Mr. Jorok Dan Mrs. Perfeksionis.

Mr. Jorok Dan Mrs. Perfeksionis.
Bab. 16. Pernikahan.


__ADS_3

Pasca keputusan yang di ambil oleh Harfei bulan lalu, kini kedua insan ciptaan Tuhan itu mengikat janji suci sehidup semati di hadapan para saksi. Dan dengan lantangnya dalam satu kali tarikan napas Harfei mengucapkan Ijab Qobul dengan lancar.


Acara itu pun berlangsung sakral dan khidmat. Semua tamu terutama kedua orang tua mempelai merasa terharu akan pernikahan anak mereka. Tak ada yang lebih membahagiakan bagi orang tua selain menikahkan anak-anak nya.


*****


Malam hari setelah acara itu, Harfei dan Hazal kini berada di kamar pengantin mereka dimana hari pernikahan itu di adakan di gedung Pancasila yang umumnya di gunakan setiap orang yang ingin mengadakan pesta pernikahan. Dalam gedung itu telah di sediakan kamar khusus pengantin jika keluarga atau pengantin sendiri menginginkan untuk menghabiskan malam pertama mereka di kamar tersebut.


Para tamu dan kedua orang tua mereka juga sudah kembali ke kediaman mereka masing-masing.


Hazal dan Harfei telah selesai dengan ritual mandinya. Mereka tidak mandi bersama, tetapi mandi masing-masing. Masih terasa tabu dan juga malu bagi Hazal.


Wanita itu kini mengambil gawai nya yang berwarna putih bercorak bunga mawar. Salah satu bunga kesukaan Hazal. Ia melihat sosial medianya yang bernama Hazal.Kaya. Ternyata foto pernikahan mereka sudah beredar di akun milik sahabatnya Sonia. Wanita bar-bar itu memiliki gerakan cepat kalau urusan foto memfoto.


"Mas, lihat deh". Menunjukan gawai nya pada Harfei, dan Harfei pun mendekat.


"Foto-foto kita sudah beredar ke akun sosial medianya Sonia".


"Terus?". Menaikan satu alis.


"Aku cantik juga ya kalau di make-up?". Berharap di puji.


"Biasa aja". Jawaban yang santai namun sukses membuat hati istrinya menangis China.


"Kok mas gak ada romantis-romantis nya sih?". Gerutu Hazal.


"Kan emang nyata kamu biasa aja?. Emang kamu merasa cantik?". senyum mengejek bermain di bibir tipis pria itu.


"Aku tau diri mas, gak cantik, tapi gak jelek-jelek banget juga kali mas". Suara membela keluar dari pita suara Hazal. Wajahnya sendu seolah tahu diri tak cantik.


"Ia, kamu itu gak cantik dan gak jelek-jelek amat. Cuma jelek satu kali aja. Kalo jelek-jelek kan dua kata tuh, tapi kamu satu katanya aja. Hehe".


"Itu menghina atau menghibur?. Atau menghina untuk menghibur?". kesal Hazal.


"Dua-duanya. Haha".


"Mas Harfei jahat banget sih". Memukul-mukul dada bidang Harfei dengan sedikit keras. Harfei menahan pukulan itu karena rasanya sedikit nyeri ke ulu hati.


"Stop, iya deh aku minta maaf. Oh iya, bagaimana kalau sekarang kita---". Harfei menggantungkan kalimatnya, sementara Hazal harap-harap cemas jika Harfei meminta haknya sebagai suami. Namun sejujurnya wanita itu menginginkan penjelajahan di sebuah batang pohon pisang milik Harfei.


"Nonton film Bollywood". Lanjutnya kemudian setelah beberapa saat berpikir akan ide.


"Ha?. Kok nonton film Bollywood sih, mas?". Hazal menatap tak percaya pada suaminya itu dengan sedikit menggerutu dan berdecak kesal.

__ADS_1


"Bagus loh, Zal film Bollywood itu. Apa lagi kalau lagu-lagunya, bikin hati hareudang". Membayangkan menjadi pemeran utama Bollywood.


"Astaga mas. Aku baru tahu kalau mas Harfei suka film Bollywood".


"Aku ini India Chalik loh, Zal".


Satu hal yang baru di ketahui Hazal dari Harfei adalah pria itu menyukai film Bollywood, hal yang sungguh langkah untuk di kalangan pria macho seperti Harfei, (Menurut Hazal).😁


"Aku juga bisa nyanyi lagu India loh. Mau dengar?". Untuk menyenangkan hati suaminya, Hazal pun mengiyakan ucapan suaminya itu, meski berat hati tapi tak masalah. Malam ini mereka menghabiskan waktu untuk menonton film Bollywood.


Harfei pun memutar film Bollywood yang berjudul MOHABBATEIN yang di perankan oleh aktor terkenal Shahrukh Khan. Film itu sengaja di bawanya dari rumah untuk menghilangkan kecanggungan di malam pertama mereka.


Pada saat adegan percintaan yang di iringi dengan sebuah lagu, Harfei pun mengikuti lagu itu dengan fasih namun di buat plesetan.


"Korneto...


"Bar sate...


"Bar mie he...


"Jus sate....


Hazal yang mendengar Harfei pun melirik penuh tanya.


Sumpah demi apapun, ternyata Hazal gaptek juga. Bukannya apa, lagu plesetan India itu kan sangat ramai di YouTube sekarang.


"Emang kamu gak pernah dengar lagu ini di YouTube?". Tanya Harfei tak percaya.


"Pernah dengar sih, cuma kayanya bukan nama makanan deh lirik lagunya". Entah polos yang di buat-buat, tapi semua tampak natural.


Harfei menepuk jidatnya,


"Astaga, Hazal. Lagu ini tuh lagi ramai di plesetin di YouTube, masa kamu gak tau sih?".


"Aku kan taunya lagu pisang mas, bukan korneto. Apa lagi kalau pisangnya mas Harfei, pasti sedap". Ucap Hazal secara sarkatis dan impulsif. Satu hal yang baru di ketahui oleh Harfei adalah, ternyata istrinya itu sangat sarkasme dan impulsif, membuat bulu kuduk nya merinding.


"Emang tahu apa kamu tentang pisang pria?". Tanya Harfei ingin sedikit menggoda atau bercerita sedikit... Jorok?.


"Pisang itu bentuknya panjang oval, sedikit kerucut ujungnya, terus berumput tebal, kalau tegang akan berdiri tegak, kalau loyo akan tidur. Terus kalau masuk gua dia akan menemukan kebun barunya disana dan menjadi petani tetap di lahan itu". Terang Hazal secara sarkatis.


"Terus apa yang di lakukan petani itu di dalam kebun pisangnya yang baru?".


"Ya, bercocok tanam lah disana, hingga mengahasilkan penghuni baru dalam kebun itu". Mengubah posisi menjadi baring.

__ADS_1


"Terus?".


"Setelah itu, petani akan mencari posisi tempat yang nyaman disana. Mau di tanam secara mendatar atau menurun. Cuma kata ayah, mendatarnya saja sudah enak, apa lagi menurunnya. Hahahaha".


Mereka pun tertawa akan kekonyolan masing-masing.


"Terus-terus?". Tanya Harfei antusias. Satu lagi tambahan poin kelebihan Hazal di mata pria itu, bahwa istrinya ternyata memiliki selera humor mesum yang di plesetan kan.


"Emang mas mau jadi salah satu batang pisang itu?. Kalau mas mau, Hazal mau kok jadi kebunnya mas selamanya. Haha".


"Emang rasanya bercocok tanam di kebun itu gimana sih, Zal?. Capek atau nikmat?". Masih dengan antusias.


"Capek dan nikmat. Capeknya itu kalau di cangkul naik turun, karena menggunakan tenaga ekstra dan menghasilkan keringat panas dingin".


"Kalau nikmatnya?".


"Kalau nikmatnya itu sudah mencapai klimaks dan berhasil mengeluarkan getahnya di dalam kebun itu".


Hahahaha.


Kedua manusia pasangan pengantin baru itu pun melewatkan malam pertama mereka dengan bersenda gurau akan hal konyol, memplesetkan kalimat mesum justru mempererat ikatan mereka. Hingga melupakan apa yang biasa di lakukan pengantin baru pada umumnya di malam pertama.


.


.


.


.


.


.


.


Hay Readers ku yang selalu setia menantikan novelku. Di part ini agak sulit Author menemukan ide, mengingat beberapa kali dapat tulisan merah dari pihak aplikasi. Karena banyak anak di bawah umur yang baca. Jadi harus pintar-pintar memilih kata yang tepat agar kaum dewasa bisa paham dan sedikit... Berhalusinasi.😄😄


Jangan lupa add Facebook Author Suharni.adhe atau IG @suharni.adhe.


Terimakasih.


Happy Reading.

__ADS_1


*Dede...


__ADS_2