
Setelah menurunkan Maya, David segera mengantarkan Zea pulang. Kondisi di jalan juga sudah cukup malam, dia tidak mungkin mengizinkan Zea pulang sendiri. Sepanjang perjalanan pulang, keduanya tidak berbicara. David menyetir dengan tenang, dia hanya bertanya alamat rumah Zea. Sementara itu, Zea langsung menunjukkan alamat rumahnya kepada David.
“Di depan itu, kita belok kanan,” kata Zea.
“Baik tunggu sebentar ya.”
David mengemudikan mobilnya dengan baik, sesampainya di depan rumah. Dia turun lebih dulu, kemudian membukakan pintu untuk Zea.
“Terima kasih,” kata Zea. Zea langsung turun. David masih berdiri di dekat Zea.
“Aku pulang ya, terima kasih untuk tumpangannya,” kata Zea kemudian berjalan.
David menjawab tapi samar-samar tidak terdengar. Sampai di depan pintu, Zea masih melihat David yang berdiri di sana.
“Kenapa dia tidak segera pergi?” pikir Zea.
Setelah Zea masuk, dan melihat lampu di rumah menyala, tidak lama kemudian lampu di lantai dua menyala, David bergegas pergi. Zea juga pergi untuk mandi dan bergegas tidur. Besok pagi dia harus bekerja kembali, dan tidak ingin terlambat.
Keesokan harinya, Zea bangun tepat waktu dan bergegas membuat roti untuk sarapan. Dia juga pergi berjalan ke halte bus untuk menunggu bus datang. Dikarenakan hari ini dia tidak ingin pergi bersama Harry. Dia juga masih cukup kesal dengan kejadian di bioskop dimana dia merasa Harry tidak begitu tegas, karena tetap menyuruhnya bersikap baik kepada Emily tanpa mengetahui bagaimana sikap buruk Emily kepada Zea di kantor.
Flashback
Sehari sebelum menonton film, Zea sempat gagal menjadi host tepat waktu karena baju yang dia kenakan ketumpahan kopi yang dibeli Emily. Hari itu, entah kenapa 15 menit sebelum acara dimulai, Zea yang baru saja keluar dari ruang rias tiba-tiba ditabrak Emily yang membawa kopi panas dan berwarna pekat. Hari itu juga dia berkata, “Sorry, aku tidak sengaja.”
Zea sempat kesal, tapi dia memilih untuk menahan diri. Walaupun ini bukan pertama kalinya dia diperlakukan begini oleh Emily. Dia sering dijahili oleh Emily padahal mereka bekerja di lantai yang berbeda. Sering kali Emily datang kepadanya dan mengacaukan pekerjaan Zea.
Bahkan, sebelum pergi ke bioskop waktu itu. Pagi harinya dia bertemu Emily di supermarket dekat rumahnya. Padahal, dia tahu bahwa Emily tidak lagi tinggal disana.
Kejadian waktu itu lebih menyebalkan daripada masalah kopi. Zea waktu itu tengah berbelanja harian, sehingga barang bawaan dia cukup banyak. Waktu itu, ketika dia sedang membawa troli belanjaan di lorong susu. Ketika dia tengah memilih susu, Emily datang entah dari mana.
“Hai,” sapa Emily.
Zea balas menyapa dan berkata, “Halo Lily.”
Kala itu, dia mengira akan berbaikan dengan Emily, namun apa yang dia dengar cukup mengejutkan rupanya.
__ADS_1
“Aku tahu kamu akan tetap menyedihkan rupanya, namun kamu harus tahu hal yang lebih menyebalkan dari ini semua, yaitu fakta bahwa kamu masih bisa mendapatkan hal-hal baik dalam hidupmu,” kata Emily yang seolah mengumpat. Dia kesal mendapati Zea yang sudah turun menjadi bekerja di tempat yang sulit dan dibawahnya. Tapi, dia masih bisa mendapatkan teman dan bekerja dengan baik. Bahkan banyak yang memuji kemampuannya. Tidak hanya itu, dia juga melihat bahwa hubungan Harry dan Zea membaik, bahkan setelah dia keluar dari rumah itu dan mencoba mendekati Harry.
Zea terlihat kaget dengan ucapan dari Emily. Dia mengira mereka akan berbaikan, rupanya Emily hanya datang untuk menusuknya, mengusik nya dengan mengatakan kata-kata yang menyakitkan.
“Apa maksudmu Lily? Aku sedang tidak dalam suasana hati yang baik,” kata Zea yang menyesuaikan suasana. Dia tidak akan luluh dengan begitu saja kali ini.
“Hm,” kata Emily dan menyuguhkan senyum kecut.
“Aku tidak suka, apapun itu tentang mu.”
“Aku tidak melakukan kesalahan, selama kita bersama dan berteman. Aku selalu melakukan hal yang baik, apa yang membuatmu berpikir begitu?.”
“Baik? Kamu bersikap baik kepadaku?.”
“Munafik kamu Zea,” tambah Emily.
Zea terdiam, dia benar-benar malah berdebat dengan Emily, tapi dia penasaran kenapa hubungan mereka yang sangat dekat ini berubah menjadi sangat jauh.
“Baiklah, silahkan menikmati waktu mu. Aku akan pergi dulu,” kata Zea yang malas.
“Ups, sorry.” kata emily kemudian pergi.
Emily pergi meninggalkan Zea tanpa rasa bersalah, dan Zea langsung bangkit dan membereskan barang bawaannya. Dia juga meminta maaf kepada orang di depannya yang troli nya ditabrak oleh Zea. Untung saja, di dalam troli orang itu hanya ada tisu. Semnetara itu, di troli Zea banyak barang termasuk telur yang pecah pada akhirnya.
Sehingga, Zea memilih untuk membereskan itu semua. Membayar semuanya dan bergegas pulang. Semenjak hari itu, dia teringat dengan Emily. Bahkan hingga kejadian di bioskop terus membuatnya berpikir bahwa Emily menjauhinya bukan hanya demi Harry. Melainkan ada yang lain, ada hal yang membuatnya kesal selain itu. Tapi, Zea masih belum menemukan apa itu.
Flashback off
Ckitt
Bunyi rem bus ketika berhenti tepat di depan halte. Zea langsung masuk ke dalam bus. Di dalamnya, dia tidak mendapatkan kursi. Kursi ini penuh dengan orang, ada anak sekolahan, ibu-ibu dan muda-mudi serta pasangan kekasih yang bermesraan. Serta, seorang anak sekolahan yang terlihat menutup diri, dia terlihat mendengarkan musik di tempat umum, dia juga terlihat mengenakan pakaian oversize. Terlebih lagi, dia tidak berbicara dengan siapapun disana. Dia tampak termenung dalam duduknya. Zea seperti teringat dengan seseorang dengan perawakan yang sama.
“Dia mirip Emily,” katanya ketika ingat kemudian.
Pertama kali dia bertemu dengan Emily, dia melihat Emily sedang berlibur di daerah kampusnya dulu. Perawakan dan pakaiannya mirip sekali dengan Emily yang dia kenal dulu.
__ADS_1
“Apakah benar, Harry adalah alasan dia menjauh,” pikir Zea kemudian.
***
Sepanjang bekerja, Zea tidak begitu fokus. Namun, dia masih bisa mengendalikan diri. Hingga jam makan siang, dia memutuskan untuk makan di luar demi menenangkan diri. Karena pekerjaan sebagai host sudah selesai sebelum jam makan siang tepat.
***
Zea yang baru saja keluar dari kantor, tidak sengaja melihat David yang berdiri di depan.
"Zea," sapa David yang tiba-tiba di depannya. Zea terlihat tengah berdiri dan melihat David yang juga tengah berdiri.
"Apa yang kamu lakukan disini?" tanya Zea.
"Menunggu mu. Bisakah kita bicara?" tanya David.
"Tidak! Aku sedang sibuk," jawab Zea dengan kesal.
"Baiklah, aku akan menemui mu nanti."
David langsung pergi tanpa menunggu Zea menjawab. David memang sengaja akan sering menemui Zea, demi membuat Zea kembali dekat dengannya.
Sementara itu, di satu sisi. Zea merasa takut dengan David. Dimana hubungan mereka dulu juga berakhir, tapi kini dia sedang dihadapkan dengan kebingungan atas perasaan Harry. Jika, benar karena Harry, Emily menjauh. Maka, dia rela melepaskan Harry. Dia merasa Emily adalah teman yang baik untuk dirinya.
***
Pukul 21.00
Zea tengah duduk di depan ruang televisi.Tiba-tiba dia mendapatkan panggilan dari nomor yang tidak dia simpan.
"Halo, apakah kamu ada di rumah?" tanya suara dalam telepon itu.
Zea cukup kesal karena sangat familiar dengan suara itu, dia yang bahkan baru menikmati harinya dengan beristirahat tenang dirumah, harus diusik mantan di waktu istirahat.
__ADS_1