
Harfei kembali ke hotel tempatnya menginap selama seminggu terakhir ini. Kamar yang tadinya berantakan bagai kapal pecah kini sudah tampak rapih. Pria itu pun sudah tampak segar setelah mandi dengan air hangat, namun tak sehangat perasaan nya saat ini.
Perasaan pria itu masih sama yaitu, kalut, bimbang, sakit, kecewa, dan terluka. Bahkan ketika nyamuk datang menggigit kulitnya pun tak akan terasa. Harfei seolah mati rasa secara fisik dan mental. Perasaan yang teramat besar pada istrinya seolah berada di ambang kehancuran.
****
Di rumah, Hazal sedang bersiap-siap untuk pergi ke minimarket yang berada tak jauh dari rumahnya untuk membeli susu khusus ibu hamil dan beberapa kebutuhan lainnya. Wanita itu pergi setelah mendapatkan izin dari ibu mertuanya.
Kali ini Hazal menggunakan mobil, karena setelah dari minimarket wanita itu akan mampir ke restoran yang sudah hampir satu bulan tak di kunjungi nya.
Setelah dari minimarket, Hazal pun memacu mobilnya untuk pergi ke restoran. Namun di tengah jalan mobil wanita itu tiba-tiba di palang oleh mobil box hingga Hazal menginjak pedal rem secara mendadak.
Kepala Hazal terkena stir mobil, rambutnya yang terurai menutupi sebagian wajahnya. Hazal mengangkat kepalanya dan melihat di depan pintu mobil sudah ada tiga orang pria bertubuh besar dan tinggi sedang berusaha untuk membuka paksa pintu mobilnya, hingga akhirnya pria bertubuh besar itu berhasil membuka pintu mobil dan memaksa Hazal untuk keluar. Namun wanita itu memberontak dan melawan. Tapi satu pria yang berada di pintu mobil sisi kiri wanita itu dengan gerakan cepat membius Hazal dengan menggunakan sapu tangan. Dan akhirnya Hazal pun pingsan.
****
Di sebuah gudang tua tempat Harfei dan Dino berada. Kedua pria itu tampak sedang mengoperasikan komputer seolah sedang memeriksa sesuatu. Namun tiba-tiba ponsel Harfei berbunyi dan menghentikan aktivitas keduanya.
"Halo?".
"..."
"Apa?".
"...".
"Apa yang kamu lakukan pada istriku brengsek?!. Jika terjadi sesuatu pada istriku, aku tidak akan pernah mengampunimu!".
Harfei membuang ke sembarang tempat ponsel miliknya. Raut wajah pria itu berubah menjadi gusar dan marah.
__ADS_1
"Aaakkkk---. Brengsek!. Aku tidak akan mengampuni mu wanita ******!".
"Harfei, tenanglah. Jika kamu emosional seperti ini, maka rencana kita akan gagal". Dino berusaha menenangkan sahabatnya itu.
"Bagaimana bisa aku tenang Dino?. Istriku sedang dalam bahaya sekarang. Bahkan aku sudah menyakitinya berulang kali. Bagaimana bisa aku tenang?. Katakan padaku. Hu...Hu...".
"Tenanglah Harfei. Sejauh ini rencana kita berjalan lancar, kecuali surat cerai itu".
Dino memeluk Harfei yang menangis seperti seorang anak yang kehilangan mainannya.
"Apa kamu pikir aku sanggup melakukan itu semua?. Aku sakit dan terluka, bahkan luka yang aku rasakan tidak seberapa sakitnya di bandingkan wanita yang paling aku cintai itu Dino".
"Tapi kamu harus lakukan itu semua demi keselamatan Hazal dan anak kalian".
FLASHBACK ON.
"Bukankah ini foto editan?".
Ya, Harfei mengetahui jika semua foto-foto Hazal bersama David dan beberapa pria lainnya adalah palsu. Bahkan foto itu hampir setiap hari di dapatnya hingga memenuhi laci meja kerjanya. Harfei sadar betul bahwa semua foto itu adalah hasil editan seseorang yang sengaja di kirim untuk menyakiti Hazal dan menghancurkan rumah tangganya.
Harfei bukanlah pria bodoh yang percaya begitu saja akal busuk seseorang yang pengecut. Pria itu akhirnya meminta tolong pada sahabatnya Dino yang merupakan Intel di luar kota. Dan keduanya pun menyelidiki siapa dalang di balik semua peristiwa yang terjadi. Bahkan mereka juga menyelidiki nomor ponsel yang hampir setiap hari meneror Harfei.
Setali tiga uang, Harfei dan Dino pun berhasil melacak nomor ponsel itu dan mengetahui siapa dalang di balik semuanya. Hanya saja pria itu memilih untuk diam karena ia harus memastikan sesuatu yang akan menyakiti Hazal.
"Dino, kita harus mengikuti cara main wanita ini. Biarkan dia pikir bahwa dia sudah berhasil mengendalikan kita".
Dua pria berbeda profesi itu pun melanjutkan aktivitasnya yang sempat tertunda.
****
__ADS_1
sebulan setelah hari itu, Harfei kembali mendapatkan pesan bahwa Hazal berselingkuh dengan David di sebuah hotel. Namun pria itu tidak pernah percaya ataupun bertanya pada Hazal. Karena dia tau betul bagaimana besar cinta istrinya untuk dirinya. Hingga ia mendapatkan kembali pesan yang bernada ancaman bahwa jika Harfei tidak segera mengikuti keinginannya maka orang itu tidak akan segan-segan menyakiti Hazal.
Untuk kesekian kalinya, Harfei tidak memperdulikan pesan itu. Hingga seminggu kemudian dia kembali mendapatkan pesan yang mengatakan bahwa Hazal dan David sedang berada di Hotel Celisious kamar 206.
Harfei pun mengikuti permainan orang itu lalu kemudian pergi ke hotel dimana Hazal dan David berada. Setibanya di hotel, Harfei mendapati David di kamar tersebut. Sejujurnya sejak awal pria itu tau bahwa ada seseorang yang mengikutinya sejak keluar dari kantor. Namun Harfei bersikap seolah ia tidak menyadarinya.
Harfei menerobos masuk ke dalam kamar hotel David dan melihat Hazal terbaring pingsan di atas ranjang. Tentu saja hal itu membuat Harfei khawatir. Ia menanyakan kondisi Hazal setelah wanita itu sadar. Namun karena melihat sekelebat bayangan di bagian jendela, Harfei sadar bahwa ia sedang di ikuti oleh seseorang. Jadi pria bermata coklat itu pun terpaksa membentak Hazal seolah meragukan karakter istrinya sendiri.
****
Setibanya di rumah, Harfei dan Hazal masih tetap di awasi oleh peneror itu. Jadi Harfei seolah tak memiliki ruang gerak untuk memberitahu pada Hazal bahwa semua adalah salah paham. Ia tidak perlu menjelaskan apapun karena Harfei tau bahwa semuanya hanyalah jebakan. Akhirnya Harfei memilih untuk pergi meninggalkan rumah karena tidak tahan melihat Hazal menangis dan terluka. Ia menemui Dino di tempat biasa mereka melakukan penyelidikan secara sembunyi-sembunyi.
"Dino, aku dan Hazal di jebak kali ini. Wanita psikopat itu menggunakan David sebagai tamengnya. Dan kali ini wanita itu tidak main-main".
"Kamu harus hati-hati Harfei, karena wanita itu tidaklah sendirian. Dia bahkan menyewa mafia yang sangat berbahaya di negri ini. Bahkan mafia itu menjalankan aksinya hingga ke luar negeri. Banyak orang-orang besar disana yang menggunakan jasanya untuk melakukan penjualan senjata api secara ilegal".
Tak lama setelah itu Harfei kembali mendapatkan pesan yang mengatakan bahwa ia harus menceraikan Hazal. Kali ini ancamannya tidak main-main, orang itu mengancam akan membunuh Hazal dan bayi yang di kandungnya sekaligus.
"Bayi?. Apakah aku akan menjadi seorang Ayah?. Aku tidak akan membiarkan itu terjadi". Gumam Harfei.
Ya, Harfei mengetahui kabar perihal kehamilan Hazal lewat pesan dari si peneror itu. Karena tidak ingin terjadi sesuatu yang buruk pada wanita yang di cintainya bahkan pada janin yang masih terlalu muda itu, akhirnya Harfei menyetujui untuk menceraikan Hazal.
.
.
.
Next>>>
__ADS_1