Mr. Jorok Dan Mrs. Perfeksionis.

Mr. Jorok Dan Mrs. Perfeksionis.
Bab. 22. Helena Sang Mantan.


__ADS_3

Mentari tampak sangat malas untuk menampakkan dirinya di pelataran bumi hingga mendung tercipta, semendung hati dan jiwa Harfei. Bagaimana tidak, pria itu harus menerima kenyataan jika landasan istrinya tiba-tiba saja becek tanpa peringatan terlebih dahulu. Seharusnya Hazal mengetahui kapan jadwal tamu bulanannya, mungkin efek keinginan uwik-uwik yang terlalu besar sehingga ia melupakan jadwal bulanan itu.


"Mas, ayo bangun. Tadi sehabis sholat subuh kok mas tidur kembali sih?. Kata dokter itu gak baik buat kesehatan, sel tubuh manusia akan lemah saat itu". Ceramah di pagi hari sang Mrs. Perfeksionis.


"Karena kepalaku sakit sayang, bukan hanya kepala atas yang sakit, kepala bagian bawah juga sakit karena semalam menggantung". Gerutu Harfei.


"Baiklah, apapun alasan kamu yang jelasnya ayo bangun. Tadi ayah menelpon karena ada meeting penting yang harus mas hadiri. Hari ini aku juga mau ke restoran kita, aku rasa ada sedikit masalah disana". Terang Hazal sambil merapikan tempat tidur setelah suaminya itu beranjak dari tempat tidur yang berukuran sederhana.


"Mas gak perlu khawatir, aku akan menyelesaikan masalah di restoran itu. Kita kan partner". Sambil Mengaitkan jari kelingking pada suaminya.


Ya, Hazal dan Harfei bagaikan partner dalam segala hal bukan hanya sebagai sepasang suami istri. Setiap kali Harfei menemukan kesulitan, maka Hazal akan mencari solusinya dan memecahkan bersama. Begitu juga sebaliknya, jika Hazal kelelahan melakukan aktivitas di rumah, maka dengan senang hati Harfei akan memberi pijatan pada istrinya itu. Bukankah sudah seharusnya suami istri seperti itu?.


****


Setelah melakukan sarapan bersama, Hazal dan Harfei meninggalkan rumah minimalis itu ke tempat kerja masing-masing.


"Harfei, apa kamu sudah siap untuk proyek pertama mu, nak?". Tanya ayah Hazal yang baru saja masuk dalam ruangan anak menantu nya itu.


"Ia ayah. Semoga semuanya berjalan lancar. Ini proyek pertama Harfei setelah sebulan lebih belajar mengenai perusahaan ini". Dua pria beda generasi itu pun tersenyum lalu pergi menemui klien penting guna membicarakan proyek yang akan mereka tangani.


****


Di restoran minimalis, Hazal sedang memeriksa laporan keuangan yang secara tehnis tampak baik-baik saja, namun satu yang membuatnya mengganjal, mengapa uang yang berjumlah Rp. 8.000.000 tidak masuk dalam rekening pribadinya?. Harusnya uang itu sudah masuk sejak dua hari yang lalu. Lalu mengapa hal ini bisa terjadi?. Apakah telah terjadi pencucian uang di restoran ini?. Tapi siapa yang melakukannya?. Pikir Hazal.


Saat Hazal tengah bergelayut dengan pikirannya yang membingungkan, tiba-tiba saja Wawan datang membawa kabar jika ada seorang wanita cantik yang sedang mencari Harfei.


Hazal yang penasaran akan wanita cantik yang di maksud si kurus Wawan, pun akhirnya turun ke lantai satu. Wanita itu membelakangi Hazal dengan mengenakan dress berwarna biru langit dan tas mini berwarna putih.


"Maaf, Anda mencari siapa?". Tanya Hazal akhirnya memecah rasa penasarannya.

__ADS_1


Wanita itu membalikkan badannya lalu tersenyum pada Hazal sembari mengulur kan tangan.


"Helena".


Ya, Helena yang mencari Harfei. Wanita itu tiba-tiba saja muncul di restoran minimalis tersebut. Hal yang tidak di sangka wanita itu adalah, kedai sederhana milik Harfei mantan kekasihnya telah berubah menjadi bangunan minimalis dua lantai dan ramai pengunjung. Entah apa yang membuat wanita itu tiba-tiba saja muncul, hanya dia dan Tuhan yang tahu.


Keduanya pun saling bersalaman dan melempar senyum. Namun Hazal merasa ganjal akan satu hal, siapa wanita ini?.


****


Puas saling memperkenalkan diri, Helena dan Hazal pun menuju rumah kediaman mereka. Helena yang meminta agar di pertemukan dengan ibu Harfei. Alasannya cukup simpel, wanita itu ingin meminta maaf secara langsung pada ibu Harfei karena sudah menyakiti anaknya sekaligus merusak kepercayaan ibu pria tersebut.


Mobil yang di kendarai Hazal pun kini terparkir sempurnah di halaman rumah.


Dua wanita itu pun turun dari mobil sembari menapaki tangga.


"Apakah kamu menyukai pohon mangga itu?". Pertanyaan Hazal menyadarkan Helena dari lamunannya.


"Ah, dulu pohon ini tempat kesukaan ku bermain ayunan sewaktu bersama mas Harfei". Tutur Helena sambil melihat Hazal dengan tatapan datar. Menyadari perubahan garis wajah Hazal, Helena pun buru-buru mengubah topik pembicaraan merasa tidak enak hati pada istri dari mantan kekasih nya itu.


Tadi sewaktu Hazal dan Helena berkenalan di restoran, Helena menyatakan jika ia adalah mantan kekasih suaminya. Dan kedatangan nya saat ini bukanlah untuk merusak hubungan rumah tangga Hazal dan Harfei, tetapi murni karena rasa bersalah yang di pikulnya selama putus dari pria tersebut.


Hazal yang melihat adanya penyesalan di mata Helena pun akhirnya percaya dan memberinya kesempatan untuk menemui suami dan mertuanya kemudian meminta maaf pada ibu dan anak tersebut.


"Ah, maaf. Aku tidak bermaksud menyinggung masa lalu ku bersama mas Harfei. Ayo kita masuk. Ibu ada di dalam kan?". Tutur Helena dan di balas anggukan oleh Hazal.


Keduanya pun masuk dalam rumah tersebut. Satu hal lagi yang membuat Helena kagum adalah, kerapian dalam rumah tersebut sangatlah kentara. Kursi sofa di atur sedemikian rupa hingga menampilkan nuansa kekeluargaan yang kental.


Helena menarik napas berat, mungkin dia menyesal telah meninggalkan Harfei dulu dan memutuskan secara sepihak.

__ADS_1


"Helena?".


Ibu Harfei menatap tak percaya pada wanita yang pernah menyakiti anaknya itu hingga sempat frustrasi dan tak memiliki kepercayaan diri lagi hingga Lina dan Hazal mengubah semuanya.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


TBC.


Jangan lupa like, komen, dan Vote. Terimakasih.


Happy reading.


*Dede...

__ADS_1


__ADS_2