Missing You : David

Missing You : David
Lembar Baru


__ADS_3

Lembar Baru


*****************


Setibanya di Negara Yin, Zea bergegas menuju asrama mahasiswa yang telah disediakan. Karena ini adalah kali pertama dirinya menginjakkan kaki dan tinggal di Negara lain maka dari itu Zea memilih untuk tinggal di asrama selama 1 tahun pertama.


Setibanya di kamar asrama, Zea tidur bersama dengan 3 orang teman lainnya. 1 orang berasal dari Negara yang sama dengan Zea hanya saja beda provinsi sedangkan 2 lainnya adalah mahasiswi dari Negara Yin. Tidak sulit bagi Zea untuk berbaur dengan mereka karena kepribadian Zea yang ceria dia dengan mudah berteman dengan mereka.


*****


Hari Pertama Kuliah


“Ze, kamu ada rencana ikut kegiatan organisasi di luar kampus tidak?” tanya Wendi.


“Sepertinya belum, karena ini adalah semester awal jadi aku butuh beradaptasi dengan baik maka dari itu akan fokus belajar terlebih dahulu,” jawab Zea kepada Wendi.


“Baiklah kalau begitu, tadinya aku ingin mengajakmu bergabung dalam klub musik bersama dengan ku.”


“Maaf Wendi, tapi suara ku tidak bagus juga dengan pertimbangan nilai dan adaptasi, semester ini aku tidak ingin bergabung dengan kegiatan-kegaitan di luar perkuliahan formal.”


“Baiklah kalau begitu,” jawab Wendi.


********


“David, minggu depan kita ada perlombaan jadi aku sarankan tunda dulu kepergianmu ke Negara Yin,” ucap Martin teman David satu markas.


David terdiam, setelah mencari tahu keberadaan Zea melalui salah satu temannya yang ada di Negara Yin. David memang berniat untuk pergi ke Negara Yin untuk bertemu dengan Zea. Bukan karena alasan yang pasti, tapi semenjak kedatangan Denis ke markas mereka David merasakan bahwa jika dia tidak segera mencari Zea maka akan lebih sulit lagi untuk mendapatkan Zea tetap berada di sisinya. Tapi, di satu sisi ucapan Martin memang tidak salah jika dia pergi maka tidak akan cukup waktu untuk berlatih dengan teman satu tim.


David bingung dengan dua pilihan berat ini. Tapi, menjadi pemain profesional dalam game e-sport adalah hal yang diimpikan David sedari dulu. Dia tidak akan egois dan gegabah dengan mengambil keputusan meninggalkan tim di saat seperti ini. Setelah berenung dan memikirkan saran dari Martin, David memutuskan untuk tidak menyusul Zea ke Negara Yin sementara waktu.


“Oke, saranmu memang ada benarnya Martin. Aku akan menunggu hinggal final pertandingan dan menyusul Zea di akhir pekan.”


“Syukurlah jika itu keputusanmu David.”


*****


Hari-hari berjalan seperti biasanya, Zea mulai beradaptasi dengan lingkungan dan budaya Negara Yin. Beberapa kali Zea ditawari bergabung dengan klub dan organisasi mahasiswa, namun karena pertimbangan nilai Zea memilih untuk menolak.


Setelah pulang kuliah, Wendi meminta Zeana untuk menunggu dirinya sebentar di taman. Karena ada beberapa urusan yang harus diselesaikan dengan anggota klub musik.


***

__ADS_1


Di Taman


“Halo, apakah Anda nona Zeana?” sapa Jordan.


“Oh iya, bagaimana Anda bisa mengenal saya?”


“Salah seorang teman memperkenalkan Anda kepada saya. Dia meminta saya untuk menjaga Anda sementara waktu.”


“Apa?” tanya Zeana heran.


“Pokoknya salam kenal, saya Jordan mungkin setelah ini anda akan sering bertemu dengan saya nona. Jaga diri nona Zeana, bye bye.”


Jordan pergi meninggalkan Zeana yang kebingungan di taman sendirian. Zeana tertegun setelah kepergian Jordan.  Dia yang duduk sendirian tiba-tiba ada laki-laki tanpa berkulit putih dengan mata sipit menghampiri dirinya dan mengatakan kalimat yang tidak dimengerti Zea.


“Dasar aneh,” ucap Zea setelah kepergian Jordan.


“Zea,” panggil Wendi.


“Hai,” jawab Zeana.


“Ayo pulang urusanku sudah selesai.”


Mereka berdua pulang bersama berjalan kaki menuju asrama yang terletak tidak jauh dari kampus. Sepanjang perjalanan mereka mengobrol beberapa hal kebiasaan dan kehidupan mereka selama masih sekolah dulu. Sesekali mereka tertawa ketika mendengarkan cerita konyol tingkah mereka sewaktu masih sekolah. Tiba-tiba ditengah perbincangan, Wendi menyampaikan untuk mengajak Zeana pergi ke acara yang diadakan oleh klub music mereka.


“Oh iya Ze, besuk malam klub musik kami mengadakan acara festival musik di alun-alun. Apakah kamu berkenan hadir?”


“Oh begitu, kira-kira sampai pukul berapa?”


“Aku kurang paham karena aku adalah anggota baru, tapi menurut run down acara selesai pukul 10 malam. Tapi terkadang setelah acara selesai kami mengadakan acara makan malam bersama.”


“Oh begitu, tapi Wendi maaf sebelumnya aku tidak terbiasa hadir di acara seperti itu.”


“Kumohon Ze, kali ini temani aku.”


Zea yang tidak enak hati, akhirnya menyetujui permintaan Wendi untuk hadir di acara yang diadakan klub musik mereka.


****


Tiba pada hari H acara klub music milik Wendi, Zea datang dengan berpakaian formal untuk membantu Wendi menyukseskan acaranya.


“Ze, kamu yakin akan pergi dengan pakaian yang sangat formal itu?” tanya Wendi kaget.

__ADS_1


“Tentu saja, memangnya aku terlihat aneh?”


“Tidak aneh sih, hanya terlihat seperti ingin pergi ke pencatatan sipil saja.”


“Sudah Wendi berhenti menggoda ku, aku akan berganti pakaian tunggu sebentar.”


“Baiklah kalau begitu, cepat ya Ze.”


Setelah berganti pakaian dengan yang lebih santai, Zea dan Wendi berangkat ke acara yang di selenggarakan di alun-alun. Sebelum acara musik dimulai, anggota klub musik menata peralatan dan panggung dadakan di tengah alun-alun untuk mereka pentas nanti malam. Setelah semuanya beres, tinggal menunggu waktu pentas akan segera dimulai.


Pukul 19.00 beberapa anggota klub musik mulai menyanyikan lagu dan memainkan alat musik yang mengundang satu demi satu pengunjung alun-alun untuk melihat dan megambil gambar serta video dari penampilan mereka. Wendi terlihat sangat cantik ketika sedang memainkan drum membawakan sebuah lagu bersama dengan temannya yang lain.


 Zea berdiri di pojok samping sambil bertepuk tangan melihat penampilan Wendi dan teman-temannya yang begitu memukau.


“Wendi, semangat,” ucap Zea.


Dari kejauhan, Jordan sedang memperhatikan gerak gerik Zea. Sesuai dengan permintaan seseorang untuk menjaga dan mengawasi Zea hingga dirinya bisa datang ke Negara Yin. Jordan menanggung tanggung jawab dadakan sebagai penjaga sekaligus informan bagi seseorang yang tengah gelisah dan berjuang untuk kejuaraan.


“Cantik,” gumam Jordan lirih tanpa disadari.


Setelah menyelesaikan satu lagu, tiba-tiba Wendi maju ke depan dan mengambil mic untuk mengatakan beberapa hal.


“Penampilan selanjutnya dari seorang teman saya, gadis cantik dengan suara emas tapi dia sedikit pemalu jadi saya mohon bantuan penonton sekalian untuk membantu saya memanggil namanya agar mau menyanyi di depan. Bagaimana?”


“Setuju,” jawab beberapa penonton pentas music itu.


“Untuk sahabatku Zeana, bisakah kamu maju dan bernyanyi bersama denganku.”


Kevin dan beberapa anggota lainnya juga memanggil nama Zea.


“Zeana, Zeana..”


Zea kaget ketika namanya dipanggil terlebih lagi, dirinya tidak pernah percaya diri ketika menyanyi rasanya suaranya sangat jelek dan tidak enak di dengar. Tapi, beberapa orang sedari tadi sudah memanggil namanya. karena tidak enak hati dan entah dorongan keberanian dari siapa, Zeana berjalan menuju panggung tanpa ragu. Setelah menerima microphone dari Wendi, Zea memberikan aba-aba kepada teman-teman yang memainkan alat musik untuk memainkan nada dari lagu yang akan dia nyanyikan.


“Sebelumnya, saya akan menyampaikan beberapa hal diantaranya adalah saya tidak pandai bernyanyi hihi, jadi kalau suara saya jelek kalian boleh langsung meminta saya turun, kedua saya tidak pandai bergaya dan menari jadi mungkin nanti saya hanya akan menyanyi tanpa banyak bergera,” ucap Zea sambil menunduk dan mengangkat kepalanya pertanda penghormatan sudah selesai.


Gelak tawa para penonton pecah karena tingkat Zea dan ucapan yang dikatakan dengan lugas. Jordan juga tertawa di pojokan melihat tingkah Zea. Terbesit untuk merecord penampilan Zea, Jordan mengambil ponsel dan mulai mengaktifkan mode video.


**************


Bersambung.........

__ADS_1


__ADS_2