Missing You : David

Missing You : David
19 Teringat Zea


__ADS_3

Zea memposting foto dirinya yang tengah berkebun di akun I* miliknya.


Kelson yang melihat postingan Zea memberikan like pada postingan tersebut. Kelson kemudian teringat bahwa beberapa hari lalu Zea menemui dirinya untuk menanyakan kabar David.


Kelson kemudian menghubungi David untuk menyampaikan hal tersebut.


Tuttt


Panggilan tak terjawab...


Lagi lagi David tidak mengangkat panggilan dari Kelson. Kelson kemudian menghubungi Alex orang yang mungkin sekarang sedang berada di dekat David. Alex menerima panggilan Kelson cepat.


Sedang dalam panggilan...


πŸ“ž:"Ada apa Kelson?"


πŸ“ž:"Alex apa kau tahu dimana David? Dia tidak mengangkat panggilan dariku."


πŸ“ž:"David memang tidak bisa dihubungi. Setelah pemakaman Ketua, David pergi ke perkebunan dan belum kembali lagi ke rumah besar."


πŸ“ž:"Bagaimana bisa?"


πŸ“ž:"Kau tahu sendiri bahwa David dan ketua sangat dekat. Setelah kecelakaan itu, David tinggal bersama Ketua jadi wajar dia sangat terpukul."


πŸ“ž:"Baiklah, jika dia sudah datang minta untuk menghubungi ku."


πŸ“ž:"Oke akan aku sampaikan."


Pembicaraan Kelson dan Alex memang sangat santai. Jarak umur mereka hanya terpaut 4 tahun. Alex adalah orang kepercayaan David sejak kecil. Dia adalah lelaki yatim piatu yang ditemukan oleh kakek David di luar peternakan dengan pakaian compang-camping. Semenjak itu, keluarga besar mengangkat Alex menjadi anak adopsi. Dia bekerja bersama ayah David sebagai salah satu manajer di perusahaan. Namun ketika di rumah dia berlaku seperti kakak untuk David.


"David, tadi Kelson menelpon mu tapi tidak terhubung makanya dia menelpon ku untuk menyampaikan bahwa dia mencari mu. Dia meminta kamu mencarinya jika sudah pulang."


"Ada perlu apa dia kak? Ponselku mati karena lowbet dan aku tidak menyadarinya. Charger ku juga tertinggal makanya aku tidak bisa menerima panggilan atau pun membalas pesan."


"Entahlah, dia hanya meminta agar kau menelponnya kembali. Sejak kapan ponselmu mati?" Tanya Alex


"Aku tidak tahu kak, aku tidak menyentuh ponsel ku," jawab David sembari mencharger ponsel miliknya.


"Ya sudah, pergi mandi dan turun makan."


"Aku tidak lapar kak. Aku mandi dulu."


"Terserah baik mu saja, aku keluar dulu."


David pergi ke kamar mandi untuk membersihkan diri. Selama di perkebunan, David memang tidak menegang ponsel. Dia langsung menuju kamar masa kecilnya dan mencari barang barang peninggalan kakek.

__ADS_1


Flashback On


Kedatangan David diikuti oleh para karyawan perkebunan ketika datang. Mereka menyapa tuan muda mereka dengan sopan. Ketika David bertanya kunci rumah, Eli langsung memberikannya. Sejenak Harry berpikir kenapa David terburu buru terlebih lagi dia masih memakai pakaian hitam. Jelas itu adalah setelan yang dia kenakan ketika di pemakaman ketua.


Sejam berada di dalam kamar masa kecilnya. David kemudian turun untuk kembali ke rumah besar. Namun, Harry menghentikan langkah kaki David. Seorang laki laki mengenakan jas rapi duduk di ruang tamu bersama dengan Harry dan Eli.


David sempat bingung dengan apa yang terjadi.


"Bisa duduk sebentar tuan muda. Saya mohon waktunya sebentar saja."


"Baiklah Paman Harry," jawab David sambil duduk.


"Beliau adalah pengacara dari mending Ketua. Sebelum berpulang, ketua berpesan bahwa seluruh aset perkebunan baik itu homestay, villa, rumah ini dan seluruh perkebunan menjadi hak milik tuan Muda David Zhien Soetardjho," jelas Harry.


David syok mendengar pertanyaan itu.


Dia tidak menginginkan semua harta Kakek. Dia ingin kakeknya tetap ada. Belum genap dia memenuhi keinginan kakek untuk membawa seorang cucu menantu perempuan yang manis seperti adik kecilnya. Tapi Kakek lebih dulu berpulang meninggalkan David. Terlebih dengan aset yang diberikan kepada David, jelas hal ini akan menjadi perebutan kekuasaan di dalam keluarga besar David. Paman dan bibinya tidak akan setuju begitu saja.


"Benar tuan David. Mending Ketua menyampaikan bahwa meminta dibuatkan surat wasiat mengenai seluruh aset perkebunan," jelas pengacara.


"Tunggu Paman, aku hanyalah seorang cucu. Sedangkan Kakek memiliki dua orang anak satu dari Nenek Nasya dan satu dari Nenek Navisa. Ayah dan Paman Haris yang lebih berhak atas semua ini."


"Ketua sudah bahwa tuan Muda akan menolaknya. Beliau menuliskan di dalam surat wasiat bahwa jika David menolak maka undur penyerahan warisan tersebut hingga David berusia 25 tahun," jelas Harry.


"Paman. Ku mohon mengertilah, Paman Haris dan ayah adalah orang yang jauh lebih berhak atas semua ini. Bibi Nana juga tidak akan terima begitu saja jika ini menjadi milikku. Aku menolaknya," jawab David tegas.


David termangu bingung menghadapi situasi rumit di depannya saat ini. Baru saja dia kehilangan kakeknya tapi dia harus menghadapi hal sulit dengan adanya harta warisan ini. Ayahnya akan terima biasa saja. Tetapi tidak dengan Haris dan Nana. Mereka adalah orang yang tamak. Bahkan atas harta yang mereka terima pun kadang mereka masih menuntut hak milik ayah David.


Harry kemudian berbincang dengan pengacara tersebut hingga akhirnya pengacara tersebut memohon undur diri terlebih dahulu.


Harry kemudian meminta David untuk menenangkan diri di dalam ruangan kamar yang sudah dibersihkan.


"Maaf tuan muda, saya hanya menyampaikan pesan beliau. Terlebih beliau tahu bahwasannya tuan muda sangat mencintai perkebunan ini. Berbeda halnya dengan Tuan Haris. Beliau tahu jika ayah tuan akan mengalah untuk tuan Haris atas hak milik perkebunan ini. Tapi jika hal tersebut terjadi sudah jelas tuan Haris akan menjual perkebunan ini. Mendiang ketua tidak ingin hal tersebut terjadi. Maka dari itu, beliau mempercayai anda tuan muda. Untuk menjaga aset berharga yang sangat disayanginya beliau. Mohon pertimbangkan kembali," jelas Harry sekaligus pergi meninggalkan David yang tengah istirahat.


David menghabiskan hari di sana hanya dengan tidur di kasur. Setelah merasa tenang David pulang menuju rumah.


Flashback off


Selama berada di bawah shower, David memikirkan apa yang harus dia lakukan dengan pemberian kakek.


Di bawah guyuran air, David merasa sedikit tenang. Penat dan lapar ditubuhnya menghilang sejenak. Setelah selesai David keluar dan berganti pakaian. Melihat baterai di ponselnya sudah lumayan terisi. Dia mencabutnya dan mengirimkan pesan kepada Kelson.


Massage


Kelson

__ADS_1


πŸ“±:"Ada apa mencari ku?"


Satu menit kemudian ada balasan dari Kelson.


Kelson :"Wanita mu mencari mu, ketika kau tidak datang ke sekolah dia menemui ku menanyakan kabarmu."


David kaget membaca pesan singkat dari Kelson. Zeze, itu nama yang teringat di pikirannya. Entah apa yang mengganggu pikirannya hingga dia lupa menghubungi Zea.


Benar, ada pesan masuk dari Zea dan dia tidak membalasnya. Pasti gadis itu khawatir dengan kondisi David.


David bergegas menghubungi Zea.


Zeze 🐰 : "Berdering......."


Belum juga mendapat jawaban dari Zea, panggilan masuk dari David tidak terjawab. David kembali menelpon Zea.


Terdengar sudah suara lembut dari kejauhan menyapa.


Zeze 🐰 :"Halo?"


David :"Ze?" tanya David dengan suara serak.


Entah mengapa suara David seperti berat. Tanpa disadari dia sudah mengabaikan gadis yang disukainya. Bahkan ketika wanita tersebut mengkhawatirkan kabarnya. David merasa bersalah sekaligus merindukan Zea.


Pengakuan yang seharusnya di lakukan David di akhir pekan justru tertunda dan kini dia akan membalas dengan kejutan yang lebih baik. Nanti ketika dia tiba di rumah.


David kemudian menanyakan kabar Zea dan meminta maaf karena tidak membalas pesannya. Zea menjawab dengan tenang dan menanyakan kembali kabar David. Zea tidak bisa berbicara banyak karena dia harus segera menyusul bapak dan ibunya.


"Maaf ya kak, kita lanjut nanti saja. Aku sedang ada urusan" ucap Zea di seberang sana dalam telepon.


"Oh baiklah," belum sempat David menyelesaikan ucapannya Zea sudah lebih dulu menutup telepon tersebut.


"Ibu? Desi ibu kemana?"


"Maaf Ze," ucap Desi pasrah


____________________________________


Kira kira ada apa ya? πŸ™„


Penasaran?


Terus ikuti alur cerita novelnya ya ☺️


Selamat membaca ☺️

__ADS_1


Jangan lupa untuk memberikan penilaian kepada penulis berupa like dan komentar.


Terimakasih πŸ™


__ADS_2