Mr. Jorok Dan Mrs. Perfeksionis.

Mr. Jorok Dan Mrs. Perfeksionis.
Bab. 10. Keluarga Hazal.


__ADS_3

Mentari sudah tidak malu-malu lagi menampakkan sinarnya di pelataran bumi, hingga cahaya itu menembus sela jendela kaca kamar milik Hazal dan mengena di mata wanita tersebut sehingga memaksa organ tubuh manusia yang berbentuk bulat itu harus terbuka. Mata itu mengerjab untuk beberapa kali hingga kesadaran Hazal mulai pulih setelah tertidur pulas semalam.


"Hoaaam---". Hazal merenggangkan otot-otot tubuhnya yang terasa kaku karena ia tidur nyenyak tanpa bergerak sedikit pun.


"Aku tidur nyenyak sekali hingga badanku pegal semua dan kaku". Ujar Hazal.


Kini wanita itu melangkahkan kakinya menuju kamar mandi untuk merilekskan tubuh. Selama 20 menit wanita itu mandi dan berganti pakaian dengan menggunakan baju kaos berwarna putih bermotif Tedy bear, dan di padukan dengan celana pendek. Hazal memilih mengenakan pakaian santai itu ketika sedang berada di rumah. Ia ingin menghabiskan waktu bersama kedua orang tua nya di hari Minggu ini.


"Ibu...". Panggil Hazal pada ibunya yang sedang masak di dapur. Ya, sekarang Hazal berada di dapur setelah puas merilekskan tubuhnya di kamar mandi tadi.


"Kamu sudah bangun, Zal?. Ayo bantu ibu masak". Tutur wanita paruh baya tersebut. Ibu Hazal bernama Milea Kaya. Ia adalah seorang ibu rumah tangga. Sebelum menikah dengan Ayah Hazal, wanita itu berprofesi sebagai sekretaris di perusahaan kakek Hazal. Setelah menikah dan memiliki anak, wanita yang masih tetap cantik meski tak lagi mudah itu memilih untuk resign dari tempatnya bekerja dan fokus sebagai ibu sekaligus istri bagi suami dan anaknya. Ia tidak ingin menjadi ibu dan istri yang egois karena harus membagi waktu serta kasih sayang dengan pekerjaan nya.


Sementara Ayah Hazal bernama Kaya keremcem. Jika ada yang mendengar nama dari keluarga Hazal mungkin orang akan mengira bahwa mereka berasal dari timur tengah. Ya, tidak di pungkiri jika ayah Hazal adalah turunan dari timur tengah namun kedua orang tua beliau telah lama berkarir di Indonesia, bahkan nenek Hazal yang merupakan ibu dari ayahnya adalah asli Indonesia. Jadi Hazal memiliki darah campuran antara Indonesia dan timur tengah.


"Ibu masak apa?. Jangan bilang ayam goreng lagi. Bosen tau ayam goreng terus". Protes Hazal. Ibu Hazal tersenyum mendengar kalimat protes putri semata wayangnya itu, terlebih lagi Hazal memanyunkan bibirnya hingga wajahnya tampak lucu di mata wanita paruh baya tersebut.


"Kamu ini, anak gadis gak boleh protes kaya gitu. Nanti kalau kamu sudah menikah, pasti ayam goreng yang sering kamu masak. Karena lebih mudah dan praktis". Terang Ibu Hazal sambil mengaduk masakan yang masih mendidih di atas kompor gas.


"Kalau Hazal nanti menikah, Bu. Hazal akan pake asisten rumah tangga supaya gak capek-capek lagi masaknya". Ibu Hazal menggeleng kan kepalanya mendengar alasan putrinya yang masih tergolong manja itu.


"Meskipun ada asisten rumah tangga tapi kamu harus tetap tau masak, Nak. Karena tidak selamanya kita berada di atas. Terlebih lagi tugas seorang istri itu harus mampu melayani suaminya lahir dan batin. Apa kamu mau suami kamu nanti makan di luar terus, dan tidak menikmati hasil jerih payah mu memasak?" Nasehat ibu Hazal membuat wanita muda itu terenyuh.


"Itulah mengapa Hazal belum mau menikah. Karena prosesnya masih panjang". Suara Hazal berubah jadi lirih. Namun seketika senyuman mengembang di wajah sederhana nya dan berkata,


"Bagaimana kalau suami Hazal nanti seorang koki?. Atau... tukang sate mungkin". Ragu-ragu Hazal mengucapakan kata 'Tukang Sate'. Namun kening ibu Hazal berkerut, ia gagal mencerna ucapan putrinya itu.


"Emang David profesi sampingan nya tukang sate?". Mendengar nama David di sebut wajah Hazal berubah jadi pias.


"Ah, ibu ini. Bikin mood Hazal hilang saja?". Gerutu wanita mudah itu.


"Emang mood kamu hilang kemana?".

__ADS_1


"Hilang di telan musang. Haha". Kedua wanita bedah generasi tersebut tertawa akan lelucon mereka.


*****


Puas dengan sarapan bersama, kini keluarga itu kumpul di ruangan yang biasa mereka gunakan untuk menghabiskan waktu ketika akhir pekan. Dalam ruangan tersebut banyak gambar keluarga mereka, dari kakek buyut Hazal, hingga gambar keluarga mereka saat ini. ruangan itu juga di kelilingi pernak pernik dan TV berlayar datar ukuran 52 inci.


"Bu, kok ibu suka sekali sih Jambak rambut ayah kalau lagi kesal?". Tanya Hazal. Namun ibu wanita itu tidak menjawab, dan ayahnya lah yang menjawab seolah mengadu pada anak gadisnya itu.


"Hazal, ibu kamu memang dari dulu suka menjambak rambut Ayah, apa lagi kalau malam hari di kamar, suka sekali menjambak". Ayah Hazal mengeluarkan suara yang di buat-buat seolah merasa teraniaya, sementara ibu Hazal memelototi suaminya itu dengan tajam. Karena sejujurnya wanita paruh baya berparas sederhana itu paham maksud dari ucapan suaminya yang... Mesum.😁


"Yang benar, Bu?. Pasti sakit, yah?". Tanya Hazal polos tanpa mengetahui kemana arah pembicaraan itu.


"Gak sakit kok. Enak malah. Apa lagi kalau sudah sampai pada klimaksnya, ibu kamu itu akan memmmm----". Belum selesai ucapan itu keluar pada mulut cempreng ayah Hazal, ibu wanita itu telah menutup rapat mulut suaminya agar tidak melanjutkan topik pembicaraan yang akan merusak mental anak gadis nya itu.


"Ayah ini ngomong apa sih?. Malu tahu sama anak sendiri". Protes ibu Hazal.


"Ibu gak usah malu sama Hazal. Pernah kok Hazal mendengar suara Ayah di kamar ketika ibu menjambak rambut Ayah. Waktu itu kalau tidak salah ayah bilang : lagi Bu jambaknya, jangan lepas, sebut nama ku kalau mau Jambak. Enak, Bu, enak. Begitu". Kedua mata suami istri itu menatap tak percaya pada putri semata wayangnya yang ternyata pernah mendengar mereka bermain jambak-jambkan di kamar, lalu kemudian menelan salavi nya secara bersamaan.


"Ayah sih bersuaranya keras sekali". Bisik ibu Hazal pada suaminya itu. Namun pria paruh baya tersebut bukannya menutup mulutnya, ia melanjutkan cerita yang bertopik lain.


"Zal, kamu tau gak. Dulu ibu kamu ini adalah seorang model". Suara meyakinkan keluar begitu saja dari mulut pria paruh baya tersebut.


"Yang benar yah?. Bukannya dulu ibu sekretaris Ayah?". Tanya Hazal antusias.


"Maksud ayah jadi model itu pekerjaan sampingan ibu kamu".


"Emang model di majalah apa, yah?".


"Model di majalah sampul TTS. Yang bergaya begini. Itu ibu kamu loh". Ayah Hazal mencontohkan gaya seperti seorang model di sampul TTS membuat anak serta istrinya tertawa terpingkal-pingkal melihat contoh gaya yang di berikan pria yang tak lagi mudah itu.


"Yang benar, yah?". Tanya Hazal sambil menghapus air matanya karena terlalu asik tertawa.

__ADS_1


"Iya. Makanya dulu ayah jatuh cinta sama ibu kamu. Mendatar nya saja sudah enak, apa lagi menurunnya. Hahaha". Ayah Hazal tertawa sendiri hingga terbatuk-batuk karena leluconnya. Sementara ibu Hazal wajahnya berubah menjadi merah karena malu, sebab ulah mesum suaminya yang tidak lagi mudah itu.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


TBC.


Jangan lupa tinggalkan jejak kalian ya. Silahkan like, komen, dan vote. Terimakasih.


Happy Reading 😊.


*Dede....

__ADS_1


__ADS_2