
Tapi kemudian David Montgomery melakukannya sendiri karena dia punya kesempatan. Tender yang melibatkan wanita itu ternyata bisa dimenangkan oleh Allison. Dan dari sana dia punya kesempatan menggodanya.
Saat itu David Montgomery ingin membuktikan sendiri apa yang dikatakan Xavier, walaupun Xavier tidak pernah meminta David melakukannya.
"Aku mengajaknya kencan, kau benar dia tak menanggapiku. Padahal aku sudah mengeluarkan kemampuanku pada dua kali makan siang dan makan malam bisnis terselubung, aku bahkan mengirimkannya bunga tulip untuk mengajaknya makan malam. Kau benar, dia tak tergerak sama sekali." Tapi kemudian Xavier juga tidak keberatan ketika mendengar hasilnya, Xavier pikir itu membuktikan sesuatu.
"Sudah kubilang padamu. Kau tak akan berhasil dengan jurusmu dengan seorang Allison Austin. Kau boleh mencoba, aku membebaskanmu
"Kau tahu apa katanya?"
"Apa?"
"Dia bilang dia sudah punya kekasih. Kalian sudah jadian?"
Belum, sudah kubilang aku tak punya keberanian, walau aku menyukainya, jika Tuan Lyold Austin tahu mungkin dia akan membunuhku berani menyentuh putrinya... Tapi aku tak menyangka dia bilang sudah punya kekasih. Dan dia setia pada kekasihnya. Benarkah dia bilang begitu?"
"Dia sudah menganggapmu kekasihnya brothers. Kau hebat, apa yang kau lakukan sampai dia sudah menyerah duluan padamu, tanpa syarat."
Itulah yang membuat Xavier tergerak untuk memberi mereka kesempatan untuk maju. Menerima ajakan kencan Allison, dan hubungan mereka menjadi teman dekat. Walaupun dia masih belum berani mengakui Allison kekasihnya, tidak, sampai dia memperoleh izin Lyold Austin.
Tapi sekarang dia benar-benar mengacau ketika malam ini percakapan mereka terdengar oleh Allison.
__ADS_1
"Bro? Dia pergi. Apa kau berhasil menjelaskan padanya."
"Dia sudah salah paham, dia menganggap aku keterlaluan dan tidak punya perasaan padanya karena aku membiarkanmu mengajaknya kencan. Aku benar-benar mengacau kali ini. Kali ini dia akan membunuhku." Jika dia tidak berhasil menjelaskan kebenaran pada Allison bukan hanya hubungan pribadinya yang berantakan tapi dia juga kariernya akan terancam. Allison tak akan membiarkan orang yang sudah menyakitinya hidup dengan mudah seperti yang terjadi pada Alton Mason.
"Besok aku akan bicara padanya. Malam ini dia masih marah, kau mengejarnya pun dia tak akan mendengarmu. Besok aku pergi sendiri ke kantornya, akan kujelaskan padanya. Kau jangan khawatir, jika dia tidak mau bertemu denganmu, dia harus bertemu denganku untuk mendapatkan uangnya."
"Sial! Padahal aku baru akan bertemu dengan Sir Austin minggu depan. Jika dia mendengar dari sisi Allison aku yakin dia akan membunuhku."
"Kau lebih baik berusaha meneleponnya dan mengirimkannya pesan. Tapi kita akan memperbaikinya besok pagi. Oke, jangan khawatir aku akan menjelaskan semua ini. Dia mencintaimu dia akan mendengarkan." David Montgomery berusaha menenangkan temannya itu.
"Terima kasih Dav, ..."
"Aku akan ke apartmentnya. Dia pasti menangis karena aku. Terima kasih Dav."
"Cobalah tidak terlalu memaksanya. Kau tahu wanita, mereka perlu menenangkan diri sendiri dulu sebelum bisa mendengarkan orang lain."
David pergi dan Xavier mengecek Allison di apartmentnya. Dia mencoba menelepon Allison tapi bisa di duga Allison tidak mau menerima teleponnya sama sekali atau membaca pesannya.
Allison masih terpukul dengan kenyataan bahwa Xavier tak tersinggung sedikitpun David menggodanya. Sudut pandang pria dan wanita berbeda. Dia merasa dia bisa mempercayai Xavier tapi lagi-lagi dia dikecewakan.
__ADS_1
Malam itu berakhir panjang dengan tangisan kecewa sampai akhirnya dia kelelahan. Dia melihat serentetan pesan Xavier, tapi dia tak ingin membacanya.
"Al? Kau baik-baik saja?" Bekas menangis semalam bukan hal yang mudah ditutupi, dan itu menyebabkan William heran melihat Allison murung.
"Tidak, aku tidak baik-baik saja." Moodnya sekali lagi berada di level terendah sekarang.
"Ada apa? Cerita padaku."
Dan sekarang Allison menceritakan apa yang terjadi untuk meringankan beban hatinya pada William.
"Jika dia datang ke sini aku akan menghajarnya. Dia memang perlu diberi pelajaran. Tenang saja aku tak akan biarkan dia macam-macam denganmu. Coba saja dia berani datang ke sini." William sepupunya itu adalah pembelanya, dia tak akan membiarkan adik sepupunya diremehkan begitu saja. Dari cerita yang didengarnya dari adik sepupunya itu, Xavier memang pantas dihajar.
Allison masih tidak bisa berkonsentrasi bekerja karena badmood. Dia membuka kotak pesannya ada penjelasan panjang Xavier di sana. Setengahnya dia merasa tak percaya lagi pada semua yang ditulis Xavier.
Dia mengabaikan dan mencoba fokus ke layar di hadapannya lagi. Beberapa kali Xavier menelepon dia hanya mengabaikannya.
"Nona, ada Tuan David Montgomery ingin menemui Anda." David datang untuk menjernihkan isi pembicaraan mereka semalam. Sementara Allison malas mendengar alasan apapun lagi.
"Bilang padanya aku sedang meeting lama sampai sore." Assistennya menyampaikan ke front office.
"Maaf Tuan, Nona Allison sedang ada meeting internal yang tak bisa di tunda." Dan front office menyampaikan apa yang di sampaikan oleh assistennya.
__ADS_1
Tapi David Montgomery sudah tahu bagaimana menjawab penolakan langsung itu.
"Bilang pada bossmu, jika dia tidak menemuiku dalam 20 menit. Pembayaran tahap pertama kupending. Pilihan dia mau menemuiku atau tidak. Aku hanya perlu 30 menit waktu untuk bicara."