"Kenapa yang? Mau tanya apa?" yang David menoleh ke arah Zea.
Muka Zea memelas menatap David tajam.
__________________________________
__ADS_1