Missing You : David

Missing You : David
24 Rutinitas


__ADS_3

Kamar David


"Gimana Vid?" tanya Kelson.


"Lhu ngapain di kamar gue?"


"Main lah, bosen di rumah ada sepupu dari Kan*da ribet banget," jawab Kelson sambil tiduran santai di sofa.


"Terus maksud loe kesini ngungsi gitu?"


"Yup, terus gimana tadi?"


"Kepo lu," jawab David bersamaan dengan merebahkan tubuh di kasur.


"Ya udah si," jawab Kelson masa bodo.


Setelah beberapa detik David mengingat kembali kejadian saat makan siang. Dia bingung dan ingin menceritakan kepada Kelson.


"Bro, gue mau nanya nih."


"Heem apa?" tanya Kelson yang tengah sibuk dengan ponselnya sambil berbaring.


"Tadi pas makan siang gue ngasih hadiah buat Zea tapi raut mukanya tu kaya aneh gitu kaya ngga suka. Dia juga cuma diam ngga bilang apa apa sampai gue nanya lagi ke dia. Kira kira itu kenapa ya?" jelas David.


"Hmm, bentar loe ngasih dia apa?" tanya Kelson sambil menoleh ke arah David


"Perhiasan," jawab David santai.


"Buset, gila loe Vid. Jelas Zea kaget lah mana ada pacaran anak sekolah ngasih perhiasan. Ckckck Vid lhu bener bener ya," jawab Kelson sambil menggelengkan kepalanya heran dengan tingkah sahabatnya.


"Lha apa salahnya ngasih kalung? Toh karyawan toko rekomendasiin ke gue nyuruh pilih kalung aja. Kalung aja kak cewek pasti suka.Ya gue nurut lah yang udah recommended."


"Astaga Vid," ucap Kelson sambil menggelengkan kepalanya.


"Gue tahu loe jomblo dari lahir tapi ngga gitu juga kali. Dengerin ya, berlagak selayaknya anak SMA. Jajan seperlunya beli secukupnya. Cewek lu bakal lebih nyaman kaya gitu. Toh dikasih bunga sama senyum loe aja dijamin klepek-klepek dah tu Zea," ucap Kelson memberikan pencerahan kepada David.


David mengangguk paham.


"Oke gue paham, lain kali gue kasih Zea bunga aja."


"Nah sipp mantap. Terus diterima ngga?"


"Diterima tapi ya dia kaya ngga suka gitu kaya loe bilang kalau ngga ada yang pacaran ngasih kalung gitu."


"Hahaha, nah itu Zea pengalaman. Selera anak konglo emang beda ya."


"Loe ngga ngaca Son? Loe juga anak konglo hmm."


"Tapi gue pacaran biasa. Motor gue Sc*opy, tapi bersyukur cewek loe ngga matre. Kalau Zea cewek matre dia bakal senang banget dikasih kalung."


"Emang sih cewek gue beda sama yang lain. Dia ngga pernah minta sesuatu sama gue. Jajan aja minta makan bakso kalau ngga mie ayam. Dari jaman dekat paling jajan bakso samping kebun binatang sono."


"Mantap, harusnya loe bersyukur ada yang mau sama loe apa adanya."


"Selalu," jawab David percaya diri.


Mereka kemudian memilih untuk bermain PS untuk membunuh waktu.


******


Zea dan David sudah berbaikan. Semenjak hari itu, mereka berdua selalu bersama. Terkadang berangkat ke sekolah David menjemput Zea. Sesekali mereka belajar bersama di perpustakaan. Semenjak ada Zea, David menjadi rajin.


*****


Hari ini Ujian Akhir Semester. Hari yang menentukan bagi setiap murid kelas 11 karena jika mereka tidak naik, itu adalah hal yang mengecewakan. David mulai rajin belajar bersama Zea. Karena mulai saat ini dia tidak ingin menyia-nyiakan waktu masa mudanya. Dia ingin lulus SMA tepat waktu dan masuk ke universitas dengan jurusan yang di inginkan.


Pagi itu, David bangun lebih pagi untuk menjemput Zea. Dia ingin berangkat bersama dengan Zea ke sekolah.


Di Teras Rumah Zea

__ADS_1


"Selamat pagi," sapa David kepada Zea.


"Lhu kak ngapain di sini?" tanya Zea.


"Jemput kamu lah, kita kan mau berjuang bareng biar naik kelas."


"Oh yakin? Niat ngajak bareng bilang aja kali kak ngga usah cari alasan," goda Zea.


"Ya gitu pokoknya, bapak ibu mana?"


"Mereka berangkat ke desa kemarin sore."


"Ada urusan apa Ze?" tanya David sambil menyodorkan helm.


"Ini kenapa kak? Aku ada helm sendiri kok," jawab Zea.


"Aku kemarin beli buat kamu, lucu gitu jadi ya aku beli."


"Oh gitu ya, karena lucu apa cuma karena mau ngasih hadiah?"


"Ya dua duanya deh. Ayo berangkat."


"Bentar emang udah bilang kakakku mau ngajak aku berangkat bareng?"


"Udah. Aku udah Whats*pp kak Aslan mau jemput kamu."


"Owalah konspirasi ternyata. Pantesan dia ngga ada kuliah juga ngga mandi pagi pagi huft," jawab Zea mengomel sambil cemberut.


"Kamu ngga suka berangkat bareng aku?"


"Ya jelas sukalah, bareng doi gitu lhu," ucap Zea percaya diri.


Mereka memang tidak menyembunyikan hubungan mereka di depan orang lain baik di sekolah maupun dalam organisasi lainnya. David juga dengan sombong dan bucinnya memperlakukan Zea sebagai kekasih.


"Yaudah ayo," Jak David.


Zea menurut dibonceng David menggunakan motor matic milik David. Sesampainya di sekolah mereka berpisah di parkiran menuju kelas masing masing.


*****


Sedikit demi sedikit visi dan misi hidup David membaik. Dari dia yang hanya ingin bertahan hidup sampai kini dia, David yang ingin terus hidup, berkembang dan tetap bersama orang orang terkasihnya.


Terkhusus wanita cantik yang tengah tersenyum manis di depannya saat ini.


"Kak lihat deh," ucap Zea.



"Cantik," ucap David.


"Apa yang cantik?"


"Ciptaan Tuhan yang sangat menggemaskan, kamu" jawab David sambil tersenyum.


"Gombal dasar."


"Aku jujur kamu cantik, coba senyum aku fotoin."


"Boleh."


David mengambil foto Zea dari samping. Memang benar benar cantik sekali fotonya.


"Coba lihat kak."


"Cantik kan?"


"Banget cantiknya," ucap Zea memuji diri sendiri.


David tersenyum sambil mengelus rambut Zea karena gemas dengan tingkah laku Zea.

__ADS_1


Setelah berjalan jalan, mereka memutuskan untuk makan siang. Tetapi sebelumnya David mengajak Zea menuju salah satu bangunan di pinggiran kota. Bangunan yang akan digunakan oleh David nantinya. Bangunan yang terletak 5 Km dari kampus G yang merupakan kampus impian setiap insan.


"Kita mau kemana kak?"


"Mau ke suatu tempat, kamu ngga bisa ya manggil nama doang?"


"David?" panggil Zea.


"Heem kaya gitu aja."


"Ngga bisa ngga sopan," jawab Zea polos.


"Astaga Ze, kita pacaran bukan kakak adik an."


"Iya sayang," jawab Zea datar.


David menoleh sambil tersenyum manis.


"Aku mau dipanggil gitu terus."


"Ya kalau pas ingat aja ya kak."


"Hadeuh kak lagi hmm."


"David aja ya."


"Iya, sayang juga ngga papa."


"Okedeh dipertimbangkan."


"Terus kita mau kemana sekarang Dav?" tanya Zea.


"Ke pinggiran kota Zeze sayang."


"Siap bang jago."


20 menit menempuh perjalanan dari pusat kota mereka sampai di depan sebuah bangunan tingkat dua yang terletak dekat dengan pemukiman warga.


"Ini rumah siapa kak?"


"Bangunan ku ayo masuk."


"Asli punya sendiri?"


"Heem."


"Wahhh."


Zea masuk mengikuti David mengekor dibelakang David.


____________________________________


Spoiler


"Kok ini ada bukti pembayaran biaya rumah sakit kak Aslan?" tanya Zea heran.


David datang dengan membawakan bekal nasi kotak untuk Zea.


"Jujur sama aku ini punya siapa?" tanya Zea tegas.


David terdiam. Dia lupa bahwa dia menaruh beberapa barang pribadi miliknya di kamar loteng dan sayangnya hari itu pertama kalinya Zea datang dan melihat sesuatu yang tidak seharusnya.


_____________________________


Selamat Membaca ☺️


Penulis sangat mengharapkan dukungan berupa like dan komen dari pembaca 🙏


Terimakasih

__ADS_1


Salam sejahtera untuk semuanya ☺️


__ADS_2