
"Zeana!" panggil Caca berteriak.
Hari itu Zea meminta Caca untuk menginap di rumah. Zea ingin bercerita kepada Caca mengenai apa yang di alaminya dengan David. Tetapi, baru ditinggal semenit Caca ke dapur mengambil susu hangat Zea sudah melamun dan tidak dengar ketika dipanggil.
"Apasih, aku tu ngga budeg tahu ngga. Biasa aja."
"Huhh, oke kamu ngga budeg tapi ngga dengar," jawab Caca ketus.
"Iya iyaa mau bilang apa sihh?"
"Lahh gimana ceritanya orang yang mau cerita tu kamu Zeana!" ucap Caca penuh penekanan pada nama Zea.
"Oh iya lupa, maaf," jawab Caca sambil menepuk jidatnya.
"Jadi gini Ca aku tu lagi galau."
"Kenapa sini cerita."
Zea mulai bercerita kepada Caca alasan kenapa dia bingung
Seminggu yang lalu....
Flashback On
Sehari setelah kejadian itu, Zea tau bahwa David master dia merasa sedikit kecewa. Zea sudah bingung menjelaskan tentang pasangannya di dalam game kepada David tapi ternyata pasangannya sendiri adalah seseorang yang disukai.
"Kak David," ucap Zea di depan jendela kamar mematung.
Beberapa detik sekali Zea melihat ke arah ponselnya tapi nihil David tidak mencoba menghubungi Zea. Zea berharap jika David segera menghubungi Zea untuk menyelesaikan kesalahpahaman yang ada. Namun tidak ada jawaban dan usaha sama sekali.
Entah apa yang salah, Zea juga tidak mau menghubungi David lebih dulu.
Zea berangkat sekolah seperti biasa, pergi ke kantin pergi latihan. Namun sayang David tidak terlihat seperti biasanya. David bahkan tidak ada di kantin ketika jam makan siang. Zea semakin kesal dan tidak ingin menghubungi David terlebih dahulu.
Tetapi kali ini berbeda, sudah seminggu dan David masih belum menghubungi Zea terlebih dahulu. Mereka kan baru saja menjadi kekasih.
Hingga akhirnya Zea memutuskan untuk menceritakan isi hatinya kepada sahabatnya Caca.
Off
*****
"Oh, jadi begitu," jawab Caca.
"Iya begitu."
"Memang apa alasan kalian bertengkar?"
"Kamu tahu kan Ca aku suka main game online. Nah salah satu game yang aku mainin itu ada battle di dalamnya tapi juga kaya ada kehidupan gitu nah disitu ada yang main tu kadang berpasangan ada yang sendiri. Kebetulan ada yang mau jadi pasangan ku. Dia itu level tertinggi di dalam game, tapi kamu tahu ngga ternyata dia kak David Caa," jelas Zea panjang kali lebar.
"Oh gitu to, terus apa masalahnya?"
"Udah jelas to. Kak David tu ngga jujur sama aku."
"Lah emang dia tahu kalau kamu Zeze di game sama kaya Zeana di dunia nyata? Ngga kan?" tanya Caca mempertanyakan kepada Zea kembali.
__ADS_1
"Aku ngga tau kalau itu," jawab Zea lesu.
"Nah itu tau terus kenapa marah marah gajelas Zea. Hmm."
"Tapi aku udah coba cerita sama kak David kalau aku main game sama cowok lain. Dia juga iya iya aja bahkan aku bilang username nya pasangan online ku ke kak David."
"Ze, terkadang bukan berarti tidak bisa berkata saat itu berarti berbohong selamanya. Terkadang sebagian orang memilih waktu yang pas untuk mengatakan sesuatu yang berat. Bisa jadi kak David ingin jujur tetapi belum waktu itu dan ketika kamu sudah tahu kak David belum sempat jujur," ucap Caca memberikan nasihat kepada Zea.
Zea menunduk mendengar nasihat dari Caca tersebut. Ucapan Caca ada benarnya. Sebelum David pergi ke luar negeri untuk pemakaman kakeknya, David menghampiri Zea sesudah perlombaan. David mengatakan jika ada yang ingin dia katakan yang katanya tidak penting tapi juga lumayan penting.
(Apa maksud David benar benar belibet huft).
"Zea?" panggil Caca.
Panggilan Caca membuyarkan lamunan Zea. Ucapan Caca benar benar seperti orang dewasa.
"Kamu dewasa sebelum waktunya Ca," ucap Zea.
"Apa hubungannya Zeana Mufshin. Jangan bikin aku marah deh, kamu tu hal hal yang ribet Maya matematika fisika gampang ngerti giliran kaya gini mikirnya bermenit-menit ckckck."
"Terus aku harus gimana Ca?"
"Ketemu kak David bilang maaf."
"Jangan lupa bilang kalau kamu kesal kak David ngga ngabari kamu," tambah Caca.
"Tapi emang ngga masalah?" tanya Zea ragu ragu.
"Ngga!" jawab Caca tegas.
"Ze?"
"Hm," jawab Zea yang sedang sibuk mengetik di layar ponselnya.
"Kenapa ngga telpon aja sih Ze. Kamu mau nulis pidato apa cerpen buat kak David? yang ada sampai besuk pagi belum ke kirim itu pesannya," efek Caca kesal melihat tingkah Zea yang benar benar mengemaskan.
"Huh ngejek mulu dari tadi. Aku telpon nih kak David nya."
"Yaudah sono buru, jangan ribet deh tinggal pencet tombol telepon milih yang ribet pencet keyboard."
"Iya deh iyaa."
Zea kemudian pergi ke pojok kamarnya di sofa duduk menghadap jendela.
Ze menelpon David sedetik kemudian mereka terhubung.
Sedang dalam panggilan....
Kak David
π: "Zea?" tanya David.
π: "Halo kak."
π:"Hai Ze, kamu sudah tidak marah lagi?"
__ADS_1
π:"Masih sedikit kesal, tapi maafkan aku kak. "
π:"Kenapa minta maaf? Kamu tidak salah Ze. Aku yang salah karena tidak mengatakan semuanya terlebih dahulu. "
π:"Lalu kenapa kak David tidak jujur di awal?"
π:"Banyak alasan kenapa semua terjadi begitu saja Ze. Ada yang dipersiapkan harus tertunda. Semua situasional Zeze. Aku akan menjelaskan semua ketika kita bertemu. Apakah kamu mau bertemu dengan ku?"
π:"Tentu saja kak!" jawab Zea antusias.
π:"Syukurlah, karena besuk pagi adalah akhir pekan aku akan menjemputmu di rumah."
π:"Tapi Caca sedang menginap di rumah ku kak."
"Aku tidak masalah Ze. Toh besuk pagi aku juga harus pulang karena ibu mengajakku untuk menjenguk bayi bibi Farah," potong Caca.
π:"Bagaimana Ze?"
π:" Aku bisa kak, jemput saja kak."
π:"Baiklah selamat malam Zeze. Selamat tidur."
Sesaat Zea terdiam mendengar suara yang mengucapkan selamat malam untuk dirinya. Suara yang dirindukannya selama satu Minggu ini.
π:"Terimakasih kak, Selamat tidur kembali kak David.
π:"Sama sama. Sudah kamu tutup terlebih dahulu teleponnya."
π:"Okedeh. "
Zea senang bukan main. Dia cengar cenggir kesana kemari menari di dalam kamar. Akhirnya dia akan bertemu dan berbaikan dengan David lagi.
"Halahh baru aja baikan udah senyum senyum joget gitu. Tadi aja marah marah mau nangis," ejek Caca.
"Jahat ya kamu ngomong gitu," jawab Zea.
"Fakta ze."
"Udah ayo tidur besuk kamu kan mau kencan harus fresh dong."
"Oh iya betul ayo tidur Ca," ajak Zea bersemangat.
"Heem deh, selamat tidur Zea," ucap Caca sembari memeluk Zea di sampingnya.
"Selamat tidur kembali Caca cantik. Terimakasih atas semua pandangan baiknya."
"Iya sama sama sahabatku sayang."
Mereka terlelap dengan posisi berpelukan di kasur Zea. Caca memang pribadi yang ceria dan penyayang, sehingga Zea merasa nyaman ketika bercerita kepada Caca. Meskipun Caca seumuran dengan tetapi Caca selalu mampu menemukan jawaban yang bijak atas permasalahan Zea.
Keesokan harinya
David datang menjemput Zea. Dia sudah duduk di ruang tamu bersama bapak menikmati jus.
"Kak David sudah datang?" tanya Zea kaget ketika Aslan datang ke kamarnya untuk menyuruh Zea keluar.
__ADS_1
______________________________________