
"Selamat siang Sir." Aku menyapa sumber inspirasiku itu, sekarang walaupun dia memakai jas hitam, tapi dia memakai kemeja berwarna maroon. Tapi tetap saja ada kalung emas di lehernya, gaya eksentrik dan flamboyannya masih sama.
Satu orang lagi belum pernah kulihat, dia lebih muda. Tapi ada garis wajah orang ini padanya. Jangan-jangan mereka ada hubungan keluarga, walau nama keluarganya berbeda.
"Selamat siang Nona Allison, sihlakan duduk." Dia tersenyum ramah padaku.
"Terima kasih Sir." Aku duduk dengan jantung berdebar-debar menunggu pengumuman resminya sekarang.
"Kau tahu kenapa kau di sini."
"Kuharap untuk berita bagus Sir."
"Aku sangat menyukai desainmu. Megah, mewah, dan warnanya sangat hidup. Walaupun yang lain ada yang menyukai desain lain, aku tetap membelamu." Aku tersenyum lebar sekarang. Rupanya pertaruhanku tidak sia-sia.
"Saya senang Anda menyukainya Sir."
"Kau melihatku bukan, kau punya keahlian membaca selera orang yang bagus dan nampaknya kau menargetkanku untuk meloloskanmu..."
__ADS_1
"Design adalah bagaimana mempresentasikan diri klien ke dalam ruangannya Sir. Saya hanya menjalankan prinsip yang semua design interior pakai. Tapi iya saya memang bertaruh kepada Anda, karena saya firma paling tak diunggulkan di sini, nothing to lose bagi saya. Terima kasih sudah memperjuangkan saya, saya tak akan mengecewakan Anda, daya akan mengerjakan proyek ini sebaik-baiknya."
"Gadis ini hebat, bukan begitu David. Dia mengalahkan semua pria tua di luar sana dengan cerdas."
"Paman, kau yang dikalahkannya." Pria yang dipanggil David itu terang-terangan mencela Pamannya tapi yang dicela malah tertawa dengan keras. Jadi ini Pamannya, dia semacam memegang jabatan di sini.
"Aku David Montgomery, Tuan Hansen adalah pamanku, tapi aku yang akan mengawasi kalian. Aku mendukungmu seperti Paman, ruangan Deluxe yang kau buat sesuai dengan permintaan kami disamping kau memenangkannya dengan desain lobby yang langsung menarik baginya. Tapi kita akan bicara lagi detail yang kupikir aku ingin tambahkan."
"Tentu saja Sir, kami akan mengerjakan sesuai dengan spesifikasi yang Anda inginkan. Proyek ini masih di tahap awal."
"Ahhh tapi jangan merubah design lobbynya. Itu luar biasa. Kau menang karena itu kalau dia mau merubahnya kau harus memberitahuku. Sihlakan kalian rubah ruangan lain tapi jelas lobby tidak termasuk yang kalian bisa ubah. Kau mengerti Nona Austin."
"Bagus-bagus. Aku ke sini hanya untuk memberimu selamat. Kalau begitu kau uruslah dengan David detailnya. Aku menunggu kabar dari kalian."
"Terima kasih Sir."
__ADS_1
"Bersemangatlah, aku tak sabar menunggu semuanya selesai sekarang." Paman tua itu pergi aku sekarang menghadap ke David. Iblis tampan lainnya, yang ini levelnya bahkan bisa disamakan dengan Alton. Entah dengan kelakuannya, mungkin dengan modalsangat cukup seperti ini hasilnya akan sama saja.
"Nona Austin, seperti yang Pamanku katakan aku tidak punya hak untuk mengubah lobby tapi aku ingin mengatur biaya dan perubahan untuk kamar-kamarnya nanti. Tapi timku sedang menyusin detailnya, bisa kita bicarakan besok."
"Bisa Sir." Ini proyek dengan nilai yang terbesar yang pernah kutangani. Tak ada waktupun harus diadakan.
"Kalau begitu kita bertemu besok pagi jam 10 untuk meeting?"
"Jam 10. Tentu saja Sir."
"Selamat untuk proyeknya Nona Austin. Kedepan masih panjang, kuharap kita bisa bekerjasama dengan baik. Besok kita akan merundingkan termin pembayaran proyek juga jadi sihlakan siapkan draft kontrakmu."
"Baik Sir."
"Selamat atas kemenangannya. Mari lakukan yang terbaik Allison." Dia menjabat tanganku
"Yang terbaik Sir Montgomery. "
__ADS_1
Aku segera harua menelepon Paman. Proyek luar biasa ini harus sukses.