Mr. Lawyer Fatal Attraction

Mr. Lawyer Fatal Attraction
Part 10. Flying Around 2


__ADS_3

Dia yang mengundang dan harus menyambut tamu. Baiklah, sebentar saja...


"Alton, terima kasih sudah datang." Victor menyambutnya dan dia melihatku di sampingnya. Dia mengabaikanku, aku pun akan mengabaikannya.


"Aku tak lama di sini, aku akan pergi sebentar lagi."


Ohhh, pergi cepat. Sayang bit*ch ini hanya punya sedikit kesempatan memamerkan gaun nudenya.


"Oh baiklah, bagaimanapun terima kasih sudah datang." Victor hanya sebentar seperti katanya, aku hampir menghela napas lega. Setidaknya level emosiku masih normal.


"Rupanya Allison jadi kekasihmu sekarang." Bibir terkut"uk Joan mengeluarkan suara. Tapi ternyata bitc*h tetaplah menjadi bitc*h.


"Kau punya komentar soal siapa yang menjadi kekasihku Joan?"

__ADS_1


"Aku hanya ingin memberi selamat untuk kalian berdua." Sudah lewat sebulan lebih dari kejadian di Miami dan dia masih berpikir untuk menyinggungku. Aku maju ke depannya. Bukan sifatku untuk membiarkan bitc*h ini menang. Aku berbisik pada di telinga Joan.


"Aku juga ingin memberi selamat untukmu. Bilang pada kekasihmu dia masih punya banyak hutang padaku. Ingatkan dia untuk membayar...atau masalahnya lebih besar lagi. Bilang padanya kali ini tak ada penundaan pembayaran, itu karena kau sudah berani menyinggungku, mungkin kau harus membantunya agar dia tidak bangkrut membayarku, lagipula dia sudah tidak bekerja lagi di Gensler sekarang, dia memakai tubu*hmu untuk pelepa*san secara gratis bukan sekarang, kau bangga dengan itu? kasihan sekali kau, bit*ch tetaplah bit*ch, dasar mur*ahan..."


Aku sekarang tersenyum kecil melihat wajahnya dipenuhi kejutan.


"Lain kali jaga mulutmu, kau tak tahu siapa yang kau singgung. Levelmu belum sampai untuk bisa menyinggungku Joan." Aku melihat kepada Mason. "Akan kubilang pada pengacaraku tak ada penundaan pembayaran kedua, akan kuseret kau karena bitc*h ini berani mengomentariku."


"Victor, aku keluar dulu sebentar oke."


Aku tidak akan menelepon Sir Xavier tentu saja, aku hanya ingin membalas Joan.


Aku berjalan lurus keluar dari ruangan ballroom hotel, meninggalkan Victor yang masih harus menerima tamu. Mom pasti masih bersama teman-temannya jadi aku duduk di restoran hotel dan memesan minuman, fokus pada ponselku.

__ADS_1


"Ohh ternyata benar Nona Allison duduk sendirian di sini?" Astaga siapa lagi yang menggangu ketenanganku. Aku mendongak dan menemukan seseorang pria.


"Richard Caine."


Mantan pacar, yang ini sudah lama putus mungkin di awal masa bekerja, sudah delapan atau sembilan tahun yang lalu kurasa. Yang ini karena dia saat itu terlalu sibuk, fokus ke karier dan hubungan kami saat itu terlalu dipenuhi oleh ego masing-masing. Tak ada dari kami yang berniat serius saat itu, dan itu hubungan yang singkat hanya beberapa bulan kurasa.


"Kau sedang menunggu seseorang? Lama sekali kita tidak bertemu? Bagaimana kabarmu?"


"Aku baik, kau terlihat hebat. Tidak, Ibuku sedang ada di ballroom untuk pesta pernikahan seorang kenalan."


"Boleh aku duduk?" Dia satu profesi dengan Alton, arsitek, bedanya dia tidak bekerja di Gensler. Tapi dia arsitek muda yang punya nama di Perkins and Will. Setelah putus aku tak tahu lagi kabar darinya.


"Iya tentu?"

__ADS_1


"Kudengar kau bekerja di Paris? Kejutan menemuimu di sini." Dia masih mengikuti kabarku rupanya.


"Iya, Paris hanya membantu setting kantor baru. Ada kolega bekerja sama dengan kami. Aku membantu sekitar setahun, tapi tetap saja aku bolak-balik NY Paris jika ada klien."


__ADS_2