Mr. Jorok Dan Mrs. Perfeksionis.

Mr. Jorok Dan Mrs. Perfeksionis.
Bab. 12. Putus.


__ADS_3

Di taman, Sonia dan Hazal serta Anton sedang berolahraga seperti biasa.


"Anton, gimana perkembangan usaha Harfei?". Tanya Hazal.


"Lumayan lah. Banyak pesanan online yang membuatku sedikit kewalahan". Jawab Anton.


"Kalau Harfei sudah membuka cabang di tempat lain, kamu akan semakin kewalahan, Ton". Tambah Sonia.


"Ya, kalau. Asal Harfei tetap mampu mempertahankan eksistensi usahanya. Jika dia mampu bersaing dengan pedagang lainnya bukan tidak mungkin dia akan menembus pasar internasional". Terang Anton sambil menerawang jauh seolah Harfei adalah pengusaha besar.


"Itu terawang nya terlalu kejauhan, Ton. Mainnya yang deket-deket aja, main kota dulu, baru nasional, terakhir internasional. Kalau nasional belum tembus, mainnya ke desa aja deh. Hahaha". Gurau Hazal, dan ketiganya pun tertawa bersama.


"Oh, iya. Bagaimana kabar David, Zal?. Kalian baik-baik saja kan?". Tanya Sonia.


"Siapa David?". Anton yang baru saja pulang dari luar negeri tidak tahu menahu tentang Hazal yang memiliki kekasih bernama David. Selama 5 bulan bekerja pada Harfei dan bertemu Hazal di tempat itu, ia tidak pernah melihat sosok David yang di maksud Sonia untuk sekedar menemui Hazal.


"David pacar Hazal". Jawab Sonia.


"Kamu sudah punya pacar?. Aku pikir kamu sukanya sama Harfei". Anton menyangsikan hubungan Hazal dan David yang tidak pernah di lihatnya kemanapun, interaksi antara Hazal dan Harfei membuat pria berdarah Manado itu berspekulasi bahwa sahabat wanita nya itu menaruh hati pada pria yang merupakan bosnya saat ini.


"Sebenarnya Hazal suka sama Harfei, hanya saja dia malu-malu gajah untuk mengakui nya". Balas Sonia sambil mendaratkan tubuhnya di kursi taman.


"Emang ada malu-malu gajah?". Tanya Anton dengan kening berkerut.


"Ada, tuh buktinya Hazal. Kalau malu-malu kucing, bentuknya kecil. Sedangkan malu-malu gajah artinya malunya besar. Haha".


"Sialan". Hazal mendorong pelan kepala sahabatnya itu.


"Aku memang kagum sama sosok Harfei yang pekerja keras. Ia sih dia sedikit aneh dengan style nya. Hanya saja, mungkin itu adalah ciri khas dia. Atau bisa jadi dia tidak mau menjadi orang lain dengan mengubah style nya. Itulah yang membuatku jatuh hati padanya". Kejujuran Hazal keluar begitu saja dari mulut manisnya.


"Tuh, kan bener kamu cinta sama Harfei". Kata Sonia.


"Tapi kan ada Lina".


"Lalu bagaimana dengan ku?". Suara yang begitu familiar terdengar menakutkan di telinga Hazal, Sonia kecuali Anton.


"David...".

__ADS_1


Ya, David berdiri di belakang Hazal dan juga kedua sahabatnya tanpa mereka ketahui sebelumnya. Bahkan David juga mendengar semua ucapan Hazal dan teman-temannya. Hati pria itu berubah menjadi panas, seperti ada gejolak yang berkobar di dalam sana. Namun sebisa mungkin ia menahan.


"S--sejak kapan k--kamu disini?". Hazal tampak gugup akan keberadaan David yang baru di sadarinya.


"Sejak kamu dan kedua sahabat mu ini memuji Harfei setinggi langit". Jawab David dengan ekspresi datar. Namun wajah datar yang di tunjukan nya itu justru membuat hati Hazal gusar, ia benar-benar tidak siap jika harus di bentak oleh David di depan kedua sahabatnya. Hazal menelan salavi nya dengan susah payah. Sementara Sonia dan Anton menundukkan kepalanya merasa tidak ingin ikut campur urusan Hazal dan David.


"Maaf kan aku". Ucap Hazal setelah beberapa saat diam.


"Untuk?".


"Aku tahu aku salah, aku memulai hubungan kita dengan kebohongan. Sejak awal aku tidak pernah mencintai mu, aku hanya memanfaatkan mu untuk kepentingan pribadi ku. Sekali lagi maafkan aku". Tutur Hazal penuh sesal. Kepala wanita itu tertunduk, ia tak berani menatap mata David.


"Aku tau".


"Ha?".


Hazal mengangkat kepalanya untuk melihat David dan berusaha mencerna dua kata sederhana yang di ucapkan pria tersebut.


"Kamu tau apa?".


"Aku tau sejak awal kamu tidak menerimaku dengan sepenuh hatimu. Aku tidak pernah melihat cinta di matamu untukku. Setiap kali bersamaku, entah dimana hati dan pikiran mu berlabuh. Jiwa mu seperti tertinggal di tempat lain". David tersenyum melihat wajah bersalah Hazal padanya.


"Maafkan aku. Sungguh maafkan aku". Guratan penyesalan sangat terlihat di wajah Hazal. Ia tidak menyangka bahwa perbuatannya akan menyakiti hati pria sebaik David. Selama bersama David, pria itu selalu sabar menunggu jawaban Hazal atas lamaran yang di lakukan nya, namun wanita itu lagi-lagi menolak lamaran yang sudah terjadi untuk kesekian kalinya.


"Aku tidak suka di kasihani Hazal. Lagi pula siapa yang marah pada mu?". David berusaha untuk menghilangkan rasa penyesalan di hati Hazal dengan sedikit menggodanya.


"Lalu kalau tidak marah, terus apa?". Tanya Hazal dengan polosnya.


"Kalau tidak marah ya cemburu. Aku cemburu tau sama pria jorok itu. Lagi pula apa kurang nya aku?. Aku kaya, pinter, dan juga lebih... perfeksionis". Tutur David dengan suara angkuh yang di buat-buat.


"Aku menyukai apa yang tidak bisa dilihat orang lain dalam diri Harfei, dan aku tidak melihat itu dalam dirimu". Jawaban yang spontan di keluarkan Hazal membuat David tersenyum penuh maksud.


"Itu artinya cinta. Dasar payah". David menyentil kening Hazal yang begitu polos dalam mengartikan perasaannya sendiri.


"Awww".


"Apa otak mu sudah mulai kembali di tempat nya dan sadar akan perasaan mu sendiri?". Cibir David.

__ADS_1


"Otak ku gak pernah kemana-mana, cuma sedikit geser aja. Hehe".


"Pantesan kamu selalu gagal paham dengan cinta mu pada Harfei". Timpal Sonia yang sedari tadi diam bersama Anton.


"Ikutan bicara gue begal lo. Maksudnya begal hati lo. Haha". Ada kelegaan di hati Hazal ketika mengetahui fakta bahwa David tidak marah ataupun menyimpan dendam padanya. Pria itu justru memaafkan dirinya yang sudah salah sejak awal.


"Tapi kita masih bisa berteman kan?". Tanya Hazal. Meski telah putus, tapi wanita itu tidak mau menjadi musuh David, ia menawarkan persahabatan pada mantan kekasihnya itu.


"Boleh. Kalau tidak bisa jadi pacar kamu, jadi teman pun tak masalah. Hehe".


Hazal dan David bersalaman sambil tersenyum. Ribuan kata syukur dan juga Terimakasih terucapkan dalam hati Hazal untuk David. Melalui pria itu ia bisa mengenal perasaannya selama ini pada Harfei. Ternyata ia bukan hanya menyukai sosok pria yang di anggapnya jorok itu, melainkan... Cinta.


Ya, Hazal berani mengartikan itu sebagai cinta. Anggap saja waktunya terlalu cepat untuk jatuh cinta bagi Hazal. Namun bukankah cinta itu buta?. Kadang kotoran ayam di sangka coklat.😁


kalau cinta itu tidak buta, maka tidak akan ada pelakor dimana-mana. 😄


.


.


.


.


.


.


.


.


Hay Readers yang Budiman. Jika kalian menyukai cerita Hazal dan Harfei, tinggal kan jejak kalian ya. jangan lupa like, komen, dan vote serta beri bintang juga ya. Terimakasih.


Add Facebook author yang bernama Suharni.adhe. atau follow IG aku Suharni.adhe.


Happy Reading 😊.

__ADS_1


*Dede...


__ADS_2