Mr. Jorok Dan Mrs. Perfeksionis.

Mr. Jorok Dan Mrs. Perfeksionis.
Bab. 2. Hazal Sang Pelanggan Tetap.


__ADS_3

Hari berganti Minggu, dan Minggu berganti Bulan. Saat ini tepat satu Bulan Hazal menjadi pelanggan tetap di kedai sate ayam Harfei. Tidak ada yang istimewa dari hubungan keduanya, bahkan Hazal di buat kesal karena sikap tak perduli Harfei akan kebersihan. Secara fisik tidak ada yang kurang dari pria berwajah tampan itu, namun kadang penampilan yang suka acak-acakan membuat Hazal sang Mrs. Perfeksionis merasa tidak suka melihat Abang sate tersebut.


Lain halnya dengan Harfei, meski tak suka pada Hazal yang sangat cerewet, namun ia merasa puas jika Hazal kesal atau menunjukan wajah cemberut nya. Secara fisik Hazal memang tampak biasa-biasa saja, namun sikapnya yang perfeksionis membuat pria bermata coklat itu merasa ada yang istimewa dari wanita yang telah menjadi pelanggan tetapnya tersebut.


"Coba deh, menu lauknya di tambah apa ke. Misal, bakso, sop buntut, ikan bakar, dan... bebek panggang". Tutur Alea dengan wajah yang di tekuk ke atas seolah membayangkan semua menu yang di sebutkan nya tadi.


"Ini khusus kedai sate ayam, bukan makanan campur sari". Timpal Harfei sambil menyiapkan menu pesanan Hazal.


"Ya, kali aja kamu mau. Aku kan cuma beri saran doang. Gak usah ngegas juga kali"


"Masalahnya intonasi dari suaramu itu lebih tepatnya memerintah bukan sekedar memberi saran doang".


Hazal Memutar bola matanya merasa jengah.


Tak memperdulikan ucapan Harfei, wanita itu pun menyantap makanan pesanannya dengan lahap hingga tak tersisa.


Melihat Hazal yang memakan sate buatannya dengan lahap, membuat Harfei menelan salavi nya.


"Apa kamu tidak di beri makan sama majikan mu di rumah?. Makan kok belepotan kaya anak kecil gitu". Tutur Harfei tanpa menyadari tangannya mengusap bumbu yang sedikit menempel pada sudut bibir wanita tersebut. Mendapat perlakuan manis yang secara tiba-tiba oleh Harfei membuat keduanya saling menatap sesaat, hingga suara deheman menyadarkan keduanya.


"Ehem, cie... yang lagi mesra-mesranya. Membuat jiwa jomloh ku meronta-ronta". Tutur Wawan. Ya, tadinya pria itu ingin memberitahuku pada Harfei jika bahan persiapan sate telah berkurang, namun dia justru menyaksikan dua pasang manusia yang seperti di landah asmara. Harfei pun sontak melepas tangannya dari wajah Hazal. Keduanya pun salah tingkah. Terlebih lagi wajah Hazal yang berubah menjadi merah karena malu.


"Kamu mau saya pecat Wan?". Tutur Harfei dengan mata memelototi karyawan satu-satunya tersebut hingga pria bertubuh kurus itu pun tersenyum kikuk


"Hehe, tidak bang".


"Ya sudah, lanjut kerja sana". Titah Harfei, Wawan pun meninggalkan bosnya tersebut hingga melupakan tujuannya.


"Lain kali jangan di ulang ya?". Tutur Hazal sambil meraih tasnya yang di letakan di atas meja.


"Saya kan gak sengaja".


"Bilang saja kalo suka". Gumam Harfei dengan suara pelan namun masih bisa di dengar oleh wanita yang hampir saja pergi itu,


"Apa kamu bilang?". Tanya Hazal dengan mata penuh selidik.

__ADS_1


"Gak ada. Aku cuma bilang kalo makan pelan-pelan". Ucap Harfei santai,


"Ck, aku masih bisa mendengar suara kamu tau!".


"Baguslah, paling tidak telinga kamu itu masih berfungsi, gak kaya otak mu itu. Datang makan disini kok pamer dalaman". Cibir Harfei dengan santainya, membuat Hazal semakin kesal dan penuh tanya.


"Apa maksud kamu?. Siapa yang pamer dalaman?".


"Tuh, kancing baju kamu kebuka".


DEG...


Hazal yang merasa kaget pun sontak menengok bajunya yang terbuka lalu dengan cepat wanita itu menutup dadanya dengan kedua tangan lalu membelakangi Harfei guna membenarkan kancing baju yang sempat terbuka tadi. Sumpah demi apapun Hazal sangat malu. Jika ia bisa memiliki ilmu Kanuragan untuk menghilang maka saat ini juga ia akan menghilang atau minimal ia melebur kan dirinya hingga menjadi partikel debu agar pria yang di anggapnya mesum itu tidak melihat wajahnya yang merah merona bagai udang rebus karena malu.


"Ehem. Lain kali kalau mau menggoda tuh yang bener". Penuturan Harfei sontak membuat Alea memalingkan wajahnya untuk menatap wajah pria yang sungguh menyebalkan itu, namun Harfei justru di buat gemas dengan rona merah di wajah Hazal.


"Dasar pria mesum". Hazal meninggalkan Harfei dengan perasan marah sekaligus... malu.


"Hahahaha. Hazal, kamu sungguh lucu". Harfei akhirnya melepaskan tawanya yang sedari tadi di tahan.


Di kantor, Hazal baru saja mendaratkan tubuhnya di kursi kebesaran nya, kini kedatangan sahabat sekaligus rekan kerjanya, yaitu Sonia.


"Kenapa tuh muka?. Kok kecut banget, sudah seperti mangga muda saja". Tanya Sonia sambil menduduki kursi sofa dalam ruang kerja Hazal.


"Tau ah kesel gue sama pedagang sate di depan situ".


"Harfei maksud lo?"


"Kok lo tau sih?, apa jangan-jangan---". Tanya Hazal dengan kening berkerut dalam hampir menyatu.


"Yap, dia pria yang gue ceritain kemarin sama lo. Cakep kan?". Ya, kemarin Sonia makan siang di kedai milik Harfei bersama Nabila salah satu karyawan di perusahaan tempat mereka bekerja. Awalnya Sonia ingin mengajak Hazal, namun karena memiliki banyak pekerjaan menyebabkan Hazal tidak ikut. Dan saat itulah Sonia untuk pertama kalinya melihat Harfei dan langsung mengagumi sosok tampan pria tersebut.


"Ganteng apanya?. Jorok kaya gitu". Cibir Hazal, ia merasa tak terima jika Harfei di katakan gagah namun jorok.


"Mata lo tuh yang jorok, cowok ganteng kaya gitu di bilang jorok. Emang gaya lo aja yang terlalu perfeksionis, semua orang di bilang jorok. Ekspetasi lo tuh yang terlalu tinggi". Tutur Sonia yang merasa kesal pada sahabat yang menurutnya sangat menyebalkan itu.

__ADS_1


"Kalo secara fisik sih memang ganteng, cuma gue gak suka aja brewokan, terus rambut acak-acakan, bikin gue merinding".


"Lo lagi bayangin di kecup sama pria itu ya sampai lo merasa merinding?. Secara kan bulu-bulu di wajahnya itu pasti sangat menggoda kalo kena kulit". Jawab Sonia secara sarkatis, wanita itu pun membayangkan jika cambang Harfei bersentuhan dengan pipi sahabatnya. Hazal yang merasa kesal pun melemparkan pena pada Sonia.


"Sialan lo. Emang lo pikir gue cewek apaan?".


'Ia juga sih, pasti rasanya sangat menggelikan kalo wajah brewoknya itu kena ke pipi gue'.


Tutur Hazal dalam hati sambil tersenyum. Tanpa ia sadari hatinya menghangat ketika membayangkan wajah Harfei.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


TBC.


Jangan lupa like dan vote ya. Terimakasih.


Happy Reading 😊.


*Dede...

__ADS_1


__ADS_2