Missing You : David

Missing You : David
Diterima


__ADS_3

Diterima


*********


Zea masih tertegun ketika mendengar kalimat yang diucapkan oleh Aslan. Membeku selama sekian detik karena terkejut sekaligus tidak percaya dengan semua yang dibicarakan oleh kakak kedua nya itu.


“Cepatan sini dik, lihat kamu diterima di Universitas di Negara Yin.”


Secepat kilat, Fadlan berjalan menghampiri Aslan dan menaruh makanan dan minuman yang dibawanya di meja. Memang benar rupanya Zea diterima di Universitas Teknik Internasional di Negara Yin. Kenyataan yang terasa seperti mimpi ini mengagetkan Zea yang sedari tadi menanti-nanti berita tersebut.


Respon emosi dalam diri Zea tidak bisa lagi terbendung dengan adanya berita tersebut. Air mata kebahagian mengalir deras di pelupuk pipinya. Aslan memeluk adiknya dan memberikan kata-kata manis sebagai ucapan semangat. Begitu pula dengan Fadlan yang bangga dengan adik perempuan kecilnya yang sudah bertumbuh dewasa dan akan menuntut ilmu di negeri orang.


Seisi rumah kagum dan kaget, Desi yang dibawah sedang membantu menyiapkan makan malam juga senang


mendengar berita baik dari adik ipar perempuan satu-satunya itu. Seluruh penghuni rumah dengan semangat merayakan dengan membuat pesta bakar-bakar daging. Tadinya Fadlan dan Desi datang ke rumah karena mendengar hari ini adalah hari pengumuman adik kecilnya, untuk menghindari berita buruk dan kondisi hati adiknya yang tidak akan stabil mereka berencana datang dan membuat pesta BBQ di halaman samping rumah bersama anggota keluarga yang lain terlepas dari berita baik atau buruk yang akan diterima nantinya.


****


Pesta BBQ


Halaman Rumah


“Selamat Zea,” ucap Desi sambil memeluk adik iparnya yang masih sesenggukan karena tadi menangis.


“Terima kasih kak,” jawabnya.


Seisi rumah senang bukan main dengan pengumuman tersebut. Namun, tidak sama dengan yang terjadi di rumah Mita. Mita gagal memperoleh beasiswa jurusan Kedokteran di Universitas yang dituju. Kedua orang tua Mita kecewa dengan Mita, bahkan ayah Mita membandingkan dirinya dengan kakak laki-lakinya yang bisa masuk jurusan kedokteran di Universitas Nasional Yin di Negara Yin.

__ADS_1


“Sudah ayah duga, kamu memang tidak berbakat seperti kakakmu Mita. Sudah berhenti bermimpi dan lanjutkan kuliah di Negara ini saja. Membuat malu ayah saja,” ucap Ayah Mita sambil pergi meninggalkan Mita.


Ibu Mita tidak berani mengucapkan sepatah katapun karena sejak awal keluarga Mita memang di dominasi dengan pendapat dan kekuasaan ayah Mita. Semua orang di rumah tidak berani mengatakan tidak atas apapun yang diputuskan oleh Ayah Mita.


Setelah ayah Mita pergi meninggalkan Mita, ibunya datang dan menghampiri Mita. Tadinya ekspresi ibu Mita seperti ingin mengasihani putri kecilnya yang dimaki-maki oleh suaminya. Namun, siapa sangka ibunya justru ikut mengucapkan kata-kata yang memberatkan hati Mita.


“Ini semua karena kakakmu yang terlalu memanjakkanmu, lihat sekarang mendaftar di jurusan kedokteran saja kau tidak bisa lolos. Memalukan sekali, kenapa kamu tidak mewarisi kepintaran ayah mu dan keberanian kakakmu Mita. Bahkan kecantikan wajah ibu saja tidak menurun pada dirimu nak. Sungguh berat sekali memiliki anak sepertimu, aku menjadi ragu apakah benar kamu adalah putriku,” ucapnya sambil menyedekapkan kedua tangannya di depan perut.


Mita hanya terdiam mendengarkan cacian dan makian dari ibu dan ayahnya. Sesak jelas, kesal bukan main saat orang-orang hanya menilai berdasarkan hasil bukan dari proses. Mita sudah berusaha semaksimal mungkin untuk mendapatkan beasiswa ini. Nilainya juga bagus, bahkan kemampuan berbahasa Inggrisnya sangat mumpuni dibandingkan dengan Zea. Mita memang tidak sepandai Zea, tapi dia juara 2 dari peringkat keseluruhan satu tingkat di bawah Zea. Mita juga berprestasi dalam mengikuti olimpiade Sains dan debat Bahasa Inggris. Namun, siapa sangka jika hari ini bukanlah hari keberuntungannya.


Ibu Mita masih duduk di kamar Mita dengan memegang ponsel sambil memaki-maki anaknya dengan suara lirih. Mita seperti mendidih mendengarkan setiap kata dan kalimat yang keluar dari mulut ibu perempuannya itu.


“Nyonya Lu bisakah Anda pergi saja dari hadapan saya,” ucap Mita dengan nada tegas dan aura marah yang sangat ganas.


Memang untuk pertama kalinya dia mengucapkan kalimat tegas itu. Terlebih lagi, dia tidak memanggil ibunya dengan nama ataupun ibu melainkan nyonya Lu dengan marga ayahnya Lu.


“Apa? Kamu mengusir aku, ibumu?” tanya Anastasia.


Anastasia kesal ketika mendengar ucapan Mita yang mengatakan seolah dirinya bukanlah ibu yang baik. Namun, semenjak Mita lahir dirinya hanya mengurus hingga putrinya berusia 2 tahun dan menyerahkan kepada pembantu untuk mengasuh putrinya. Sedari awal Anastasia memang tidak begitu menginginkan Mita, terlebih ada tuntutan dalam keluarga Lu bahwa anak laki-laki jauh lebih baik daripada perempuan. Mita diperlakukan seperti anak angkat dalam keluarga itu. Bahkan mereka hampir tidak memperdulikan apakah Mita baik-baik saja atau tidak. Hanya tuntutan bahwa keluarga Lu harus mendapatkan nilai yang sempurna dan baik di mata masyarakat. Keluarga kaya dengan tuntutan yang besar itulah keluarga Mita.


Karena kesal dengan ucapan putrinya, Anastasia pergi dari kamar Mita dan membanting pintu.


Di dalam kamar sendirian, Mita merenungkan nasib buruk dalam dirinya. Tekanan batin yang cukup berat atas tuntutan dan omelan kedua orang tuanya. Terlebih lagi, sejauh ini dirinya sudah berusaha semaksimal mungkin untuk mendapatkan beasiswa di jurusan kedokteran di luar negeri. Tapi sayang, nasib berkata lain kini dirinya harus menanggung amarah kedua orang tuanya.


Mita tidak bisa menahan air matanya memilih pergi ke kamar mandi untuk mengguyur tubuhnya dengan air.


*****

__ADS_1


Zeana sedang berusaha menghubungi Mita untuk menanyakan apakah dirinya juga diterima di Universitas yang dipilih di Negara Yin. Namun, Mita tidak mengangkat panggilan tersebut.


Dalam panggilan...


“Bagaimana Ze?” tanya Vanessa kepada Zea di dalam panggilan video yang mereka lakukan bersama.


“Tidak diangkat Vanessa, sudah dari tadi aku mencoba tapi dia tidak mengangkat panggilan video dari kita. Apakah Mita lolos kemudian sedang bersenang-senang dengan keluarganya?” tanya Zea kepada Vanessa.


“Bisa jadi, sudah tidak usah dipikirkan  nanti juga akan menjawab ketika sudah ada waktu sempat.”


“Iya, semoga saja berita baik untuk Mita nantinya.”


“Iya Zea, sudah sana tidur besuk pagi aku main kerumah mu.”


 


**********


Di Markas David


“Ada urusan apa kamu kesini?” tanya David kepada Denis.


"Aku berkunjung karena ada sesuatu yang harus aku sampaikan kepadamu David."


"Oh langsung saja pada intinya," kata David.


"Pertama, terima kasih karena sudah memberikan peluang kepada ku untuk kembali mendekati Zea. Kedua, aku mohon jangan lagi-lagi mendekati Zea karena dia bahkan tidak ingin mendengar nama mu disebut lagi," ucap Denis dengan muka senang yang mengejek.

__ADS_1


*************************


Bersambung……***


__ADS_2