
"Nona ada dua kiriman bunga dari Tuan Eugene Levy dan Victor Garber." Dua bunga satu mawar orange, satu mawar merah dibawa oleh Ellie housekeeper yang menjaga kondominiumku di Manhattan
"Taruh saja di ruang tengah masukkan ke pot Ellie."
"Kartunya Nona." Dua buah kartu di serahkan kepadaku yang kuterima dengan enggan. Kubuka dengan malas.
"Good Morning Sunshine, apa kau baik hari ini. Bagaimana kalau makan malam, kapanpun kau mau aku siap." Aku membuka satu lagi.
"Rembulanku, Matahariku. Telepon aku karena tanpa teleponmu langitku tertutup awan."
"Yang terakhir bagus Nona, mawarnya peach, lebih kreatif." Aku tersenyum pada Ellie. "Mawar ini bagus sekali." Aku melihat mawar itu dan merasa kehilangan minat, aku tidak merasakan kesenangan apapun, belakangan aku sadar karena aku selalu berpikir mereka melihatku karena aku adalah putri Lyold Austin.
Aku bukan orang yang sangat cantik, sehingga membuat orang berpaling padaku. Aku malah mungkin sedikit menyebalkan karena terbiasa bersikap terus terang tanpa takut. Jadi aku sekarang berpikir pria-pria itu mereka melihatku seperti kartu jaminan masa depan.
Mungkin hanya perasaanku, mungkin 50%nya benar. Entahlah. Berlainan dengan rencanaku untuk mencari kencan membalas Mason, aku malah tak ingin punya hubungan dengan siapapun yang tahu siapa aku.
Aku melihat skema design yang sudah selesai kukerjakan, ini akhir pekan apa Mr. Civil ada di Westbury, aku bisa membahas ini dengannya, setelah dua minggu aku selesai dengan skema, mungkin aku bisa dapat strawberry lagi, tapi aku mungkin harus mengantinya dengan membawakan kue.
__ADS_1
Lebih baik kukirim pesan saja ke dia. Dalam waktu singkat dia menyetujui untuk bertemu di rumahnya. Alma yang sudah mengenalku tersenyum padaku.
"Nona kau datang pas sekali, mau bergabung buat makan siang? Aku senang makanan yang kubuat habis."
"Bolehkah?"
"Tuan memang menyuruhmu ikut makan. Dia ada di ruang makan."
"Aku senang bisa makan siang disini." Alma tersenyum.
"Ayo masukkah Nona."
"Allison ayo makan." Aku yang membawa tas besar dengan banyak gambar dan dan contoh warna itu dengan segera duduk di kursi sampingnya.
"Aku senang ke sini Sir, selalu di suruh makan." Kali ini dia tertawa. Kali ini makanan Italian, Alma memang layak mendapat pujian soal makanan. Aku bicara sambil menunjukkan scematik designkuyang sudah di print, komputerku terbuka di meja untuk membuat catatan atau merevisi langsung.
Contoh tahap skema.
__ADS_1
Tapi tiba-tiba tak berapa lama bel berbunyi.
"Pacar sebelah rumah Sir?" Aku menebak karena yang terakhir Nona itu sudah seperti ingin menerkamnya, dalam dua minggu jangan-jangan mereka sudah....
"Alma, bilang aku sedang istirahat." Alma langsung menuju ke pintu depan. Rupanya Sir Xavier sama sekali tak tertarik dengan Nona Miranda yang cantik ini.
"Tuan ada?" Kami mendengar percakapan di pintu depan.
"Mobilnya ada, dia pasti di dalam." Suara heels yang berjalan memenuhi ruangan.
"Nona Miranda, tuan sedang istirahat. Nona sebaiknya tidak masuk dulu." bunyi heels sepatu tetap berlanjut, aku dan Sir Xavier berpandangan. Apa dia tak pernah menghargai privasi orang Ini rumah Sir Xavier
"Nona Miranda Sir." Tanpa disuruh masuk pun dia sudah masuk sendiri seakan dìa punya rumah. Alma tidak berdaya menghentikannya.
"Miranda, kau ke sini rupanya. Ada apa? Aku sedang membahas renovasi rumah dengan Nona Allison. Maaf aku aku tak bisa mengobrol dengamu saat ini.
Sekarang matanya menancàp padaku. Dia nampaknya sangat tidak menyukaiku.
bersambung besok----
__ADS_1