Mr. Jorok Dan Mrs. Perfeksionis.

Mr. Jorok Dan Mrs. Perfeksionis.
Bab. 26. Masalah Baru.


__ADS_3

Hari demi hari di lalui Hazal dan Harfei dengan aktivitas masing-masing, saling membantu dan saling melengkapi. Meski tak jarang drama di pagi hari terjadi. Seperti yang terjadi saat ini. Seperti biasa Hazal mengomel karena ulah suaminya yang tak pernah peduli akan kebersihan dan kerapian. Meletakan baju di sembarang tempat, kentut yang membuat asam lambung Hazal kambuh, dan terakhir jika BAB pria itu akan sengaja bersuara keras seolah menekan kotorannya.


Uuu... Uuu...


"Mas, bisa gak sih jangan bersuara begitu?. Jijik tau gak". Gerutu Hazal.


"Lagi enak nih, yang. Mas lagi konsentrasi mengeluarkan racun dalam tubuh". Ucap Harfei dari dalam kamar mandi.


"Ia, tapi gak usah juga tarik napas begitu hingga mengeluarkan suara jelek. Kepala ku sakit tau gak mendengar suara mas yang seperti orang mau melahirkan saja". Tak ada jawaban dari balik kamar mandi. Tak lama pintu kamar mandi pun terbuka dan muncullah Harfei sedang mengelus perutnya.


"Leganya perasaan". Ucap Harfei.


"Udah puas bertapa nya di dalam?". Gerutu Hazal.


"Tadinya mau melanjutkan bersemidi, tapi suaramu mengalihkan duniaku. Hehe". Hazal Memutar bola matanya merasa jengah dengan sikap suaminya itu.


Perdebatan kecil itu pun berakhir. Harfei mulai berangkat ke kantor, sedangkan Hazal hari ini tidak ingin mengunjungi restoran. Ia hanya ingin melakukan pemantauan lewat website restoran nya saja.


Di raihnya gawai miliknya, dan mengecek laporan yang masuk. Betapa terkejutnya Hazal kala melihat uang yang berjumlah Rp. 15.750.000 tertarik dari nomor rekening pribadinya. Kening wanita itu berkerut. Ini sudah yang kedua kalinya terjadi. Tidak mungkin suaminya yang melakukan itu tanpa memberitahu nya terlebih dahulu. Seperti ada yang mengganjal. Pikir Hazal.


"Siapa yang melakukan ini semua?. Wawan?. Tidak mungkin, dia sangatlah bisa di percaya. Anton?. Apa lagi dia. Dia terlalu baik untuk aku curigai. Helena?. Apa mungkin dia?". Hazal bermonolog, bermain dengan pikiran kalutnya. Wanita itu memijit pelipisnya, ia benar-benar bingung akan masalah ini.


"Aku harus menyelidiki semuanya. Apa aku harus memberitahu mas Harfei?. Ah, tidak-tidak. Sebaiknya aku selesaikan sendiri dulu". Ucap Hazal bermonolog.


Hazal pun memutuskan untuk pergi ke restoran. Wanita itu memacu mobilnya dengan kecepatan tinggi, hingga hanya butuh waktu 15 menit wanita itu telah sampai tempat tujuan nya.


Berjalan cepat hingga sampai ke lantai atas.


"Wawan, ke ruangan saya sekarang". Titah Hazal. Wawan pun mengikuti langkah Hazal hingga sampai ke ruangan nya.

__ADS_1


"Duduk". Titah Hazal.


"Ada apa mba?". Tanya Wawan, ia melihat sesuatu yang berbeda dari wajah Hazal. Wanita itu biasanya akan bersikap hangat pada siapa saja, tapi tidak saat ini wajah itu tampak menyimpan sesuatu.


"Wawan, siapa saja yang memasuki ruangan saya selama saya tidak ada?". Tanya Hazal.


"Saya dan Helena mba. Kami membersihkan tempat ini karena sudah seminggu mba Hazal tidak masuk. Jadi saya putuskan untuk membersihkan ruangan ini dan mengajak Helena untuk membantu saya". Ucap Wawan.


"Apa ada yang salah mba?". Lanjutnya kemudian.


"Wawan, apa kamu tahu yang baru saja kamu lakukan?. Itu melanggar privasi saya. Kamu tidak tahu seberapa meruginya saya karena kecerobohan kamu itu!". Tanpa memberitahu alasan kegusaran nya, Hazal memarahi Wawan yang masih setia dengan kebingungan nya.


"Tapi salah saya apa mba?. Bukankah sudah biasa saya membersihkan ruangan ini?. Kenapa sekarang mba jadi marah-marah?". Tanya Wawan dengan kening berkerut.


"Maafkan aku Wawan. Aku hanya kalut saja. Aku pikir ada seseorang yang sengaja ingin menjatuhkan restoran ini. Aku harap kamu jangan mengajak siapapun ketika kamu ingin membersihkan ruangan ku".


"Tapi mba, Helena itu wanita baik. Dia gak mungkin melakukan hal buruk sama mba Hazal. Ya... Meskipun kadang sikapnya suka aneh sih mba. Kadang dia murung, kadang juga nggak". Ucap Wawan sambil tertunduk.


"Iya mba. Nanti kalau ada apa-apa saya akan memberitahu mba Hazal". Ucap Wawan akhirnya dan meninggalkan Hazal dalam ruangannya itu.


Hazal memijit pelipisnya, merasa pusing dengan masalah yang baru saja muncul. Tidak ingin terburu-buru berspekulasi, tapi bukan berarti Hazal akan berdiam diri. Hari ini mungkin uang yang berada di rekeningnya yang di tarik, tapi bisa jadi target selanjutnya adalah restoran itu.


"Ini tidak boleh terjadi". Ucap Hazal.


****


Sementara di kantor, Harfei tengah sibuk mengerjakan laporan yang akan di berikan pada ayah mertuanya, tiba-tiba saja sekretarisnya yang bernama Meli masuk dan memberikan sebuah paket berwarna coklat.


"Apa ini Mel?". Tanya Harfei.

__ADS_1


"Saya juga tidak tahu pak. Tadi ada kurir yang mengantarkan paket ini khusus untuk bapak. Kalau tidak ada lagi saya permisi pak". Ucap Meli, dan wanita itupun keluar dari ruangan menyisakan Harfei yang sedang bertanya-tanya.


"Dari siapa ini?. Tidak ada namanya". Harfei membuka paket tersebut, dan betapa terkejutnya pria itu kala melihat foto-foto istrinya bersama pria yang tidak asing duduk berdua di sebuah Hotel.


"Apa-apaan ini?". Harfei meraih salah satu foto itu dan meremasnya. Ada desiran panas dalam hati pria tampan itu. Melihat istri yang di cintainya dengan sepenuh hati berada di hotel bersama pria lain yang tak lain adalah mantan kekasih dari istrinya tersebut.


David. Ya, pria yang bersama Hazal di hotel adalah David. Meski hubungan keduanya telah berakhir dan berawal dari kebohongan, tapi tetap saja, hati pria itu panas terbakar cemburu. Akan tetapi ia tidak ingin buru-buru berpikiran negatif yang berujung dengan pertengkaran tak berguna. Jadi pria itu putuskan akan menyimpan semua foto-foto itu di laci meja kerjanya.


Sebelum menutup paket itu, Harfei melihat sebuah kertas, dan berisi tulisan,


'Lihatlah bagaimana istri kesayangan mu itu menghabiskan waktu berdua bersama mantan kekasihnya ketika kamu sedang berada di kantor membantu ayahnya. Sungguh miris'.


Harfei meremas kertas itu sambil mengeraskan rahangnya, ia benar-benar marah akan tulisan itu. Sedikit lagi ia akan termakan hasutan, namun ingatan akan ketulusanku cinta istrinya mengalahkan amarahnya. Untuk saat ini Harfei masih bisa mengendalikan emosinya dengan baik, tapi tak ada jaminan jika kedepannya akan lebih dari ini.


Kira-kira siapa ya geng yang mengirimkan paket itu?. Pecinta Hazal dan Harfei jangan lupa, komen, like, dan juga vote.


.


.


.


.


.


.


.

__ADS_1


TBC.


__ADS_2